FOLLOW US:


Kasus Martial di Manchester United, Mourinho Jelaskan Pentingnya Sikap Cuek Pelatih

16-05-2019 09:57

 | Anthony Martial

Kasus Martial di Manchester United, Mourinho Jelaskan Pentingnya Sikap Cuek Pelatih
Selebrasi Anthony Martial usai bobol gawang Watford. © AP Photo

Bola.net - Jose Mourinho berharap Anthony Martial bisa mencapai potensi terbaiknya musim depan. Manchester United menutup musim 2018/19 ini dengan sangat buruk, mereka hanya bisa mengamankan peringkat keenam Premier League. Artinya, musim depan bakal jadi babak baru.

Sebagai mantan pelatih, Mourinho paham betul dengan kemampuan Martial. Dia merasa winger asal Prancis itu merupakan salah satu pemain terbaik MU, hanya peran Martial belum terlalu disorot.

Martial merupakan salah satu pemain yang paling bersinar di paruh pertama musim 2018/19 ini, saat MU masih ditangani Mourinho. Kala itu, dia sempat mencetak gol di lima laga Premier League beruntun sebelum pemecatan Mourinho.

Lalu, mengapa performa Martial menurun di era Ole Gunnar Solskjaer? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Dicadangkan

Setelah awal yang baik di bawah Solskjaer, Martial kemudian hanya bisa mencetak dua gol per 2019 ini. Dia pun kehilangan tempat di skuat inti MU, dan kabarnya menjalin hubungan yang kurang baik dengan Solskjaer.

Solskjaer disebut tidak terlalu puas dengan cara berlatih martial. Dia merasa Martial kurang maksimal di sesi latihan meski potensinya luar biasa. Ketidakpuasan ini berujung pada bangku cadangan untuk Martial.

Beberapa waktu lalu, Mourinho pernah mengalami masalah yang sama dengan Martial. Dia pernah berniat menjual Martial, tetapi keputusan itu dibatalkan. The Special One justru mendukung Martial untuk melewati masalah sikap negatif ini.

"Dia [Martial] merupakan pemuda dengan kepribadian yang berbeda. Satu hal yang bisa saya katakan adalah saya berharap dia bisa mencapai level yang sebagus dengan potensinya," tegas Mourinho kepada L'Equipe via Metro.

2 dari 2

Membantu Pemain

Beberapa tahun lalu, saat masih melatih Real Madrid, Mourinho juga pernah mengalami masalah yang sama. Dia sengaja mengabaikan Karim Benzema yang dinilai kurang maksimal. Sikap keras Mourinho itu ternyata justru membentuk Benzema yang baru.

"Dengan Karim, itu bukan konflik. Saya hanya ingin membantu pemain - pemain dengan talenta yang luar biasa - mengubah pola pikirnya, membantu dia untuk mencapai level maksimal."

"Membantu dia untuk jadi pembunuh, striker dengan determinasi tinggi. Saya sangat menikmati masa saya bekerja dengan Karim," tutup Mourinho

Sejak meninggalkan Manchester United, sampai saat ini Jose Mourinho belum melatih klub lain. Kabarnya dia bakal menangani PSG atau Inter Milan.