Kalah Lagi, Chelsea Memang Tidak Punya Pemimpin di Lapangan

Kalah Lagi, Chelsea Memang Tidak Punya Pemimpin di Lapangan
Skuad Chelsea usai kekalahan melawan Everton di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Chelsea kembali menelan kekalahan menyakitkan setelah dipermalukan Everton dengan skor 0-3 dalam lanjutan kompetisi domestik. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif The Blues yang kini telah menelan empat kekalahan beruntun di semua ajang.

Kekalahan ini tidak hanya soal skor. Laga di Hill Dickinson Stadium memperlihatkan masalah yang lebih dalam di tubuh Chelsea: kurangnya kepemimpinan di lapangan ketika tim berada dalam tekanan.

Situasi itu menjadi semakin kontras ketika satu-satunya pemain yang terlihat mencoba membangkitkan semangat tim justru seorang pemain berusia 18 tahun, Estevao.

Gol Everton Memperlihatkan Perbedaan Mentalitas

Gol Everton Memperlihatkan Perbedaan Mentalitas

Alejandro Garnacho berdebat dengan wasit dalam laga Everton vs Chelsea di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Momen paling menggambarkan situasi Chelsea terjadi setelah gol ketiga Everton tercipta. Iliman Ndiaye berlari menuju tribun untuk merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah menempatkan bola ke sudut kanan atas gawang Robert Sanchez.

Sebaliknya, para pemain Chelsea terlihat terpaku di lapangan. Banyak dari mereka berdiri dengan tangan di pinggang, menunduk, atau menatap langit tanpa reaksi berarti.

Satu-satunya pemain yang bergerak cepat adalah Estevao. Pemain muda itu berlari melewati Sanchez untuk mengambil bola dari dalam gawang, lalu membawanya kembali ke lingkaran tengah dan meletakkannya di depan Cole Palmer, seolah ingin segera memulai kembali pertandingan.

Tindakan itu terasa kontras. Bagi pemain yang baru berusia 18 tahun, baru bergabung musim panas lalu, dan baru enam menit kembali bermain setelah absen lebih dari sebulan karena cedera, upaya tersebut menunjukkan semangat yang justru tidak terlihat dari pemain-pemain senior.

Kesalahan Lama Chelsea Kembali Terulang

Kesalahan Lama Chelsea Kembali Terulang

Selebrasi Iliman Ndiaye dalam laga Everton vs Chelsea di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Kekalahan 0-3 tersebut juga mencerminkan sejumlah masalah lama yang terus menghantui Chelsea sepanjang musim.

Everton mampu menembus pertahanan Chelsea dengan relatif mudah melalui permainan direct. Pola tersebut menghasilkan gol pertama dan ketiga mereka.

Gol kedua bahkan lahir dari kesalahan Robert Sanchez, yang gagal mengamankan situasi dengan baik di depan gawangnya.

Di sisi lain, lini serang Chelsea kembali memperlihatkan masalah yang sama seperti beberapa laga sebelumnya: penyelesaian akhir yang buruk.

Masalah tersebut terlihat sejak awal pertandingan. Dalam 20 menit pertama, Chelsea berulang kali kehilangan bola akibat umpan yang tidak akurat. Bahkan pada menit ke-10, Sanchez hampir saja membuat timnya tertinggal setelah kehilangan bola dari Beto sebelum Moises Caicedo menyapu bola.

Chelsea Tanpa Pemimpin di Lapangan

Chelsea Tanpa Pemimpin di Lapangan

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Everton vs Chelsea di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Ketika Everton mencetak gol pertama, momen tersebut sebenarnya bisa menjadi titik untuk menenangkan situasi dan menyatukan tim.

Nahas, yang terjadi justru sebaliknya. Para pemain Chelsea terlihat berdiri terpencar di lapangan tanpa ada diskusi atau koordinasi.

Padahal, Chelsea memiliki sejumlah pemain berpengalaman di lapangan. Kapten sementara Enzo Fernandez merupakan juara dunia bersama Argentina, sementara Marc Cucurella pernah menjuarai Euro bersama Spanyol.

Sayangnya, tak satu pun terlihat berusaha mengumpulkan rekan-rekannya untuk membicarakan apa yang salah atau bagaimana merespons situasi.

Hal ini terasa kontras dengan Everton. Tim asuhan David Moyes tampil terorganisir, komunikatif, dan penuh percaya diri sepanjang pertandingan.

Komentar Rosenior dan Situasi di Ruang Ganti

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya kehilangan momentum setelah kebobolan lebih dulu.

Ia menjelaskan bahwa kondisi mental tim dapat menurun ketika menghadapi lawan kuat dan tertinggal lebih dahulu dalam pertandingan.

“Jika Anda sedang menjalani rangkaian pertandingan sulit melawan tim-tim besar, energi dan kepercayaan diri bisa turun ketika lawan mencetak gol lebih dulu, dan itu yang terjadi,” kata Rosenior.

“Ini soal alur permainan dan momentum, dan kami tidak memilikinya dalam pertandingan hari ini.” Rosenior juga menegaskan bahwa ia tidak melihat kurangnya usaha dari para pemainnya.

Setelah jeda internasional, Chelsea akan menghadapi rangkaian pertandingan berat melawan Manchester City, Manchester United, dan Liverpool.