Kontroversi, Slogan 'White Lives Matter' Muncul Saat Manchester City Hadapi Burnley

Yaumil Azis | 23 Juni 2020 11:58
(c) AP Photo

Bola.net - Premier League sedang berupaya keras untuk menentang kasus rasial yang terjadi di dunia saat ini. Sayang, perjuangan itu ternodai oleh aksi oknum yang membentangkan spanduk bertuliskan 'white lives matter' di udara.

Kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris itu menunjukkan sikap dukungannya kepada aksi 'black lives matter'. Slogan tersebut dicantumkan di seragam para pemain dan proses mengheningkan cipta sembari bertekuk lutut juga selalu dilakukan sebelum pertandingan dimulai.

'Black lives matter' merupakan bagian dari kampanye anti rasisme yang muncul pasca kematian warga Amerika Serikat, George Floyd. Kasus ini mengundang perhatian dari berbagai belahan negara.

Di kalangan sepak bola, pemain-pemain Bundesliga menjadi yang pertama dalam menunjukkan dukungannya terhadap kasus ini. Jadon Sancho dan Marcus Thuram merupakan segelintir pemain yang mendukung gerakan tersebut.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

'White Lives Matter' di Langit Etihad

Premier League sangat serius untuk menunjukkan dukungannya terhadap gerakan 'black lives matter'. Sebab, tidak sekali saja ejekan-ejekan rasisme menimpa para pemain dari klub yang berpartisipasi di pentas tersebut.

Semuanya terlihat baik-baik saja. Para pemain bertekuk lutut dan menunduk untuk memberikan gestur dukungannya. Namun begitu pertandingan dimulai, insiden kontroversial ini ikutan berlangsung.

Sebuah pesawat terbang terlihat melintasi langit Etihad Stadium sembari membentangkan spanduk bertuliskan 'White Lives Matter Burnley'. Hanya sekelebat, tapi sudah cukup untuk menarik perhatian publik.

2 dari 2 halaman

Pernyataan Burnley

Belum diketahui secara pasti siapa yang berani membayar sampai spanduk tersebut bisa terbentang di udara. Namun publik sudah menunjukkan reaksi kekecewaan dan amarahnya melalui media sosial.

"Sebuah pesawat terbang di atas Etihad menyatakan: 'White Lives Matter, Burnley.' Benar-benar menyedihkan," tulis jurnalis Goal International, Jonathan Smith, di media sosial Twitter.

Burnley, yang namanya tercatut pada spanduk tersebut, langsung mengeluarkan pernyataan. Mereka menolak keras untuk dikaitkan dengan kasus tersebut dan berjanji akan mencari tahu siapa pelakunya.

"Ini, tidak mungkin, mewakili apa yang Burnley Football Club pegang dan kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak terkait untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab serta memberikan hukuman seumur hidup," tulis pihak klub lewat pernyataannya.

"Klub memiliki rekor bekerja dengan semua gender, agama, dan kepercayaan yang membanggakan lewat penghargaan, dan menentang rasisme dalam berbagai bentuk," pungkasnya.

(Goal International)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR