Melihat Arsenal Frustrasi Ditahan Liverpool, Bukti Alotnya Perburuan Gelar!

Melihat Arsenal Frustrasi Ditahan Liverpool, Bukti Alotnya Perburuan Gelar!
Winger Arsenal, Bukayo Saka saat melawan Liverpool, 9 Januari 2026 pada lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Arsenal datang ke laga melawan Liverpool dengan harapan tinggi, didorong peluang memperlebar jarak di puncak klasemen. Namun, atmosfer pertandingan dan tuntutan momen justru membuat mereka tampil berat dan kesulitan menemukan ritme.

Memang musim baru memasuki bulan Januari dan segalanya masih bisa terjadi. Laga ini pun menjadi pengingat untuk Arsenal bahwa masih terlalu dini untuk bicara soal juara, mengingat jalan tak sepenuhnya mulus.

Bagi Mikel Arteta, hasil dan performa tersebut memang mengecewakan. Namun, ia memahami bahwa tekanan dan kesulitan seperti ini adalah bagian tak terpisahkan dari perburuan gelar Premier League.

1 dari 3 halaman

Beratnya Setiap Poin di Musim Ini

Beratnya Setiap Poin di Musim Ini

Pemain Arsenal, Gabriel, menarik pemain Liverpool, Florian Wirtz, dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Arteta mengakui betapa beratnya mengumpulkan poin demi poin sepanjang musim. Ia menegaskan bahwa perasaan tersebut sudah ia rasakan sejak Agustus, mencerminkan tuntutan besar yang kerap tak terlihat dari luar lapangan.

“Saya sudah punya perasaan ini sejak Agustus,” ujar Arteta. “Setiap poin didapat lewat kerja keras, banyak di antaranya tak terlihat, di tempat latihan, perjalanan, gym, ruang rapat, memproses informasi, mencoba hal baru, berlatih, mengulang, bermain, memulihkan diri, dan menyerap ekspektasi yang terus datang.”

Ia menambahkan bahwa tekanan tersebut dirasakan semua pihak di liga. Standar kompetisi yang tinggi membuat setiap pertandingan menjadi ujian, tanpa pengecualian.

“Kami semua merasakan hal yang sama. Setiap manajer, setiap pemain, setiap tim. Karena inilah level liga ini dan Anda bisa melihat betapa sulitnya,” lanjut Arteta.

2 dari 3 halaman

Arsenal Kehilangan Ritme Lawan Liverpool

Arsenal Kehilangan Ritme Lawan Liverpool

Pemain Arsenal, Jurrien Timber (kiri), dan pemain Liverpool, Cody Gakpo, berlari mengejar bola dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (AP Photo) (c) AP Photo/Ian Walton

Tergelincirnya Manchester City sempat memberi kesan jalan Arsenal akan lebih lapang. Namun Liverpool tampil terkontrol dan disiplin, membuat Arsenal kesulitan mengembangkan permainan.

Setelah awal yang cukup menjanjikan lewat dominasi Bukayo Saka dan Jurrien Timber di sisi kanan, permainan Arsenal perlahan memudar. Kurangnya intensitas dan sinkronisasi membuat mereka gagal menaikkan tempo.

Arteta menilai timnya terlalu sering kehilangan bola di area yang tidak perlu. Ia mengakui performa tersebut berada di bawah standar yang biasa mereka tunjukkan, terutama pada aspek-aspek mendasar permainan.

“Kami memberikan bola-bola yang sangat tidak perlu,” kata Arteta. “Itu di bawah standar yang biasa kami tunjukkan.”

3 dari 3 halaman

Tantangan di Lini Depan dan Reaksi Emosional

Banyak umpan silang Arsenal sebenarnya jatuh di area berbahaya. Namun selama satu jam, Viktor Gyokeres tampak kesulitan menemukan pijakan di tengah tekanan perburuan gelar Premier League.

Situasi ini menjadi kontras dengan posisi Arsenal di klasemen, mengingat mereka mampu bertahan di puncak meski tanpa Kai Havertz, minim kontribusi Gabriel Jesus, dan striker baru yang belum sepenuhnya menyatu sejak datang dari Sporting.

Di akhir laga, Arteta memasukkan sejumlah pemain seperti Gabriel Martinelli untuk mencari perubahan. Namun, frustrasi memuncak saat Martinelli bereaksi keras terhadap cedera Conor Bradley, sebuah momen emosional yang mencerminkan desperasi Arsenal malam itu.