Chelsea Krisis Total! Ini 6 Masalah Besar yang Harus Dibereskan Musim Panas Ini

Chelsea Krisis Total! Ini 6 Masalah Besar yang Harus Dibereskan Musim Panas Ini
Enzo Fernandez merayakan golnya bersama Pedro Neto pada laga Chelsea vs Leeds di semifinal Piala FA, Minggu (26/4) di Wembley. (c) Dok. Chelsea

Bola.net - Chelsea memasuki salah satu musim panas paling penting dalam sejarah modern mereka. Klub yang dulu identik dengan persaingan papan atas Premier League dan Liga Champions kini justru terlihat kehilangan arah.

Kegagalan lolos ke Liga Champions untuk ketiga kalinya dalam empat musim di era Todd Boehly membuat tekanan terhadap manajemen semakin besar. Situasi makin rumit setelah performa buruk di liga membuat Chelsea sempat menelan enam kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak 1993.

Di tengah ketidakpuasan fans dan ketidakjelasan proyek klub, Chelsea kini menghadapi pekerjaan rumah besar.

Mulai dari pemilihan pelatih baru, pembenahan skuad, hingga memulihkan ruang ganti menjadi tantangan yang tidak bisa lagi ditunda.

1. Chelsea Harus Menemukan Pelatih yang Tepat

1. Chelsea Harus Menemukan Pelatih yang Tepat

Liam Rosenior memberi instruksi kepada Wesley Fofana dalam laga Chelsea vs Manchester City di Premier League 2025/2026, Minggu (12/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Pergantian pelatih kembali menjadi sorotan utama di Stamford Bridge. Chelsea akan menunjuk pelatih permanen kelima mereka dalam empat tahun sejak konsorsium Todd Boehly-Clearlake mengambil alih klub pada 2022.

Situasi itu ironis karena ketika era baru dimulai, manajemen sempat menjanjikan stabilitas yang berbeda dibanding masa Roman Abramovich. Namun kenyataannya, rotasi pelatih justru semakin sering terjadi.

Enzo Maresca bahkan menjadi pelatih dengan masa kerja terlama di era baru tersebut, meski hanya bertahan sekitar 18 bulan. Setelah kepergiannya, Chelsea kembali mengandalkan pelatih interim sebelum akhirnya Liam Rosenior juga diberhentikan.

Kurangnya stabilitas dinilai berdampak besar terhadap performa tim. Chelsea saat ini tidak lagi memiliki banyak pemain senior bermental juara yang mampu menjaga standar tim di tengah perubahan.

Karena itu, pemilihan pelatih baru dianggap sangat krusial. Chelsea membutuhkan sosok yang mampu membangkitkan kembali kepercayaan pemain sekaligus fans.

Beberapa nama sudah masuk daftar kandidat. Andoni Iraola yang akan meninggalkan Bournemouth, Marco Silva dari Fulham, hingga mantan pelatih Real Madrid Xabi Alonso disebut sebagai opsi yang sedang dipertimbangkan.

2. Pelatih Baru Dinilai Harus Diberi Wewenang Lebih Besar

2. Pelatih Baru Dinilai Harus Diberi Wewenang Lebih Besar

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Masalah Chelsea bukan hanya soal siapa pelatihnya, tetapi juga bagaimana struktur klub bekerja. Dalam beberapa tahun terakhir, pelatih yang berani mempertanyakan keputusan klub justru sulit bertahan lama.

Mauricio Pochettino dan Enzo Maresca disebut mengalami ketegangan dengan struktur internal klub. Sebaliknya, pelatih yang terlalu mengikuti sistem dianggap tidak memiliki pengaruh cukup besar untuk membawa Chelsea kembali kompetitif.

Situasi itu membuat banyak pihak mempertanyakan apakah Chelsea masih cukup menarik bagi pelatih elite dunia. Sebab, mayoritas pelatih top biasanya menginginkan kontrol dan pengaruh besar terhadap keputusan sepak bola.

Chelsea memang tidak ingin memberikan kekuasaan penuh kepada satu sosok. Namun klub dinilai perlu mencari keseimbangan yang lebih sehat antara manajemen dan pelatih.

Pelatih baru nantinya harus merasa memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan ikut menentukan arah tim. Tanpa hubungan kerja yang kuat, proyek jangka panjang Chelsea akan sulit berkembang.

3. Strategi Transfer Chelsea Mulai Dipertanyakan

3. Strategi Transfer Chelsea Mulai Dipertanyakan

Selebrasi Estevao Willian dalam laga Chelsea vs Port Vale di FA Cup 2025/2026, Sabtu (4/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Chelsea sudah menghabiskan lebih dari 1 miliar pounds di bursa transfer. Namun kekuatan skuad mereka justru masih dipenuhi tanda tanya.

Masalah itu terlihat jelas ketika menghadapi Nottingham Forest. Opsi serangan di bangku cadangan sangat minim, sementara sebagian besar pemain pengganti justru berisi bek dan gelandang bertahan.

Strategi membeli banyak pemain muda juga mulai dipertanyakan. Menurut data Transfermarkt, Chelsea kembali menjadi tim dengan rata-rata starting XI termuda di Premier League musim ini.

Pendekatan tersebut dianggap gagal memberikan keseimbangan antara proyek masa depan dan kebutuhan menang saat ini. Karena itu, Chelsea disebut akan mulai mengubah arah transfer mereka.

Klub kini lebih terbuka merekrut pemain yang lebih matang dan siap pakai. Target utama adalah pemain yang sudah punya pengalaman bermain di lima liga top Eropa serta terbiasa tampil di kompetisi Eropa.

Chelsea masih membutuhkan tambahan bek tengah, gelandang, dan pemain depan. Tantangannya, kegagalan lolos ke Liga Champions membuat mereka lebih sulit menarik target utama.

4. Chelsea Juga Harus Berani Menjual Pemain

4. Chelsea Juga Harus Berani Menjual Pemain

Winger Chelsea, Estevao (tengah) merayakan golnya ke gawang Port Vale di Piala FA bersama rekan setimnya. (c) AP Photo/Ian Walton

Selain mendatangkan pemain baru, Chelsea juga harus merapikan skuad mereka. Penjualan pemain kembali menjadi agenda penting di era BlueCo.

Kali ini situasinya lebih mendesak karena Chelsea kembali terancam kehilangan pemasukan besar dari Liga Champions. Klub perlu menciptakan ruang finansial sekaligus memperbaiki kualitas skuad.

Beberapa nama mulai disebut berpotensi dilepas. Tosin Adarabioyo, Benoit Badiashile, Marc Guiu, Alejandro Garnacho, hingga Liam Delap dianggap bisa menjadi opsi penjualan jika ada tawaran yang sesuai.

Chelsea diyakini lebih memilih menjual pemain pelapis dibanding harus melepas bintang utama mereka. Namun klub tetap membutuhkan penjualan yang benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap anggaran transfer.

Langkah itu penting agar Chelsea bisa tetap aktif di bursa transfer tanpa semakin membebani struktur finansial klub.

5. Cole Palmer dan Masalah Kebugaran Jadi Sorotan

5. Cole Palmer dan Masalah Kebugaran Jadi Sorotan

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Everton vs Chelsea di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Masalah cedera juga menjadi perhatian besar Chelsea musim ini. Selain faktor keberuntungan buruk, jadwal padat setelah tampil di Club World Cup disebut ikut memengaruhi kondisi fisik skuad.

Statistik lari pemain Chelsea di Premier League juga cukup mengkhawatirkan. Mereka selalu kalah secara intensitas dibanding lawan-lawannya sepanjang musim ini.

Cole Palmer menjadi contoh paling jelas dari persoalan tersebut. Penampilannya menurun drastis dibanding musim sebelumnya.

Palmer menjalani musim panas yang berat setelah tampil di Euro 2024 dan Club World Cup. Ia juga beberapa kali mengakui masih terganggu cedera selangkangan yang tak kunjung benar-benar pulih.

Selain faktor fisik, perubahan gaya bermain Chelsea turut memengaruhi performanya. Tim kini bermain lebih lambat dan terstruktur dibanding era Mauricio Pochettino yang memberi Palmer ruang lebih bebas untuk berimprovisasi.

Pelatih baru Chelsea nantinya harus menemukan cara untuk mengembalikan versi terbaik Palmer. Namun hal itu juga bergantung pada kondisi fisiknya yang harus benar-benar pulih.

6. Hubungan Chelsea dan Fans Semakin Memburuk

Hubungan antara fans dan pemilik klub juga sedang berada di titik rendah. Chant protes terhadap pemilik terdengar hampir di setiap pertandingan dalam beberapa bulan terakhir.

Dua aksi demonstrasi bahkan sudah digelar di luar Stamford Bridge. Protes kedua disebut memiliki jumlah massa jauh lebih besar dibanding aksi pertama pada Januari lalu.

Atmosfer pertandingan kandang Chelsea musim ini juga mendapat banyak kritik. Stamford Bridge tidak lagi menjadi tempat yang menakutkan bagi lawan.

Chelsea sudah kalah tujuh kali di kandang sepanjang musim 2025/2026. Hanya empat tim terbawah Premier League yang memiliki rekor kandang lebih buruk.

Ketidakpuasan suporter tidak hanya dipicu hasil pertandingan. Harga tiket, sulitnya mendapatkan tiket, belum adanya sponsor utama jersey, hingga ketidakjelasan proyek stadion baru ikut memperbesar frustrasi fans.

Chelsea sadar bahwa membaiknya hasil di lapangan bisa membantu memperbaiki situasi. Namun mereka juga harus membangun kembali hubungan yang lebih dekat dengan para pendukung.