Menengok Karier Casemiro di Man United: 4 Musim, 2 Trofi, dan Segudang Kerja Keras

Menengok Karier Casemiro di Man United: 4 Musim, 2 Trofi, dan Segudang Kerja Keras
Selebrasi Casemiro usai mencetak gol ke gawang Bournemouth, Selasa (16/12/2025) (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Keputusan Casemiro untuk meninggalkan Manchester United di akhir musim 2025/2026 menandai penutup sebuah fase penting di Old Trafford. Di usia yang mendekati 34 tahun, gelandang asal Brasil itu memilih mengakhiri perjalanannya setelah kontraknya berakhir.

Casemiro bukan sekadar rekrutan mahal dari Real Madrid. Ia datang membawa reputasi juara, pengalaman level tertinggi, dan harapan besar untuk menata ulang lini tengah United yang lama kehilangan keseimbangan.

Empat musim berseragam Setan Merah diwarnai dinamika, pergantian pelatih, serta fluktuasi performa tim. Namun di tengah periode transisi tersebut, peran Casemiro tetap meninggalkan jejak yang jelas.

1 dari 4 halaman

Peran Vital Sejak Kedatangan

Peran Vital Sejak Kedatangan

Pemain Manchester United, Casemiro (kiri), dan pemain Burnley, Hjalmar Ekdal, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Casemiro didatangkan oleh Manchester United pada Agustus 2022, saat klub membutuhkan figur berpengalaman untuk menstabilkan lini tengah. Ia langsung mengisi peran gelandang bertahan yang lama menjadi titik lemah United.

Kemampuannya membaca permainan, memutus alur serangan lawan, dan menjaga disiplin posisi membuat struktur tim lebih rapi. United terlihat lebih seimbang ketika Casemiro berada di lapangan.

Di musim debutnya, dampaknya terasa instan. United kembali tampil kompetitif di kompetisi domestik dan memperlihatkan kontrol permainan yang lebih matang.

2 dari 4 halaman

Trofi dan Kontribusi Nyata

Trofi dan Kontribusi Nyata

Selebrasi Bryan Mbeumo dan Casemiro bersama pemain Manchester United di laga melawan Man City, Sabtu 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Puncak kontribusi Casemiro datang pada musim 2022/2023 saat United menjuarai Carabao Cup. Ia mencetak gol di final melawan Newcastle, sekaligus membantu mengakhiri puasa trofi klub.

Satu musim kemudian, Casemiro kembali menjadi bagian dari skuad yang menjuarai FA Cup. Dua gelar domestik itu menjadi pencapaian penting di era pasca-Sir Alex Ferguson.

Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, Casemiro juga kerap mencetak gol krusial. Kontribusinya tidak hanya defensif, tetapi juga hadir di momen-momen penentu.

3 dari 4 halaman

Pengaruh di Ruang Ganti dan Lapangan

Pengaruh di Ruang Ganti dan Lapangan

Selebrasi gelandang Manchester United, Casemiro merayakan golnya ke gawang Bournemouth. (c) AP Photo/Jon Super

Selama empat musimnya, Casemiro bekerja di bawah beberapa manajer berbeda. Dalam situasi tersebut, ia menjadi figur rujukan berkat mentalitas juara yang dibawanya dari Real Madrid.

Profesionalisme dan standar latihannya memberi contoh bagi pemain muda United. Ia dikenal vokal di lapangan, menjaga intensitas, dan menuntut konsistensi dari rekan setimnya.

Pengaruh itu membuat Casemiro tetap relevan, bahkan ketika performa tim secara keseluruhan naik-turun. Ia menjadi simbol pengalaman di tengah fase pembangunan ulang klub.

4 dari 4 halaman

Penutup Perjalanan di Old Trafford

Musim 2025/2026 akan menjadi musim terakhir Casemiro bersama United. Keputusan berpisah diambil seiring berakhirnya kontrak dan pertimbangan usia.

Ia meninggalkan Old Trafford dengan dua trofi domestik dan peran penting dalam periode transisi klub. Warisannya tidak diukur semata dari statistik, tetapi dari stabilitas yang sempat ia hadirkan.

Bagi Manchester United, kepergian Casemiro menandai akhir satu bab penting, dan awal dari tantangan baru di lini tengah yang kembali harus dibangun ulang.