Perubahan Drastis yang Dilakukan Sir Jim Ratcliffe di Man United Akhirnya Mulai Membuahkan Hasil

Perubahan Drastis yang Dilakukan Sir Jim Ratcliffe di Man United Akhirnya Mulai Membuahkan Hasil
Pemilik saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United tengah berada dalam fase transisi besar, baik di dalam maupun luar lapangan. Sejak kedatangan Sir Jim Ratcliffe melalui grup Ineos, klub berjuluk Setan Merah itu mengalami berbagai perubahan signifikan yang memicu pro dan kontra di kalangan suporter.

Dalam periode tersebut, manajemen memangkas sekitar sepertiga jumlah karyawan lewat dua gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, harga tiket pertandingan dinaikkan, sejumlah pemegang tiket musiman lama dipindahkan tempat duduknya, serta dua manajer harus angkat kaki dari Old Trafford.

Langkah-langkah drastis tersebut membuat Ratcliffe menjadi sasaran kritik. Ia bahkan mengaku dirinya tidak populer di kalangan fans United.

“Saya memang sangat tidak populer di Manchester United karena kami membuat banyak perubahan,” ujar Ratcliffe kepada Sky News.

Semua Demi Manchester United

Semua Demi Manchester United

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski demikian, miliarder yang bergerak di industri kimia itu menegaskan semua keputusan diambil demi kebaikan klub.

“Tapi menurut saya, itu untuk hal yang lebih baik. Kami mulai melihat bukti di klub bahwa perubahan itu mulai membuahkan hasil,” lanjutnya.

Ratcliffe menyadari kebijakan sulit akan selalu menimbulkan reaksi negatif. Namun ia merasa langkah tersebut memang perlu diambil demi memperbaiki fondasi klub.

“Jika Anda melakukan hal-hal sulit, yang kami rasa harus dilakukan di Manchester United, maka untuk sementara waktu Anda akan menjadi sangat tidak populer,” tegasnya.

Musim Terburuk dan Upaya Bangkit

Musim Terburuk dan Upaya Bangkit

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Perubahan besar itu terjadi setelah United mencatat musim terburuk mereka dalam 51 tahun terakhir. Pada musim lalu, Setan Merah hanya finis di peringkat ke-15 klasemen Liga Inggris dan gagal meraih satu pun trofi.

Musim ini pun diperkirakan akan berakhir tanpa gelar. Namun ada secercah harapan di kompetisi domestik. Di bawah arahan pelatih kepala baru, Michael Carrick, United kini berada di posisi keempat klasemen dan berada di jalur terdepan untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Carrick sendiri hanya terikat kontrak hingga akhir musim. Manajemen klub saat ini tengah dalam proses mencari pelatih permanen untuk memimpin proyek jangka panjang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa United masih dalam tahap penataan ulang, baik dari sisi manajemen maupun performa tim.

Tekanan dari Suporter

Tekanan dari Suporter

Aksi demo suporter Manchester United sebelum laga Premier League versus Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Tak hanya kritik di media sosial, Ratcliffe juga menjadi sasaran nyanyian bernada kasar dari suporter di stadion. Bahkan, ia sempat dikonfrontasi langsung oleh sejumlah fans saat menghadiri pertandingan tandang ke markas Fulham.

Situasi ini menggambarkan betapa sensitifnya perubahan di klub sebesar Manchester United, yang memiliki basis pendukung global dan sejarah panjang kesuksesan.

Meski tekanan terus datang, Ratcliffe tetap yakin arah yang diambilnya tepat. Ia menilai transformasi besar memang membutuhkan waktu dan kesabaran, terutama setelah klub terpuruk dalam beberapa musim terakhir.

Sumber: Sky Sports