Perihal Ozil Ogah Terima Pemotongan Gaji di Arsenal, Begini Penjelasan Sang Agen

Yaumil Azis | 31 Maret 2022 07:41
Pemain Fenerbahce, Mesut Ozil (c) AP Photo

Bola.net - Sebelum cabut, Mesut Ozil sempat menciptakan huru-hara karena menolak pemangkasan gaji dari Arsenal. Kisah di balik keputusan kontroversial itu baru dibuka oleh sang agen, Erkut Sogut, dua tahun berselang.

Seperti yang diketahui, pada tahun 2020, pandemi Covid-19 sukses memporak-porandakan industri sepak bola global. Hampir semua kompetisi dihentikan sementara demi memutus rantai penyebaran virus corona.

Selama empat bulan, kontrak pemain terus berjalan dan gaji tetap harus dibayarkan. Ini jelas merugikan buat klub, sebab mereka pun tidak memiliki pemasukan dari tiket pertandingan.

Beberapa klub besar kemudian mengajukan pemangkasan gaji kepada para pemainnya, terutama mereka yang mendapatkan bayaran setinggi langit, demi kelangsungan hidup klub. Tidak terkecuali Arsenal.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Ozil Meminta Jaminan

Potongan yang diminta Arsenal memang cukup besar, yakni sebesar 15 persen dari gaji mereka. Beberapa pemain telah menerima proposal itu tapi tidak dengan Mesut Ozil. Situasi tersebut membuat citra Ozil buruk di mata penggemar.

Apalagi, saat itu, kontribusi Ozil di lapangan dinilai kurang memuaskan.Mendengar Ozil selaku pemain dengan bayaran tertinggi di Arsenal (350 ribu pounds per pekan) namun enggan menerima pemangkasan tentu membuat fans kesal.

Kontroversi itu telah berakhir. Ozil telah cabut dari Emirates Stadium sejak tahun 2021 lalu. Namun Erkut Sogut selaku agen Ozil mengangkat kembali momen itu dan menceritakan apa yang ada di benak Ozil saat menolak permintaan klub.

"Dia bertanya kepada saya, 'uangnya bakal ke mana?'. Mesut meminta jaminan dari klub bahwa mereka takkan memecat siapapun. Bahwa manajemen akan menerima pemangkasan gaji juga," kata Sogut kepada Arsenal Fan TV.

2 dari 2 halaman

Siap Gajinya Dipotong Lebih Banyak

Jadi, sebenarnya dari pengakuan Sogut, Ozil mau merelakan sebagian gajinya bahkan dengan presentase lebih besar. Asal manajemen Arsenal mau melakukan pengorbanan serupa.

"Jika jaminan itu diberikan dan ditandatangani, dia bersedia menerima pemangkasan gaji yang lebih besar. 30 persen," kata Sogut lagi.

"Dia ingin tahu ke mana uangnya akan pergi. Jika itu dipakai untuk membeli pemain lain, dia tak mau melakukannya. Jika itu untuk mengamankan tempat kerja, dia bersedia," tutupnya.

(Arsenal Fan TV via Metro.co.uk)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR