FOLLOW US:


Momok Cedera, Sebenarnya Pemain Butuh Berapa Lama untuk Siap Bertanding?

26-05-2020 03:00

 | Richard Andreas

Momok Cedera, Sebenarnya Pemain Butuh Berapa Lama untuk Siap Bertanding?
Nike Tunnel Vision Merlin, Bola Resmi Premier League © Nike

Bola.net - Kembali melanjutkan musim setelah dua bulan berhenti bukan perkara sepele. Kebugaran para pemain jelas tidak berada dalam titik terbaiknya, seperti yang terjadi pada semua pemain Premier League.

Saat ini para pemain memang sudah mulai berlatih, tapi masih terbatas dalam kelompok kecil. Artinya, masih butuh waktu satu sampai dua pekan supaya kebugaran pemain mencapai kondisi terbaik untuk bertanding alias match-fit.

Masalahnya, ketika nanti Premier League dilanjutkan, besar kemungkinan jadwal pertandingan bakal dipadatkan dalam waktu singkat. Jika demikian, para pemain justru bakal kian kesulitan dengan ancaman cedera.

Seberapa besar ancaman kebugaran yang menghantui para pemain? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 3

Tidak Bisa Dibandingkan

Mungkin benar hanya staf medis klub yang memahami kondisi fisik masing-masing pemain. Namun, Sky Sports mencoba bertanya pada Gary Lewin, physio Timnas Inggris pada rentang 2008-2016.

Menurutnya, saat ini para pemain menempuh menu latihan yang tidak normal. Mereka harus menjalani latihan padat dalam waktu singkat.

"Masalah terbesar adalah mempercepat peningkatan kebugaran tanpa latihan penuh seluruh tim dan tanpa sesi kontak fisik," ungkap Lewin. "Umumnya, pada pramusim Anda memulai dengan beberapa pekan latihan ringan, lalu latihan jarak dekat, dan akhirnya latihan dengan kontak fisik."

"Lalu meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan reaksi pemain. Kemudian barulah menggelar pertandingan, perlahan-lahan meningkatkan kondisi tim untuk siap bertanding dalam periode enam sampai delapan pekan."

2 dari 3

Situasi Unik

Masalahnya, sekarang para pemain tidak punya waktu enam sampai delapan pekan, bahkan mungkin hanya empat pekan. Jika Premier League berencana melanjutkan musim pada akhir Juli, sekarang para pemain harus bekerja sekeras mungkin.

"Hal yang unik dari situasi ini adalah mereka telah menempuh latihan fisik, lalu mereka memasuki fase dua, yakni latihan tanpa kontak fisik tapi berusaha menggunakan bola, kemudian barulah kontak fisik sepenuhnya," lanjut Lewin.

"Masalahnya mereka tidak bisa menjalani momen jatuh di lapangan, bangkit lagi, berduel dengan rekan. Hal-hal seperti itu hanya bisa didapatkan dengan latihan intens dan pertandingan mini, jadi bakal ada masalah."

3 dari 3

Berbeda

Intinya, berlatih dengan menjaga jarak tidak sama dengan berlatih penuh dalam pertandingan mini. Ketika musim berlanjut nanti, kondisi para pemain jelas tidak akan sama.

"Hilangnya progres adalah perbedaan utama pada situasi ini. Satu-satunya cara mereplika situasi pertandingan adalah dengan bermain," pungkasnya.

Sumber: Sky Sports