Isu Kepergian Pogba dari MU Kembali Hangat, Scholes: Ngapain Pindah Sih?

Yaumil Azis | 10 Oktober 2021 16:07
Gelandang Manchester United Paul Pogba. (c) AP Photo

Bola.net - Selama tanda tangan belum dibubuhkan di kontrak baru, masa depan Paul Pogba di Manchester United belum bisa disebut jelas. Situasi ini mengundang komentar dari eks pemain the Red Devils, Paul Scholes.

Seperti yang diketahui, kontrak Pogba bersama Manchester United berakhir di pertengahan tahun 2022. Sampai saat ini, gelandang berkebangsaan Prancis tersebut belum tertarik memperpanjang masa abdinya.

Posisi ini jelas sangat tidak menguntungkan buat the Red Devils. Kalau dibiarkan berlarut-larut, mereka mungkin saja akan kehilangan jasa Pogba tanpa meraup uang sepeser pun seperti yang terjadi pada tahun 2012 lalu.

Ya, kala itu, Manchester United harus membiarkan Pogba pergi ke Juventus. Mereka baru bisa memulangkan Pogba empat tahun berselang dengan mengeluarkan uang sebesar 105 juta euro.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Kode dari Pogba

Beberapa tahun lalu, Pogba sempat mengutarakan niatnya meninggalkan Old Trafford. Tidak mengejutkan, karena the Red Devils jarang mendapatkan trofi bergengsi dari setiap kompetisi yang diikutinya.

Baru-baru ini, ia memberikan indikasi akan meninggalkan Manchester United. Secara terbuka, Pogba berkata bahwa dirinya masih berhubungan dengan beberapa penggawa Juventus termasuk Paulo Dybala.

"Saya di Manchester sekarang, terikat kontrak hingga Juni. Setelahnya lihat nanti saja. Saya ingin menuntaskan musim ini dengan kemampuan terbaik, setelahnya lihat nanti," ujarnya beberapa waktu lalu.

2 dari 2 halaman

Buat Apa Pindah?

Komentar tersebut mengundang perhatian Scholes. Ia merasa kalau Pogba tidak punya alasan untuk cabut dari Manchester United, atau lebih spesifik, Inggris.

"Mengapa anda mau mencoba meninggalkan Inggris? Real Madrid sempat dibicarakan, tapi Liga Spanyol sudah habis, Real Madrid dan Barcelona benar-benar berantakan," kata Scholes.

"PSG mungkin opsi terbaik tapi Inggris yang terbaik saat ini. Jika anda melihat empat tim papan atas, mereka memiliki semua pemain terbaik, pelatih terbaik ada di sini, jadi kenapa dia mau pergi? Saya tidak paham."

"Namun lagi-lagi itu terserah kepada klub. Jika mereka ingin mempertahankan dia, bagus, jika tidak, kami akan mengucapkan selamat tinggal," pungkasnya.

(Metro.co.uk)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR