FOLLOW US:


Werner dan Havertz, Biang Kerok Posisi Sulit Frank Lampard Saat Ini

13-01-2021 05:20

 | Richard Andreas

Werner dan Havertz, Biang Kerok Posisi Sulit Frank Lampard Saat Ini
Pemain Chelsea, Kai Havertz. © AP Photo

Bola.net - Frank Lampard tengah berada di posisi tersulitnya sejak menangani Chelsea. Nahasnya situasi sulit ini justru disebabkan oleh dua pemain barunya: Timo Werner dan Kai Havertz.

Lampard berusaha keras menjaga prinsipnya sebagai bos The Blues. Dia tidak memilih starting line-up berdasarkan harga, reputasi, atau usia, hanya murni berdasarkan performa sehari-hari.

Meski begitu, sejak awal musim ini prinsip itu mulai goyah. Chelsea belanja besar-besaran musim panas lalu, bakal konyol jika Lampard tidak menggunakan pemain-pemain baru tersebut.

Masalahnya, pemain-pemain baru inilah yang juga bisa membuatnya kerepotan karena performa yang tidak kunjung memuaskan.

Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Dua termahal, tapi ...

Havertz dan Werner mengisi urutan pertama dan kedua transfer termahal musim panas lalu. Havertz datang dari Bayer Leverkusen dengan 70 juta pounds, sebelumnya Werner direkrut dari RB Leipzig dengan 47,5 juta pounds.

Keduanya memang memukau bersama klub masing-masing di Jerman, tapi faktanya mereka kesulitan sejak tiba di Premier League. Havertz masih kebingungan, Werner sedikit lebih baik.

Alhasil, Lampard jadi berada di posisi sulit dan terancam kehilangan pekerjaannya. Di satu sisi dia harus memberi kesempatan bermain untuk pemain mahal level top, di sisi lain dia bakal kesulitan jika pemain-pemain itu tampil buruk.

2 dari 2

Berat sebelah?

Selain itu, muncul pula tudingan miring bahwa Lampard terlalu menganakemaskan pemain-pemain asli Inggris. Bahkan jika ada pemain asing yang lebih baik dalam skuadnya, Lampard dituding condong memilih pemain Inggris.

Sebut saja nama-nama seperti Reece James, Tammy Abraham, dan Mason Mount. James paling kentara, permainannya ada di kelas menengah tapi masih lebih sering dipercaya jadi starter.

Keputusan memilih Abraham pun dikritik, padahal ada Olivier Giroud yang sedang bagus-bagusnya dan efektif di depan gawang. Mount masih lebih baik, setidaknya performanya cukup memuaskan.

Sumber: Football London