
Bola.net - Legenda Liverpool Jamie Carragher menentang ide digelarnya European Super League (ESL) karena mengatakan kompetisi itu akan jadi membosankan jika yang bertanding adalah tim yang itu-itu saja.
Kompetisi European Super League digagas oleh 12 klub elit di Eropa, termasuk Liverpool dan Real Madrid. Kompetisi ini adalah tandingan dari kompetisi Liga Champions.
Motifnya diduga tak lepas dari soal cuan. Sebab tim-tim yang bermain di dalam kompetisi itu akan dapat untung yang jauh lebih besar dibanding saat jadi juara Liga Champions sekalipun.
Pihak UEFA sendiri tentu saja berang dengan adanya kompetisi tandingan itu. Mereka berusaha sekuat tenaga agar ESL tak jadi digelar.
European Super League Bakal Membosankan
Kompetisi European Super League ini juga ditentang oleh banyak suporter. Jamie Carragher pun juga tidak menyetujui digelarnya ESL.
Ia mengatakan ESL tak perlu digelar. Salah satu alasannya adalah karena kompetisi itu lambat laun pasti bakal berjalan membosankan.
Ia yakin para fans lama-lama bakal jengah melihat, contohnya saja, Liverpool terus bertemu Real Madrid. Menurutnya jika itu terjadi maka pertemuan keduanya bakal tak terasa spesial lagi.
“Orang-orang akan menjadi sangat bosan dengan Real Madrid vs Liverpool. Itu menarik, itulah yang terjadi di sepak bola Eropa," cetusnya pada Sky Sports.
"Ini akan memalingkan generasi pendukung. Ini akan menjadi membosankan, tidak ada apa-apa di sana. Apa yang membuat saya bersemangat??"
"Saya suka menonton Liverpool. Sepak bola bisa membawa Anda ke tempat di mana tidak ada orang lain yang bisa. Ini tidak akan pernah membawa Anda ke tempat ini lagi," ketus Carragher.
Klopp Senang Lihat West Ham di Liga Champions
Manajer Liverpool Jurgen Klopp juga menentang digelarnya European Super League. Ia juga senang dengan format Liga Champions yang ada saat ini karena hal itu bisa membuatnya melihat tim macam West Ham bisa berlaga di kompetisi paling elit di Benua Biru tersebut.
"Saya 53 tahun. Sejak saya bermain sepak bola profesional, Liga Champions telah ada di sana. Tujuan saya selalu melatih tim di sana. Saya tidak punya masalah dengan Liga Champions," tegasnya.
"Saya suka aspek kompetitif sepak bola. Saya suka West Ham mungkin bermain di Liga Champions. Saya tidak ingin mereka [main di UCL] karena kami ingin [Liverpool yang main di UCL] tetapi saya suka mereka memiliki kesempatan. Apa yang bisa saya katakan? Itu tidak mudah," terangnya.
Jika pemain Liverpool dan Real Madrid nekat bermain di European Super League, mereka akan mendapatkan sanksi berat dari UEFA. Para pemain itu akan dilarang bermain di Piala Dunia dan Euro.
(Sky Sports)
Jangan Lewatkan:
- Kisruh European Super League, Pemilik Liverpool Diancam Bakal Diusir dari Anfield
- Mereka yang Terlupakan oleh European Super League: Ajax, AS Roma, dan Lainnya
- Alan Shearer Minta Premier League Bekukan Enam tim Peserta European Super League
- Skema Uang Selamat Datang ESL: MU, Barcelona dan Real Madrid Dapat Rp 6,12 Trilyun
- European Super League: Ini Rincian Banderol Skuad 12 Klub Inisiator ESL
- Debat Jurgen Klopp vs Gary Neville Semakin Panas, Gara-gara Liverpool dan ESL Nih!
- Ian Wright: Memalukan! Arsenal Tak Pantas Ikut European Super League
- European Super League Ajak UEFA dan FIFA Kooperatif, Buat Apa?
- Opini: Dilema European Super League Buat Fans - Tetap Dukung Klub Idola atau Berpaling?
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 23 Juli 2026 09:16Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
-
inggris 23 Juli 2026 06:07Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:52Hotman Jawab Tudingan 30 Outlet Holywings Hasil TPPU Febrie Adriansyah
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:52Menko Polkam Ungkap Pesan Prabowo Tentang Bahaya Narkoba
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:48Istana Belum Bahas Pengganti Sudaryono sebagai Wamentan
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:44Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Koperasi Merah Putih
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:25Universitas Republik Indonesia akan Fokus Pendidikan STEM dan Kedokteran
MOST VIEWED
Jadi Rekrutan Keempat, Manchester United Tawarkan Jalur 'Fast Track' untuk Tynan Thompson
Inikah Gelandang Ketiga yang akan Dibeli Manchester United di Musim Panas 2026?
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Michael Carrick Buka Pintu untuk Marcus Rashford Kembali Perkuat Manchester United
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5352014/original/062526900_1758090393-vape_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300156/original/001773700_1784299348-65299532-31bb-4d3a-9661-bf22f4c4a599.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305521/original/033199400_1784796543-IMG-20260723-WA0075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304511/original/048687200_1784717620-bgn5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302345/original/035584600_1784541943-Screenshot_2026-07-20_at_15.42.02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527652/original/007385100_1773209737-0310__3_.jpg)

