Jalan Berat Arsenal Menuju Juara: Mikel Merino Cedera dan Tidak Ada Pengganti

Jalan Berat Arsenal Menuju Juara: Mikel Merino Cedera dan Tidak Ada Pengganti
Pemain Arsenal, Mikel Merino (tengah), melepaskan tembakan dalam pertandingan Premier League melawan Manchester United, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Perjalanan menuju gelar Liga Inggris jarang berjalan mulus, dan Arsenal kembali dihadapkan pada ujian yang tidak diharapkan. Cedera kaki yang dialami Mikel Merino diperkirakan membuat sang gelandang absen cukup lama di saat musim memasuki fase krusial.

Meski Arsenal masih nyaman di puncak klasemen, absennya Merino tetap menjadi pukulan bagi Mikel Arteta. Bukan karena statusnya sebagai pemain inti mutlak, melainkan karena peran unik yang ia mainkan di dalam skuad.

Kondisi ini membuka pertanyaan besar, seberapa besar sebenarnya kontribusi Merino, dan apakah Arsenal perlu bergerak di bursa transfer untuk menutup celah yang ditinggalkannya?

Peran Mikel Merino yang Tak Tergantikan di Arsenal

Peran Mikel Merino yang Tak Tergantikan di Arsenal

Gelandang Aston Villa John McGinn (tengah) berebut bola dengan pemain Arsenal Leandro Trossard (kiri) dan Mikel Merino dalam laga Liga Inggris, Selasa (30/12/2025) lalu. (c) AP Photo/Alastair Grant

Mikel Merino mungkin bukan nama pertama dalam daftar pemain inti Arsenal, namun dampaknya terasa setiap kali ia dimainkan. Dari 10 laga Liga Inggris yang ia mulai musim ini, Merino berperan sebagai pemain rotasi dengan kontribusi signifikan.

Didatangkan dari Real Sociedad untuk memperkuat lini tengah, Merino justru berkembang menjadi pemain serba bisa. Fleksibilitas inilah yang membuatnya cepat menjadi favorit publik Emirates Stadium.

Arteta kerap memanfaatkan Merino di berbagai posisi, termasuk sebagai penyerang dadakan. Peran tak terduga ini memberi dimensi tambahan pada permainan Arsenal, terutama saat tim membutuhkan solusi alternatif di kotak penalti.

Insting Gol yang Mengejutkan dari Seorang Gelandang

Insting Gol yang Mengejutkan dari Seorang Gelandang

Mikel Merino dan Mikel Arteta usai laga Arsenal melawan Brighton di Emirates, 28 Desember 2025. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Salah satu aspek paling mencolok dari permainan Merino adalah naluri mencetak golnya. Sejak musim lalu, hampir 39 persen menit bermainnya di Liga Inggris justru dihabiskan sebagai penyerang tengah.

Hasilnya tidak main-main. Merino telah mencetak 11 gol di Liga Inggris, angka yang tergolong tinggi untuk pemain yang berposisi asli sebagai gelandang. Bahkan saat bermain di lini tengah, ia tetap aktif menekan pertahanan lawan.

Statistik menunjukkan Merino mencatat rata-rata 1,25 tembakan per 90 menit saat bermain sebagai gelandang tengah. Angka tersebut menempatkannya di jajaran teratas gelandang Eropa untuk urusan agresivitas menyerang.

Kekuatan Fisik dan Daya Hancur di Lini Tengah

Kontribusi Merino tidak berhenti pada gol. Ia juga menjadi salah satu motor agresivitas Arsenal di lini tengah, sesuai peran yang sejak awal diharapkan klub.

Martin Odegaard pernah menyoroti kekuatan fisik Merino sejak awal kedatangannya. Menurut sang kapten Arsenal, kemampuan Merino memenangkan duel dan intensitas larinya menjadi aset berharga bagi tim.

Data mendukung penilaian tersebut. Merino menempati peringkat kedua untuk duel dimenangkan per 90 menit di antara gelandang bertahan dan tengah Eropa sejak musim lalu. Ia juga unggul dalam duel udara dan pemulihan bola, menjadikannya sosok penting dalam fase transisi bertahan.

Meski kehilangan Merino adalah kemunduran, kondisi skuad Arsenal secara keseluruhan relatif sehat. Kedalaman tim memberi Arteta ruang untuk menyesuaikan strategi tanpa harus panik.