FOLLOW US:


Meski Kalah Dalam Belanja Pemain, MU Diyakini Bisa Finis di Atas Chelsea

16-09-2020 01:20

 | Dimas Ardi Prasetya

Meski Kalah Dalam Belanja Pemain, MU Diyakini Bisa Finis di Atas Chelsea
Manchester United © AP Photo

Bola.net - Legenda Liverpool Jamie Carragher meyakini Manchester United lebih berpeluang finis di posisi yang lebih baik di klasemen Premier League ketimbang Chelsea meski mereka kalah agresif dalam perburuan amunisi baru musim panas ini.

Chelsea begitu agresif pada bursa transfer musim panas 2020 ini. Mereka memboyong enam pemain sekaligus.

The Blues memboyong Hakim Ziyech, Timo Werner, Ben Chilwell, Malang Sarr, Thiago Silva, dan Kai Havertz. Mereka juga diklaim masih akan belanja kiper baru.

Di sisi lain, Man United bergerak cukup pasif. Mereka hanya mendatangkan Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam.

1 dari 2

Manchester United Finis di Atas Chelsea

Chelsea pun diprediksi bakal berbicara banyak di Premier League musim ini. Mereka disebut akan bisa menganggu dominasi Liverpool dan Manchester City.

Akan tetapi Jamie Carragher merasa hal tersebut tak akan terjadi. Ia meyakini The Blues justru akan finis di bawah Manchester United.

"Saya benar-benar percaya, bahkan jika Manchester United tidak mendatangkan pemain seperti yang dilakukan Chelsea, mereka akan tetap menjadi penantang terdekat dua tim teratas," ujarnya pada Sky Sports.

"Bruno Fernandes akan berada di sana selama satu musim penuh dan ia membuat perbedaan besar ketika ia datang pada Januari, ia luar biasa. Jika ia melanjutkan performanya ke musim ini, mereka bisa melangkah lebih dekat," cetus Carragher.

2 dari 2

Chelsea Banyak Kendala

Jamie Carragher membeberkan apa alasan ia memprediksi Chelsea bakal finis di bawah Manchester United. Menurutnya ada banyak rintangan yang harus dilalui oleh tim asuhan Frank Lampard tersebut.

"Saya pikir hal yang harus kami sebutkan, dengan Chelsea membawa semua pemain itu, adalah hal tersulit dalam manajemen - dan ini adalah sesuatu yang saya ingat dikatakan Alex Ferguson - adalah mengelola perubahan," serunya.

"Frank Lampard mengelola perubahan setelah 12 bulan, biasanya seorang manajer mengelola perubahan setelah siklus empat atau lima tahun dan sebuah tim perlu berkembang dan maju. Frank membawa enam atau tujuh pemain dan itu tidak mudah sehingga Chelsea bisa dengan mudah melangkah mundur. Mereka membawa para pemain itu untuk mendorong mereka ke depan dan mendapatkan angka-angka itu, mereka harus membuat perubahan, saya mengerti, tapi itu bisa dengan mudah menjadi kacau," tuturnya.

"Tidak mudah untuk mendatangkan pemain seperti itu dan membuatnya menyatu. Kami tahu pasti bahwa tidak setiap transfer akan berhasil, tidak semua pemain yang didatangkan akan sukses. Itulah mengapa saya masih melihat United sebagai penantang terdekat ke dua tim teratas," tegasnya.

Musim 2019-20 kemarin, Chelsea finis di posisi empat. Sementara itu Manchester United berhasil nangkring di peringkat ketiga.

(Sky Sports)