'Mr Dependable' Manchester United Itu Bernama Luke Shaw

'Mr Dependable' Manchester United Itu Bernama Luke Shaw
Bek Manchester United, Luke Shaw (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Luke Shaw menjadi kisah sukses besar Manchester United pada musim 2025/26 setelah melewati periode panjang penuh cedera. Bek kiri asal Inggris itu kini tampil sebagai pemain paling konsisten di skuad utama.

Perubahan ini terasa kontras dengan dua musim sebelumnya ketika ia kerap absen karena masalah kebugaran. Kini, Luke Shaw selalu menjadi starter di setiap pertandingan Premier League yang dijalani Setan Merah.

Kondisi tersebut membuat statusnya berubah menjadi figur yang bisa diandalkan setiap pekan. Julukan 'Mr Dependable' layak disematkan karena kontribusinya hadir hampir tanpa jeda.

Kebangkitan Luke Shaw Setelah Dua Musim Sulit di Manchester United

Kebangkitan Luke Shaw Setelah Dua Musim Sulit di Manchester United

Bek Manchester United, Luke Shaw (c) AP Photo/Ian Hodgson

Dalam dua musim terakhir sebelum 2025/26, Shaw mengalami masa yang berat akibat cedera beruntun. Ia bahkan sempat kembali hanya untuk menutup periode itu dengan gol bunuh diri di final Liga Europa.

Catatan absennya mencapai lebih dari 70 pertandingan di semua kompetisi bersama Manchester United. Rekam jejak itu membuat banyak pihak meragukan kemampuannya tampil stabil dalam satu musim penuh.

Musim ini, situasinya berubah total dengan kehadiran rutin di lapangan. Kepercayaan diri Shaw tumbuh seiring menit bermain yang terus bertambah.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 11 Februari 2026
West Ham West Ham
03:15 WIB
Man United Man United

Statistik yang Menegaskan Peran Kunci Luke Shaw di Manchester United

Statistik yang Menegaskan Peran Kunci Luke Shaw di Manchester United

Pemain Bournemouth, Justin Kluivert (kiri), berebut bola dengan pemain Manchester United Luke Shaw dalam laga Liga Inggris, Selasa, 16 Desember 2025. (c) AP Photo/Jon Super

Hingga saat ini, Shaw sudah mengoleksi 2.183 menit bermain pada musim 2025/26. Jumlah tersebut melampaui total menit bermainnya pada dua musim sebelumnya yang hanya mencapai 1.767 menit.

Ia mencatat 25 kali menjadi starter di Premier League musim ini. Angka itu lebih banyak dibandingkan 16 kali starter liga yang ia raih dalam dua musim gabungan sebelumnya.

Dari 25 laga tersebut, Shaw menyelesaikan 90 menit penuh dalam 16 pertandingan. Konsistensi ini jarang dimiliki pemain dengan riwayat cedera serius seperti dirinya.

Faktor Pendukung Konsistensi Luke Shaw di Manchester United Musim Ini

Faktor Pendukung Konsistensi Luke Shaw di Manchester United Musim Ini

Momen bek Manchester United, Luke Shaw melanggar gelandang Manchester City, Rodrigo di lanjutan Liga Inggris, 17 Januari 2026 di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Musim 2025/26 memberi kondisi yang ideal karena Manchester United tidak bermain dua kali sepekan akibat tersingkir lebih awal dari kompetisi piala dan tanpa jadwal Eropa. Hal ini membantu menjaga kebugaran fisik pemain inti.

Selain itu, sistem permainan Ruben Amorim sempat menempatkan Shaw sebagai bek tengah. Peran ini membuatnya tidak perlu terlalu sering naik turun sisi lapangan.

Posisi tersebut mengurangi beban jarak tempuh dan risiko cedera. Efektivitasnya juga terlihat di atas lapangan.

Michael Carrick Kembalikan Luke Shaw ke Posisi Aslinya di Manchester United

Michael Carrick Kembalikan Luke Shaw ke Posisi Aslinya di Manchester United

Bek Manchester United, Luke Shaw (c) AP Photo/Dave Shopland

Situasi berubah ketika Shaw kembali bermain sebagai bek kiri dalam skema empat bek Michael Carrick. Peran ini menuntut kontribusi ofensif yang lebih besar dibanding musim sebelumnya.

Ketika Manchester United berturut-turut mengalahkan Manchester City 2-0, Arsenal 3-2, Fulham 3-2, dan Tottenham 2-0, Luka Shaw selalu ada di atas lapangan. Dia benar-benar 'Mr Dependable', sosok yang bisa diandalkan.

Tantangan berikutnya datang pada musim depan ketika Manchester United berpotensi kembali tampil di kompetisi Eropa. Jadwal padat akan menguji apakah performa stabil ini bisa dipertahankan.

Jika ia juga masuk skuad Piala Dunia, intensitas pertandingan akan meningkat signifikan. Manchester United perlu menyusun rotasi cermat agar tidak mengulang siklus cedera yang pernah terjadi kepadanya.

Sumber: United in Focus