FOLLOW US:


Manchester City Bantah Melakukan Selebrasi Tidak Pantas pada Liverpool

15-05-2019 21:27

 | Vincent Kompany

Manchester City Bantah Melakukan Selebrasi Tidak Pantas pada Liverpool
Manchester City, Premier League Champions 2018/2019 © Bola.net

Bola.net - Manchester City membantah tuduhan pemain mereka merayakan kemenangan Premier League dengan nyanyian yang berkaitan dengan suporter Liverpool Sean Cox atau tragedi Hillsborough.

Hari Selasa (14/05) kemarin, sebuah video menjadi viral di media sosial. Dalam video itu terlihat para pemain City merayakan kemenangan mereka di dalam pesawat.

Saat itu mereka dalam perjalanan pulang ke Manchester usai menghadapi Brighton. Skuat City menyanyikan chant "Allez, Allez, Allez" karya suporter Liverpool.

Namun lirik chant itu diubah. Dalam lirik tersebut, diduga ada unsur sindiran pada Liverpool, bintang mereka Mohamed Salah, yang dicederai oleh Vincent Kompany.

Ada juga sindiran pada fans The Reds yang sedih setelah pasukan Jurgen Klopp kalah dari Real Madrid di Kiev. Selain itu ada juga dugaan sindiran yang dialamatkan pada seorang suporter Liverpool, Sean Cox, yang menjadi korban penganiayaan di sekitar Anfield jelang duel melawan AS Roma musim lalu.

1 dari 2

Bantahan City


Namun ada juga yang menyebut chants itu menyindir para korban tragedi Hillsborough, yang menewaskan 96 suporter Liverpool. Insiden itu sendiri terjadi pada tahun 1989 silam.

Namun tudingan itu dibantah oleh pihak Manchester City. Mereka bersikeras chants yang dimaksud telah menjadi chants yang biasa mereka nyanyikan selama musim 2018-19 dan mengacu pada final Liga Champions 2018 di Kiev.

"Setiap dugaan yang berhubungan dengan lirik Sean Cox atau tragedi Hillsborough sepenuhnya tanpa dasar," tambah pernyataan itu seperti dilansir Sky Sports.

Selebrasi itu sendiri membuat banyak suporter Liverpool berang. Meski demikian pihak Liverpool sendiri tidak memberikan komentar apapun terkait hal tersebut.

2 dari 2

Mudah Juara


Sebelumnya, legenda Manchester United Gary Neville, berharap agar Josep Guardiola bertahan lebih lama di Manchester City. Jika itu terjadi, maka gelar juara akan lebih mudah didapatkannya.

"Saya tidak tahu berapa lama ia akan berada di Inggris. Saya yakin, tim-tim lain juga berharap ia akan pergi lebih cepat. Tapi, jika ia bersedia bertahan selama dua atau tiga musim lalu, ia bisa lebih mudah juara," cetusnya pada Sky Sports.

"Ia akan memenangkan dua atau tiga gelar juara [Premier League] lainnya dengan mudah," sambung Neville.