
Bola.net - Chelsea harus menelan pil pahit pada leg pertama semifinal Carabao Cup usai takluk 2-3 dari Arsenal di Stamford Bridge, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini tak lepas dari penampilan buruk kiper Robert Sanchez yang melakukan dua kesalahan fatal, meski kebangkitan singkat The Blues lewat aksi gemilang Alejandro Garnacho membuat asa ke final masih terbuka.
Bermain di kandang sendiri, Chelsea sejatinya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah pesta gol 5-1 atas Charlton Athletic pada laga perdana di era pelatih baru, Liam Rosenior. Namun, semua momentum positif itu seolah sirna hanya dalam hitungan menit ketika Sanchez gagal mengantisipasi sepak pojok Declan Rice. Ben White dengan mudah menanduk bola ke gawang kosong pada menit ketujuh.
Arsenal tampil agresif sepanjang babak pertama dan terus menekan lini belakang Chelsea. Meski begitu, tuan rumah masih beruntung hanya tertinggal satu gol hingga turun minum. Petaka kembali datang di awal babak kedua. Kesalahan Sanchez dalam mengamankan umpan rendah membuat Viktor Gyokeres tanpa kesulitan menceploskan bola dari jarak dekat, memperlebar keunggulan Arsenal.
Saat situasi kian sulit, Rosenior memasukkan Alejandro Garnacho dari bangku cadangan. Keputusan itu langsung berbuah manis. Winger asal Argentina tersebut menunjukkan ketenangan dengan menyarangkan bola di sela kaki Kepa Arrizabalaga, menghidupkan kembali harapan publik Stamford Bridge. Namun, Arsenal merespons cepat lewat tembakan keras Martin Zubimendi yang kembali menjauhkan keunggulan tim tamu.
Garnacho belum selesai. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Chelsea menutup laga dengan kekalahan tipis 2-3. Dua gol tersebut setidaknya memberi modal penting jelang leg kedua di Emirates Stadium, meski Chelsea kini wajib membalikkan keadaan untuk bisa melangkah ke final di Wembley.
Di balik skor akhir, performa individu pemain Chelsea menuai sorotan. Robert Sanchez menjadi figur paling disorot dengan penampilan yang jauh dari kata memuaskan, meski sempat melakukan satu penyelamatan krusial di babak kedua. Lini belakang The Blues juga tampak rapuh menghadapi tekanan Arsenal, dengan minimnya kepemimpinan dan kesalahan-kesalahan mendasar.
Berikut rapor pemain Chelsea di laga ini selengkapnya.
Kiper dan Bek

Robert Sanchez (2/10)
Penampilan yang sulit dilupakan dengan cara yang buruk. Dua kesalahan elementer berujung gol Arsenal. Gagal membaca sepak pojok Declan Rice dan ceroboh mengamankan bola rendah yang berakhir pada gol Gyokeres. Satu penyelamatan gemilang di babak kedua tak cukup menutupi malam kelamnya.
Josh Acheampong (4/10)
Kurang nyaman bermain di sisi lapangan. Beberapa kali kewalahan menghadapi pergerakan Leandro Trossard yang cukup leluasa mengeksploitasi areanya.
Wesley Fofana (4/10)
Tak mampu menjadi pemimpin di jantung pertahanan. Koordinasi dengan rekan-rekannya kurang solid, membuat lini belakang Chelsea mudah ditekan.
Trevoh Chalobah (3/10)
Kesulitan besar menghadapi duel fisik Viktor Gyokeres. Distribusi bolanya juga tidak efektif dan beberapa kali memutus ritme permainan tim sendiri.
Marc Cucurella (3/10)
Terlibat duel panas dengan Bukayo Saka yang berujung kartu kuning. Sepanjang laga, Cucurella kalah dalam adu kecepatan dan positioning di sisi kiri.
Lini Tengah

Andrey Santos (5/10)
Mengisi peran Moises Caicedo yang absen, namun belum mampu memberi keseimbangan yang sama. Kalah dominan dari duet Declan Rice dan Martin Zubimendi.
Enzo Fernandez (6/10)
Masih menjadi motor kreativitas Chelsea dengan beberapa peluang yang ia ciptakan. Sayangnya, pengaruhnya di lini tengah kerap teredam oleh solidnya gelandang Arsenal.
Joao Pedro (5/10)
Sulit menemukan ruang di area berbahaya. Minim sentuhan krusial dan jarang melepaskan tembakan sebelum akhirnya ditarik keluar.
Lini Depan

Estevao (7/10)
Cukup merepotkan pertahanan Arsenal saat mendapat ruang untuk berlari. Terlibat adu emosi dengan Trossard yang membuatnya diganjar kartu kuning, namun tetap menjadi salah satu ancaman utama.
Marc Guiu (4/10)
Nyaris tak memberi dampak berarti di lini serang. Pergerakannya mudah dipatahkan dan akhirnya digantikan demi mengubah dinamika permainan.
Pedro Neto (7/10)
Tampil lebih hidup di babak kedua. Assist untuk gol pertama Garnacho menjadi bukti kontribusinya, dan ia terlihat berbahaya setiap kali Chelsea melancarkan serangan balik.
Pemain Pengganti

Alejandro Garnacho (8/10)
Super-sub sejati. Masuk dan langsung memberi perubahan signifikan. Dua golnya menjaga Chelsea tetap “hidup” dalam perebutan tiket final. Pemain terbaik Chelsea di laga ini.
Benoit Badiashile (5/10)
Masuk menggantikan Acheampong dan cukup disiplin, meski sempat menerima kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Saka.
Jorrel Hato (4/10)
Dimasukkan untuk menambah kekuatan bertahan, namun belum mampu memberi rasa aman di lini belakang.
Tosin Adarabioyo (4/10)
Menambah tenaga segar di pertahanan, tetapi Chelsea tetap terlihat rentan hingga peluit akhir.
Shumaira Mheuka (N/A)
Masuk di menit-menit akhir saat Chelsea mengejar gol penyama. Waktu bermain terlalu singkat untuk dinilai.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 14:37Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
LATEST UPDATE
-
Bulu Tangkis 14 Juni 2026 15:13Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
-
Otomotif 14 Juni 2026 14:48Klasemen Pembalap ASB1000 ARRC Asia Road Racing Championship 2026
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 14:37Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 14:00Prediksi Piala Dunia 2026: Iran vs Selandia Baru 16 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:43Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:33Brasil Vs Maroko: Raphinha Belum Maksimal
-
Liputan6 13 Juni 2026 22:01Daftar Hoaks Bantuan yang Mencatut Prabowo, Ada Hasil Manipulasi AI
-
Liputan6 13 Juni 2026 14:31Prabowo Terima Menhan Jepang, Ini Sejumlah Kerja Sama yang Dibahas
MOST VIEWED
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Bisa Tekel dan Atur Permainan, Ederson Paket Lengkap untuk Manchester United
Tawaran Triliunan Rupiah Manchester City Untuk Bintang Nottingham Forest Ditolak Mentah-mentah
Liverpool Sudah Mengejar Mati-matian, tapi Wonderkid Jerman Berjuluk The Next Toni Kroos Ini Justru Pilih Leverkusen
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258737/original/031550300_1781406712-063_2281462946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258674/original/099056600_1781400341-Brazil_s_Marquinhos__4__reacts_to_a_tie_at_the_end_of_the_World_Cup_Group_C_soccer_match_between_Brazil_and_Morocco.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258667/original/015531500_1781400113-Brazil_s_Raphinha__left__is_helped_up_by_Morocco_s_Ayoub_Amaimouni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258322/original/049274100_1781335745-bb91c9ba-4984-46a9-bfd0-3b4006ce3c1a.jpeg)
