
Bola.net - Luke Shaw menjadi kisah sukses besar Manchester United pada musim 2025/26 setelah melewati periode panjang penuh cedera. Bek kiri asal Inggris itu kini tampil sebagai pemain paling konsisten di skuad utama.
Perubahan ini terasa kontras dengan dua musim sebelumnya ketika ia kerap absen karena masalah kebugaran. Kini, Luke Shaw selalu menjadi starter di setiap pertandingan Premier League yang dijalani Setan Merah.
Kondisi tersebut membuat statusnya berubah menjadi figur yang bisa diandalkan setiap pekan. Julukan 'Mr Dependable' layak disematkan karena kontribusinya hadir hampir tanpa jeda.
Kebangkitan Luke Shaw Setelah Dua Musim Sulit di Manchester United

Dalam dua musim terakhir sebelum 2025/26, Shaw mengalami masa yang berat akibat cedera beruntun. Ia bahkan sempat kembali hanya untuk menutup periode itu dengan gol bunuh diri di final Liga Europa.
Catatan absennya mencapai lebih dari 70 pertandingan di semua kompetisi bersama Manchester United. Rekam jejak itu membuat banyak pihak meragukan kemampuannya tampil stabil dalam satu musim penuh.
Musim ini, situasinya berubah total dengan kehadiran rutin di lapangan. Kepercayaan diri Shaw tumbuh seiring menit bermain yang terus bertambah.
Statistik yang Menegaskan Peran Kunci Luke Shaw di Manchester United

Hingga saat ini, Shaw sudah mengoleksi 2.183 menit bermain pada musim 2025/26. Jumlah tersebut melampaui total menit bermainnya pada dua musim sebelumnya yang hanya mencapai 1.767 menit.
Ia mencatat 25 kali menjadi starter di Premier League musim ini. Angka itu lebih banyak dibandingkan 16 kali starter liga yang ia raih dalam dua musim gabungan sebelumnya.
Dari 25 laga tersebut, Shaw menyelesaikan 90 menit penuh dalam 16 pertandingan. Konsistensi ini jarang dimiliki pemain dengan riwayat cedera serius seperti dirinya.
Faktor Pendukung Konsistensi Luke Shaw di Manchester United Musim Ini

Musim 2025/26 memberi kondisi yang ideal karena Manchester United tidak bermain dua kali sepekan akibat tersingkir lebih awal dari kompetisi piala dan tanpa jadwal Eropa. Hal ini membantu menjaga kebugaran fisik pemain inti.
Selain itu, sistem permainan Ruben Amorim sempat menempatkan Shaw sebagai bek tengah. Peran ini membuatnya tidak perlu terlalu sering naik turun sisi lapangan.
Posisi tersebut mengurangi beban jarak tempuh dan risiko cedera. Efektivitasnya juga terlihat di atas lapangan.
Michael Carrick Kembalikan Luke Shaw ke Posisi Aslinya di Manchester United

Situasi berubah ketika Shaw kembali bermain sebagai bek kiri dalam skema empat bek Michael Carrick. Peran ini menuntut kontribusi ofensif yang lebih besar dibanding musim sebelumnya.
Ketika Manchester United berturut-turut mengalahkan Manchester City 2-0, Arsenal 3-2, Fulham 3-2, dan Tottenham 2-0, Luka Shaw selalu ada di atas lapangan. Dia benar-benar 'Mr Dependable', sosok yang bisa diandalkan.
Tantangan berikutnya datang pada musim depan ketika Manchester United berpotensi kembali tampil di kompetisi Eropa. Jadwal padat akan menguji apakah performa stabil ini bisa dipertahankan.
Jika ia juga masuk skuad Piala Dunia, intensitas pertandingan akan meningkat signifikan. Manchester United perlu menyusun rotasi cermat agar tidak mengulang siklus cedera yang pernah terjadi kepadanya.
Sumber: United in Focus
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Sassuolo vs Inter: Rating Pemain dari Banjir Gol di Markas Jay Idzes dan Kolega
- Juventus vs Lazio: Rating Pemain dari Laga Dramatis di Allianz Stadium
- Valencia vs Real Madrid: Rating Pemain Los Blancos dari Kemenangan 2-0 di Mestalla
- Gol Perdana Haaland di Anfield dan Kemenangan Dramatis Man City
- Gol Spektakuler Szoboszlai yang Berujung Malapetaka
- Man City yang Menolak Tersingkir dari Perburuan Gelar Premier League
- Drama VAR Liverpool vs Man City di Anfield, Keputusan Kontroversial yang Memecah Opini
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 29 Maret 2026 07:00Diincar MU, RB Leipzig Pagari Yan Diomande dengan Harga Selangit
MOST VIEWED
- Memancing di Air Keruh, Manchester United Tertarik untuk Boyong Pemain Tottenham Ini
- Alejandro Garnacho Sedang Terpuruk di Chelsea dan Jadi Bahan Ejekan Fans
- Tradisi 24 Tahun Diputus Demi Lindungi Pemain, MU Tak Gelar Tur Dunia pada Awal Musim 2026/2027?
- 11 Tim Premier League Berpeluang ke Kompetisi Eropa Musim Depan, Begini Skenarionya
HIGHLIGHT
- 11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada...
- 3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, A...
- Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Mas...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/2819747/original/093151200_1559203908-20190530-Sistem-One-Way-Diberlakukan_-Begini-Suasana-di-Gerbang-Tol-Cikampek-Utama7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540571/original/054503300_1774766957-1001828532.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540569/original/077313200_1774766720-1000733107.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540422/original/085077700_1774751391-IMG_20260329_083713.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540540/original/004589100_1774760926-IMG_20260329_111854.jpg)

