Lisandro Martinez Hampir Tinggalkan Sepak Bola Usai Cedera ACL, Ini Pengakuannya

Lisandro Martinez Hampir Tinggalkan Sepak Bola Usai Cedera ACL, Ini Pengakuannya
Bek Manchester United, Lisandro Martinez (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Bek Manchester United, Lisandro Martinez, mengungkap sisi paling rapuh dalam kariernya saat menjalani pemulihan cedera lutut serius. Cedera tersebut sempat membuatnya mempertanyakan masa depannya sebagai pesepak bola profesional.

Pemain timnas Argentina itu mengalami masa pemulihan yang berat setelah rentetan cedera dalam dua musim terakhir. Situasi tersebut memuncak ketika ia mengalami robekan ligamen lutut anterior atau ACL.

Dalam wawancara dengan AFA Estudio, Martinez membuka kisah personal tentang perjuangan mental yang ia hadapi, termasuk keinginan untuk benar-benar meninggalkan sepak bola.

1 dari 4 halaman

Sempat Ingin Menyerah di Awal Pemulihan

Sempat Ingin Menyerah di Awal Pemulihan

Lisandro Martinez mencoba melewati adangan Sandro Tonali di laga MU vs Newcastle (c) AP Photo/Dave Thompson

Cedera ACL yang dialami Martinez pada Februari 2025 menjadi pukulan paling berat dalam kariernya. Operasi yang dijalaninya membuat bek berusia 27 tahun itu harus menepi selama sekitar 10 bulan.

“Setelah dua atau tiga minggu pertama, saya tidak ingin bermain sepak bola lagi. Karena saya sudah melewati cedera patah kaki, lalu sekarang lutut. Saya berkata, ‘Cukup, saya tidak ingin tahu apa pun lagi,’” ujar Martinez.

Cedera tersebut datang setelah periode panjang masalah fisik yang membatasi penampilannya. Pada musim sebelumnya, ia hanya mampu mencatatkan 11 penampilan di Premier League akibat berbagai gangguan kebugaran.

2 dari 4 halaman

Proses Menerima dan Membangun Diri Kembali

Proses Menerima dan Membangun Diri Kembali

Pemain Burnley, Armando Broja (kiri), dan pemain Manchester United, Lisandro Martinez, berlari mengejar bola dalam pertandingan Liga Inggris, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Martinez mengakui bahwa cedera membuatnya kehilangan keseimbangan, baik secara fisik maupun emosional. Rasa sakit yang terus-menerus memengaruhi cara berpikirnya pada fase awal pemulihan.

“Ketika saya cedera, saya benar-benar kehilangan keseimbangan karena rasa sakitnya tidak tertahankan,” jelasnya.

“Reaksi pertama saya adalah: ‘Saya pulang, saya akan bersama keluarga saya di Argentina. Cukup, saya tidak ingin menderita lagi, saya ingin sehat, saya ingin menikmati hidup'."

"Namun, ketika Anda tidak seimbang, Anda bisa mengatakan apa saja karena Anda tidak terhubung dengan diri sendiri. Saya jelas menerima tiga minggu masa berkabung itu, ketika saya bukan diri saya sendiri.”

3 dari 4 halaman

Dukungan Lingkar Terdekat dan Tanda Kebangkitan

Dalam proses rehabilitasi, Martinez merasa dipaksa untuk membangun ulang dirinya dari berbagai sisi. Rasa takut tidak bisa kembali ke level terbaik sempat menghantui perjalanannya.

“Anda harus menciptakan kembali diri Anda dalam segala hal: secara fisik, mental, dan pribadi. Anda merasa seperti bukan seorang pemain sepak bola,” tuturnya.

Dukungan keluarga, teman, serta kerja psikologis yang konsisten menjadi faktor penting dalam membantunya bertahan. “Di situlah kepribadian Anda yang sebenarnya terlihat,” tegas Martinez.

4 dari 4 halaman

Kembali ke Lapangan dan Optimisme Baru

Martinez akhirnya kembali bermain pada 30 November dalam laga melawan Crystal Palace. Sejak saat itu, ia perlahan kembali masuk ke dalam rotasi tim Manchester United.

Ia juga kembali berlatih bersama tim nasional Argentina di bawah arahan Lionel Scaloni, sebuah sinyal kepercayaan menjelang Piala Dunia 2026.

“Saya merasa sangat baik. Saya sedikit terkejut karena saya pikir kembali akan lebih sulit, tetapi kami mengatur menit bermain dengan baik; semuanya sangat progresif."

"Klub melakukan pekerjaan luar biasa dan itu sangat membantu saya merasa baik sekarang. Secara fisik dan mental, saya lebih baik dari sebelumnya,” kata Lisandro Martinez.