Jurgen Klopp Malah Rotasi 9 Pemain di Laga Krusial, Legenda Liverpool Membela

Ari Prayoga | 18 Mei 2022 07:15
Skuad Liverpool merayakan gol di markas Southampton, Rabu (18/5/2022) (c) AP Photo

Bola.net - Legenda Liverpool, Jamie Carragher membela keputusan Jurgen Klopp yang melakukan rotasi besar-besaran dalam partai krusial versus tuan rumah Southampton, Rabu (18/5/2022) dini hari WIB.

Pada laga ini, Liverpool sejatinya sempat tertinggal lebih dahulu akibat gol Nathan Redmond. Namun, The Reds berhasil bangkit menang 2-1 lewat gol-gol dari Takumi Minamino dan Joel Matip.

Berkat hasil ini, Liverpool pun kini mengoleksi poin 89 dan kembali memperpendek jarak dengan Manchester City menjadi dua poin saja dengan satu laga tersisa.

1 dari 3 halaman

Pembelaan Jamie Carragher

Menghadapi Southampton, Klopp mengganti sembilan pemain dari susunan pemain laga final Piala FA versus Chelsea akhir pekan kemarin. Keputusan itu pun dibela Carragher.

"Itu harus terjadi. Pertandingan liga tersebut seperti final dalam diri mereka sendiri dan jika mereka kalah, mereka akan merasa seperti gelar sudah berakhir," ujar Carragher kepada Sky Sports.

“Saya tidak berpikir akan ada terlalu banyak penggemar yang mengkritik atau mempertanyakan pilihannya. Penurunan emosional di final bisa berdampak,"

"Liverpool memainkan tim terbaik mereka di final Liga Champions adalah tim yang lebih baik dari Real Madrid. Saya tidak berpikir mereka harus terlalu emosional tentang liga."

2 dari 3 halaman

Liverpool Sadar Diri

Lebih lanjut, Carragher menilai Klopp dan Liverpool sadar betul akan peluang mereka meraih juara sebelum mengambil keputusan untuk merotasi pemain.

“Saya tidak akan mengatakan kepalanya tidak ada di Premier League, saya hanya berpikir Liverpool dan Jurgen Klopp akan tahu mereka memiliki lebih banyak peluang untuk memenangkan Liga Champions daripada Premier League," tutur Carragher.

"Beberapa pemain keluar karena benturan di final. Ini persis seperti yang saya harapkan, dan saya akan memiliki posisi yang sama persis dengannya,"

"Ini akan membuatnya menjadi pertandingan yang lebih sulit tetapi dia tidak ingin cedera mempengaruhi final di Paris."

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR