
Bola.net - Kira-kira sepekan terakhir, jagat media sosial Indonesia diramaikan dengan polemik kata "Anjay". Kata ini multitafsir, dinilai bisa berdampak negatif untuk generasi muda Ibu Pertiwi. Lalu, apakah di dunia sepak bola ada kata semacam ini?
Bola.net tak akan bicara panjang lebar soal polemik Anjay, untuk itu Anda bisa mengamati media-media lain yang membahasnya secara mendalam. Namun, guna mencapai konklusi yang selaras, mari kita mulai dari fondasi yang sama.
Anjay adalah bentuk eufemisme alias penghalusan dari kata "Anjing". Menurut KBBI, Anjing (n) adalah binatang menyusui yang biasa dipelihara untuk menjaga rumah, berburu, dan sebagainya.
Tidak ada unsur makian dalam kata "Anjing" jika mengacu pada KBBI, tapi bahasa adalah ilmu yang lentur. Pada penerapan di kalangan masyarakat tertentu, kata "Anjing" kerap digunakan sebagai umpatan, dan karena itulah bentuk penghalusannya pun dipermasalahkan.
Yang perlu diingat, kata tidak bisa berdiri sendiri, bergantung pada konteks. Karena itulah banyak kata-kata multitafsir yang dipandang ambigu oleh masyarakat luas.
Kini mari tinggalkan polemik Anjay pada tempatnya dan mari beranjak ke dunia sepak bola. Adakah kata-kata yang bermasalah, yang multitafsir, yang bahkan sampai dilarang di lapangan hijau?
Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Juga terjadi di sepak bola
Di artikel ini Bola.net akan fokus ke sepak bola Eropa, khususnya Premier League dan sepak bola Inggris secara umum. Menukil CNN, ternyata memang ada batasan-batasan tertentu yang diterapkan di lapangan hijau.
Ada kata yang boleh dan tidak boleh dikatakan dalam pertandingan, meski dalam praktiknya penuh kelonggaran. Umumnya kata-kata yang dilarang ini berkenaan dengan ras, agama, orientasi seksual, gender, dan disabilitas.
Kata-kata umpatan jelas dilarang. Seperti F*ck, Ars*hole, C*nt, C*ck, D*ckhead, B*tch, dan masih banyak lagi. Namun, ada pula kata-kata yang multitafsir dan dilarang, sama seperti kasus Anjay.
Sebut saja kata-kata yang menyentuh ranah kesetaraan gender dan fisik seperti "queen", "don't be a woman", "cripple", juga "princess" dan "man up". Kata-kata ini pun bisa jadi masalah, menyulut emosi pemain di lapangan, sama seperti kasus Anjay.
Pelecehan Rasial
Meski begitu, peraturan terkait kata-kata kasar di atas terbilang fleksibel, wasit tidak langsung menjatuhkan hukuman, tergantung konteks.
Banyak pemain yang lolos dan dibiarkan meski berkata kasar di lapangan, tapi ada pula yang terjerat kasus seperti Wayne Rooney. Mantan striker Manchester United ini pernah dijatuhi larangan bertanding dua pertandingan karena umpatan kasar di lapangan.
Juga, sepak bola Eropa pun punya masalah yang lebih besar daripada mengurus umpatan pemain di lapangan. Mereka sedang bersama-sama berusaha menekel rasisme, pelecehan yang masih terlalu sulit dikontrol.
Bagaimanapun, di bidang apa pun, menilai kata tidak bisa lepas dari konteks. Dan bukankah usaha melindungi manusia dari kata multitafsir berarti mengerdilkan akal budi manusia itu sendiri?
Sumber: Berbagai sumber, CNN
Baca ini juga ya!
- Kiper PSG yang Pernah Bela Real Madrid, Alphonse Areola Resmi Gabung Fulham
- Sukses Berevolusi di Man United, Kini Anthony Martial Dipuji Deschamps
- Mourinho Dan Sindiran Pedasnya Pada Manchester City Terkait Lionel Messi
- Sama-Sama Tangguh, De Bruyne Jelaskan Perbedaan Utama Man City dan Liverpool
- Digosipkan Gabung MU, Mengapa Jack Grealish Sepi Peminat?
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 22 Juli 2026 16:47Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
-
Liga Spanyol 22 Juli 2026 12:00Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 22 Juli 2026 21:57Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
BERITA LAINNYA
-
inggris 22 Juli 2026 20:35Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
-
inggris 22 Juli 2026 14:00Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
SOROT
-
Liputan6 22 Juli 2026 21:57Ketua DPRD Bone Dipolisikan Buntut Dugaan Aniaya Staf karena Kue
-
Liputan6 22 Juli 2026 21:28Jalan Keluar Agar Tak Lagi Bermalam di Stasiun Cikarang
-
Liputan6 22 Juli 2026 21:22Dishub DKI Bangun Pelican Crossing di Bekas JPO Tendean
-
Liputan6 22 Juli 2026 21:17Biang Kerok Jalan Cakung-Cilincing Macet Sejak Kemarin
MOST VIEWED
Jadi Rekrutan Keempat, Manchester United Tawarkan Jalur 'Fast Track' untuk Tynan Thompson
Inikah Gelandang Ketiga yang akan Dibeli Manchester United di Musim Panas 2026?
5 Pemain Manchester United yang Tampil Menjanjikan Lawan Wrexham
Here We Go! Chelsea Pecahkan Rekor Transfer untuk Boyong Morgan Rogers
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304704/original/016390800_1784735476-1001487600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304689/original/021470600_1784732248-903084.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715363/original/041394300_1782801197-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_13.19.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303555/original/038246300_1784643457-57344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297615/original/034322700_1784100838-IMG_8537.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304671/original/004944000_1784729873-IMG_2504.jpeg)

