Ambisi Besar di HUT ke-71 PBVSI: Tembus Olimpiade 2032

Ambisi Besar di HUT ke-71 PBVSI: Tembus Olimpiade 2032
Ketua umum PBVSI, Imam Sudjarwo memberikan sambutan di acara HUT ke-71 PBVSI di Gedung Serbaguna Padepokan Voli Sentul pada hari Kamis (26/2/2026) sore hari WIB. (c) Bola.net/Abdul Aziz

Bola.net - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) baru saja merayakan hari ulang tahun ke-71 dengan penuh ambisi. Momen spesial ini menjadi titik balik federasi untuk melakukan evaluasi besar-besaran demi mengejar prestasi dunia.

Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mematangkan program pembinaan atlet. Langkah ini diambil sebagai fondasi kuat untuk menatap turnamen internasional di masa depan.

Target yang dipatok pun tidak main-main bagi skuad Merah Putih. PBVSI secara resmi membidik satu tiket prestisius untuk tampil di ajang Olimpiade 2032 mendatang.

Visi besar ini mencakup seluruh sektor, mulai dari voli indoor hingga voli pantai. Federasi optimistis kualitas pemain Indonesia mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Gebrakan Baru: Pelatih Kelas Dunia dari Brasil

Gebrakan Baru: Pelatih Kelas Dunia dari Brasil

HUT ke-71 PBVSI di Gedung Serbaguna Padepokan Voli Sentul pada hari Kamis (26/2/2026). Turut hadir di acara tersebut ketua umum PBVSI, Imam Sudjarwo berserta pengurus. (c) Bola.net/Abdul Aziz

PBVSI menyadari bahwa peningkatan kualitas teknik dan taktik adalah harga mati. Untuk itu, federasi berencana mendatangkan tenaga ahli dari negara kiblat voli dunia, Brasil.

Rencananya, pelatih-pelatih asing tersebut akan segera tiba di tanah air dalam waktu dekat. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan sentuhan magis bagi performa tim nasional.

"Pada Mei mendatang, tim pelatih dari Brasil akan didatangkan khusus untuk menangani tim nasional indoor putra," ujar Imam Sudjarwo di Sentul, Kamis (26/2/2026).

Imam menambahkan bahwa pembagian tugas pelatih asing ini akan merata di dua sektor utama.

"Satu pelatih akan fokus di sektor putra dan satu lainnya untuk putri, dengan asisten pelatih tetap berasal dari lokal," imbuhnya.

Bidik Empat Pemain Naturalisasi untuk Skuad Jangka Panjang

Selain merombak jajaran kepelatihan, PBVSI juga menyiapkan kejutan di sektor komposisi pemain. Federasi sedang memproses rencana naturalisasi empat pemain muda berbakat.

Langkah berani ini diambil untuk menambah kedalaman skuad dalam proyek jangka panjang menuju Brisbane 2032. Para pemain tersebut diketahui berasal dari Brasil, negara dengan tradisi voli yang sangat kuat.

"Federasi juga tengah memproses rencana naturalisasi empat pemain, masing-masing dua putra dan dua putri, yang berasal dari Brasil," ungkap Imam.

Saat ini, pihak federasi sedang merampungkan segala urusan administrasi yang diperlukan. Dokumen tersebut nantinya akan segera dilaporkan kepada Menpora sebelum diajukan ke DPR.

"Status mereka, apakah memiliki garis keturunan Indonesia atau tidak, masih dalam penelusuran," jelasnya lagi.

Evaluasi Posisi Indonesia di Peringkat Dunia

Sejauh ini, rapor tim nasional voli Indonesia sebenarnya menunjukkan grafik yang cukup positif. Di level Asia, baik tim putra maupun putri sukses menembus posisi 10 besar.

Berdasarkan ranking dunia FIVB, tim putra saat ini nangkring di peringkat 48 dunia. Sementara itu, tim putri Indonesia berada di posisi 54 dunia.

"Secara umum, capaian hingga saat ini cukup menggembirakan," tutur Imam Sudjarwo dengan nada optimis.

Meskipun menunjukkan progres, Imam menekankan bahwa peringkat sembilan di Asia belum cukup memuaskan. Evaluasi tetap dilakukan agar posisi Indonesia terus merangkak naik di kancah global.

"Capaian tersebut tidak membuat federasi berpuas diri. Semua tetap menjadi bahan evaluasi untuk menyusun program ke depan."