Musim Hampa Manchester United: Karam di Dua Piala Domestik, Hanya 40 Laga, Paling Sedikit Sejak Perang Dunia I

Musim Hampa Manchester United: Karam di Dua Piala Domestik, Hanya 40 Laga, Paling Sedikit Sejak Perang Dunia I
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes usai laga melawan Brighton di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Tidak ada manajer permanen, tidak ada trofi yang bisa dikejar, dan kini, nyaris tidak ada lagi harapan. Peluit akhir laga melawan Brighton di Old Trafford tidak hanya disambut cemoohan, tetapi juga keheningan yang memekakkan telinga.

Kekalahan di Piala FA tersebut memunculkan satu statistik brutal yang menggambarkan betapa kerdilnya musim Manchester United kali ini: 40 pertandingan.

Ini adalah jumlah total laga yang akan dimainkan United sepanjang musim, sebuah rekor musim terpendek sejak kampanye 1914-15, di mana saat itu kompetisi piala ditiadakan akibat meletusnya Perang Dunia I.

1 dari 4 halaman

Sejarah Kelam Terulang

Musim ini menjadi catatan sejarah yang ingin segera dilupakan oleh publik Old Trafford. Setelah tersingkir oleh Grimsby di putaran kedua Carabao Cup, kekalahan perdana dari Brighton di ajang Piala FA memastikan United terlempar dari dua kompetisi domestik di rintangan pertama.

Catatan buruk ini terakhir kali terjadi pada musim 1981-82.

Catatan pertandingan terpendek Manchester United dalam semusim. (c) stats by SkyCatatan pertandingan terpendek Manchester United dalam semusim. (c) stats by Sky

Ironi semakin terasa pekat dengan kehadiran Danny Welbeck. Mantan penyerang United ini kembali menjadi mimpi buruk, membawa déjà vu menyakitkan. Terakhir kali United memainkan 45 pertandingan atau kurang dalam satu musim adalah 11 tahun lalu. Kala itu, Welbeck mencetak gol kemenangan untuk Arsenal di Old Trafford.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 17 Januari 2026
Man United Man United
19:30 WIB
Man City Man City
2 dari 4 halaman

Realitas Pahit Darren Fletcher

Realitas Pahit Darren Fletcher

Pelatih interim Manchester United, Darren Fletcher berjalan keluar lapangan bersama Joshua Zirkzee usai laga Piala FA melawan Brighton, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Dengan Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick disebut-sebut sebagai kandidat untuk posisi interim, Darren Fletcher yang kini memegang kendali sebagai pelatih interim menghadapi beban berat.

Saat ini, United adalah satu dari tiga tim Premier League—bersama Bournemouth dan Everton—yang hanya menyisakan jadwal liga domestik hingga Mei nanti. Bahkan lima tim terbawah di klasemen pun masih memiliki peluang matematis meraih trofi musim ini. Bagi United, kapal menuju tangga juara sudah resmi karam.

Satu-satunya target tersisa adalah tiket Liga Champions. Namun, jarak poin dan performa tim membuat target ini terasa jauh dari jangkauan.

Dalam pernyataan resminya, Fletcher mencoba tetap realistis namun tegas mengenai standar klub.

"Hal itu (kualifikasi Liga Champions) masih bisa dicapai musim ini. Ini bukan hal yang ingin didengar penggemar tentang Manchester United. Mereka seharusnya memenangkan piala dan menantang gelar Premier League," terang Fletcher usai pertandingan.

"Di situlah posisi kami saat ini. Kami harus menghadapinya. Ini bukan level Manchester United dan bukan apa yang diharapkan. Tapi kami harus melakukan sesuatu. Kami harus mengambil langkah maju dengan lolos ke Liga Champions.," lanjutnya.

"Para pemain harus bangkit. Saya menantang mereka untuk melakukannya, mereka memiliki kualitas dan kepemimpinan yang cukup. Jangan sia-siakan musim ini, itulah tantangan yang saya tetapkan," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Vonis Superkomputer: Peluang di Bawah 5 Persen

Vonis Superkomputer: Peluang di Bawah 5 Persen

Harry Maguire berjalan keluar lapangan setelah laga putaran ketiga Piala FA antara Manchester United vs Brighton di Old Trafford, 11 Januari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Optimisme Fletcher berbenturan keras dengan data statistik. Lolos ke Liga Champions mungkin dianggap "sukses" bagi standar United saat ini, namun jalan menuju ke sana penuh terjal.

Dua laga berikutnya adalah mimpi buruk: menjamu Manchester City dan bertandang ke markas Arsenal. Fletcher sendiri mengakui timnya saat ini dalam kondisi "rapuh". Jika gagal mendulang poin di dua laga ini, United bisa tertinggal sembilan poin dari empat besar.

Analisis data dari Opta Supercomputer memberikan gambaran yang lebih suram:

  • Peluang Man United finis di empat besar hanya 4,9 persen.
  • Ada empat tim lain yang secara statistik lebih berpeluang daripada MU, termasuk Brentford (posisi 5) yang dinilai memiliki peluang dua kali lebih besar.
  • Prediksi akhir Man United adalah finis di posisi kedelapan, terpaut 10 poin dari zona Liga Champions.

Jika prediksi ini terwujud, rezim Sir Jim Ratcliffe dan INEOS akan menghadapi kemungkinan nyata: dua musim penuh berturut-turut tanpa trofi dan tanpa kompetisi Eropa.

4 dari 4 halaman

Protes di Ujung Tanduk

Ketidakpuasan suporter mulai memuncak. Spanduk yang mempertanyakan kemampuan Ratcliffe memperbaiki situasi sudah terlihat, dan protes direncanakan akan digelar pada laga kandang melawan Fulham mendatang terkait struktur kepemilikan yang dianggap tidak layak.

Bagi para penggemar setia yang memadati Old Trafford, mungkin hanya ada satu "sisi positif" dari kekalahan melawan Brighton: dengan hanya 17 pertandingan tersisa, penderitaan menyaksikan tim kesayangan mereka musim ini akan berakhir lebih cepat.