Michael Carrick Enggan Kritik Sir Jim Ratcliffe, Tegaskan Budaya Inklusif Man United Tetap Terjaga

Michael Carrick Enggan Kritik Sir Jim Ratcliffe, Tegaskan Budaya Inklusif Man United Tetap Terjaga
Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memilih untuk tidak melontarkan kritik secara langsung terhadap komentar kontroversial yang disampaikan oleh pemilik minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe.

Pernyataan Ratcliffe sebelumnya memicu gelombang kritik luas setelah ia menyebut Inggris telah “dijajah oleh imigran” dalam sebuah forum industri di Eropa. Ucapan tersebut sontak menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan hangat, termasuk di kalangan internal klub.

Berbicara kepada media jelang laga tandang melawan Everton, Carrick menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi untuk menambah polemik yang sudah berkembang.

“Sir Jim sudah membuat pernyataan, begitu juga klub. Bukan tempat saya untuk menambah apa pun,” ujar Carrick.

Mantan gelandang Setan Merah itu menekankan bahwa Manchester United memiliki pengaruh global yang besar dan menyadari tanggung jawab moral yang menyertainya. Ia menyebut nilai kesetaraan, keberagaman, dan rasa saling menghormati sebagai fondasi utama budaya klub.

“Saya sudah lama berada di klub ini. Kami bangga dengan lingkungan dan budaya yang kami miliki. Kesetaraan dan keberagaman adalah sesuatu yang kami jalankan setiap hari,” tambahnya.

Dampak ke Internal dan Sponsor?

Dampak ke Internal dan Sponsor?

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski Ratcliffe telah meminta maaf atas “pilihan kata” yang ia akui menyinggung sebagian pihak di Inggris dan Eropa, gelombang kritik belum sepenuhnya mereda.

Sejumlah laporan menyebutkan beberapa pemain merasa tidak nyaman dengan komentar tersebut, mengingat mayoritas skuad United saat ini berasal dari luar Inggris.

Tak hanya berdampak secara moral, kontroversi itu juga disebut-sebut berpotensi memengaruhi aspek komersial klub. Manchester United dilaporkan tengah mencari mitra baru untuk sponsor apparel latihan dan sponsor lengan jersey, yang kontraknya akan habis di akhir musim. Situasi sensitif ini dikhawatirkan bisa membuat calon sponsor berpikir ulang.

Namun demikian, Carrick memastikan ruang ganti tetap solid.

“Kami punya grup yang kuat. Para pemain dan staf selalu berkomunikasi satu sama lain. Semangat tim tetap bagus. Kami menarik napas sejenak, lalu fokus pada apa yang ada di depan,” katanya.

Ratcliffe: Ingin Bahas Imigrasi yang Terkelola

Ratcliffe: Ingin Bahas Imigrasi yang Terkelola

Pemilik saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. (c) AP Photo/Dave Thompson

Dalam klarifikasinya, Ratcliffe menegaskan bahwa komentarnya disampaikan dalam konteks diskusi kebijakan ekonomi Inggris di forum industri Eropa di Antwerp. Bos Ineos itu menyatakan dirinya hanya ingin menekankan pentingnya migrasi yang terkelola dengan baik demi mendukung pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan pengembangan keterampilan.

“Saya minta maaf jika pilihan kata saya menyinggung. Tapi penting untuk membahas imigrasi yang terkontrol dan dikelola dengan baik demi pertumbuhan ekonomi,” ujar Ratcliffe dalam pernyataan resminya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga ruang debat terbuka mengenai tantangan yang dihadapi Inggris saat ini.

Fokus ke Lapangan

Fokus ke Lapangan

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat laga Premier League kontra Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Di tengah badai isu non-teknis, Carrick memilih mengarahkan perhatian penuh pada performa tim di lapangan. Dengan jadwal kompetisi yang padat dan tekanan untuk memperbaiki posisi di klasemen, stabilitas ruang ganti menjadi kunci.

Bagi Carrick, identitas Manchester United sebagai klub global yang dihuni pemain dari berbagai latar belakang justru menjadi kebanggaan tersendiri.

“Saya hanya bisa berbicara dari pengalaman pribadi. Dengan berbagai latar belakang yang ada di klub ini, saya sangat bangga,” tutupnya.

Kontroversi mungkin belum sepenuhnya reda, tetapi bagi Carrick dan skuad Setan Merah, fokus utama tetap satu: menjaga persatuan tim dan meraih hasil maksimal di atas lapangan.

Sumber: Mirror