
Bola.net - Manchester City memulai musim ini dengan beban besar setelah gagal meraih trofi pada musim lalu. Situasi itu dianggap anomali mengingat mereka sebelumnya mendominasi Premier League dalam enam dari tujuh musim.
Investasi besar senilai sekitar £330 juta, atau lebih dari Rp7 triliun, di bursa transfer Januari dan musim panas membuat ekspektasi melambung tinggi. Publik menanti kebangkitan pasukan Josep Guardiola yang lebih bertenaga untuk merebut kembali gelar juara.
Namun, hasil di lapangan justru jauh dari harapan. Kekalahan 1-2 dari Brighton, setelah sebelumnya ditekuk Tottenham 0-2, menandai awal terburuk City di liga sejak 2004-2005.
Pola Lama yang Kembali Terulang
City sempat memberi harapan lewat kemenangan 4-0 atas Wolves di pekan perdana. Hasil itu seakan menutup luka dari musim lalu.
Sayangnya, kekalahan dari Brighton justru memperlihatkan gejala inkonsistensi yang belum hilang, padahal Erling Haaland sempat membawa tim unggul lebih dulu dengan gol ke-88-nya dalam penampilan ke-100 di Premier League.
Perubahan drastis Brighton melalui empat pergantian pemain menjadi titik balik pertandingan. Sejak itu, City kehilangan kendali hingga akhirnya kebobolan dua gol penentu.
"Kami kebobolan dua gol. Kami tampil luar biasa selama satu jam," ucap Guardiola kepada BBC Sport. "Setelah gol itu kami lupa bermain, kami hanya memikirkan konsekuensinya."
Rekor Buruk yang Menghantui
Start buruk ini membuat City tercatat dalam sejarah negatif Premier League. Hanya ada satu tim yang berhasil bangkit dari situasi serupa, yakni Manchester United musim 1992-1993 dalam format 42 pertandingan.
Bagi Guardiola, ini merupakan situasi yang asing. Dia selalu identik dengan konsistensi dan kedigdayaan sejak awal musim.
Mark Schwarzer, mantan kiper Chelsea, ikut menyoroti kondisi City. "Ada banyak pertanyaan tentang tim ini dan Guardiola. Apakah dia bisa membalikkan keadaan? Lubangnya semakin dalam," ujarnya.
Fakta ini menunjukkan City kini berada dalam tekanan besar sejak pekan-pekan awal. Mental tim harus teruji untuk bisa bangkit dari keterpurukan.
Taktik Pressing yang Jadi Bumerang
Masalah terbesar City tampak jelas dalam transisi tanpa bola. Pressing tinggi yang mereka terapkan justru membuka celah bagi lawan untuk menyerang dari sisi sayap.
Full-back yang ditugaskan menekan terlalu jauh membuat bek tengah keluar dari posisinya. Hal itu menyebabkan ruang kosong terbuka di lini belakang.
Contoh paling nyata terlihat saat Nathan Ake melawan Spurs dan Rico Lewis menghadapi Brighton. Kedua momen itu berujung peluang emas lawan yang berakhir dengan gol.
Pola ini sudah terbaca oleh lawan, dan City belum menemukan solusi efektif. Jika dibiarkan, kelemahan ini bisa menjadi jalan bagi lawan untuk terus mencuri poin.
Musim Panjang Menanti Guardiola
Guardiola berusaha tetap tenang menghadapi kritik. "Ini baru satu pertandingan. Musim masih panjang, kita akan lihat apa yang terjadi," katanya.
Namun, dua kekalahan beruntun tetap memberi alarm keras. City harus segera menemukan cara untuk menutup celah dan mengembalikan stabilitas permainan.
Rodri mungkin sudah kembali dan Haaland mulai tajam lagi, tapi keduanya belum cukup menutupi kelemahan struktural tim. Dibutuhkan perubahan nyata agar mereka bisa kembali ke jalur juara.
Jika tidak, musim panjang bisa menjadi lebih berat dari yang dibayangkan. Dan pertanyaan soal apa yang salah dengan Man City akan terus menghantui.
Sumber: BBC Sport
Klasemen Premier League/Liga Inggris
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Genoa vs Juventus: Serangan Tumpul, Vlahovic Pastikan Momentum Positif Berlanjut
- Rayo vs Barcelona: Garcia Tembok di Lini Belakang, Yamal Pemain Kunci Blaugrana
- Statistik Kemenangan AC Milan, Rekor Assist Luka Modric, dan Clean Sheet yang Bermakna
- AC Milan: Modric Mendikte Tempo Permainan, Pertahanan Stabil Jadi Fondasi Kemenangan
- Matheus Cunha Cedera di Laga MU vs Burnley, Dipastikan Batal Masuk Skuad Timnas Brasil
- MU vs Burnley: Penampilan Energik Bryan Mbeumo di Sektor Sayap Menjadi Pembeda
- MU vs Burnley: VAR yang Kontroversial, Penalti di Pengujung Laga, dan Fans yang Meradang
- Di Balik Kemenangan Perdana Manchester United, Ada Benjamin Sesko yang Belum Mampu Unjuk Gigi
- BRI Super League: Laga Persita vs Semen Padang juga Ditunda
- Statistik Pemain Madrid vs Mallorca: Peran Penting Huijsen, Efektivitas Guler, Sengatan Vinicius
- Kesabaran Jadi Kunci: Mastantuono Masih dalam Proses Adaptasi di Real Madrid
- Vinicius Junior Kembali ke Jalur yang Benar
- Vinicius Junior Bersinar, Real Madrid Menang, Xabi Alonso Tersenyum Lebar
- Trent Alexander-Arnold Menjawab Kritik dengan Performa Gemilang dalam Kemenangan Real Madrid atas Mallorca
- Madrid vs Mallorca: Los Blancos Belum Terbendung, Masih Sempurna di La Liga
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 3 Juni 2026 17:05Bursa Pelatih Milan Memanas, Glasner Ungguli Pochettino dan Slot
-
Piala Dunia 3 Juni 2026 17:02Prediksi Meksiko vs Serbia 5 Juni 2026
-
Piala Dunia 3 Juni 2026 17:01Prediksi Ceko vs Guatemala 5 Juni 2026
-
Editorial 3 Juni 2026 16:194 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 3 Juni 2026 17:05Bursa Pelatih Milan Memanas, Glasner Ungguli Pochettino dan Slot
BERITA LAINNYA
-
inggris 3 Juni 2026 11:04Login! Manchester United Putuskan Kejar Robert Lewandowski
-
inggris 3 Juni 2026 10:19Manchester United CLBK dengan Victor Osimhen?
SOROT
-
Liputan6 3 Juni 2026 18:45Meneropong Prospek IHSG Setelah Anjlok ke 5.941
-
Liputan6 3 Juni 2026 18:44Korupsi MBG Seret Eks 3 Pimpinan BGN, Berapa Kerugian Negara?
-
Liputan6 3 Juni 2026 18:30Rapat Bareng DPR, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD
MOST VIEWED
Here We Go! Manchester United Menangkan Perburuan Ederson, Era Baru Lini Tengah Setan Merah Dimulai
Katanya Sudah Deal, Kenapa Transfer Ederson ke MU Urung Rampung Juga?
Ogah Turunkan Harga, West Ham Minta MU Bayar Segini untuk Mateus Fernandes
Berat! West Ham Minta Bayaran Sangat Mahal untuk Transfer Mateus Fernandes!
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7690730/original/050847900_1780488058-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567145/original/081633300_1777267156-InShot_20260427_111821388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337077/original/061981400_1609327524-20201230-IHSG-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5347492/original/090553500_1757673525-Wamen_Imipas.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7687750/original/064064700_1780484744-0L5A9301.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7689223/original/050120100_1780486202-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_18.19.32.jpeg)

