5 Pelajaran Torino vs Inter Milan: Lupakan AC Milan, Fokus Hindari Juventus Saja

Yaumil Azis | 14 Maret 2022 07:52
Alexis Sanchez mencetak gol pada laga Torino vs Inter Milan di pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) Inter Milan

Bola.net - Hasil yang kurang memuaskan didapatkan Inter Milan dari lawatannya ke markas Torino dalam rangka melakoni pekan ke-29 Serie A, Senin (14/3/2022). Mereka hanya bisa membawa pulang satu poin usai bermain imbang 1-1.

Torino yang bertindak sebagai tuan rumah sempat unggul lebih dulu berkat gol Gleison Bremer pada menit ke-12. Kemenangan tampak akan jadi milik Il Toro, sampai Alexis Sanchez membuat Stadio Olimpico di Torino terdiam lewat golnya di masa injury time.

Ada lima pelajaran menarik yang Bolaneters bisa petik dari pertandingan kali ini. Simak informasi selengkapnya dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

Fokus ke Juventus Saja

(c) AP Photo

Harapan Inter Milan merebut puncak klasemen dari rival sekotanya, AC Milan, sebenarnya belum tertutup rapat. Meski sedang menduduki peringkat ketiga, pasukan Simone Inzaghi hanya terpaut empat angka dari Rossoneri.

Namun ketimbang memikirkan Milan, alangkah baiknya Inter fokus menghindari tekanan dari Juventus. Sebab klub berjuluk Bianconeri tersebut sedang mengintai dari peringkat keempat dengan selisih tiga angka saja.

Pekan depan bisa jadi momen yang krusial, sebab Inter akan berhadapan dengan lawan berat yakni Fiorentina. Sementara Juventus dihadapkan dengan musuh yang relatif mudah untuk dikalahkan, Salernitana.

2 dari 5 halaman

Lini Depan Oh Lini Depan

Edin Dzeko berduel dengan pemain lawan pada laga Torino vs Inter Milan di pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) AP Photo

Entah apa masalah yang menimpa barisan penyerang Inter Milan. Mereka tiba-tiba berubah dari striker ganas menjadi sekumpulan orang linglung ketika sudah berada di depan gawang lawan.

Harapan sedikit muncul ketika Inter berhasil membantai Salernitana lima gol tanpa balas. Laga melawan Liverpool pun masih bisa dimaafkan, karena klub berjuluk Nerazzurri tersebut harus bermain dengan 10 orang.

Torino memang punya pertahanan yang kuat, tapi seharusnya bisa dibongkar oleh klub sekelas Inter Milan. Mereka hanya mampu membantai Salernitana sejak bulan Desember 2021 lalu. Sudah sepatutnya Inzaghi khawatir dengan lini depannya.

3 dari 5 halaman

Menuju Dua Pekan yang Berat

Ekspresi Arturo Vidal pada laga Torino vs Inter Milan di pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) Inter Milan

Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, Inter Milan akan menghadapi Fiorentina pada akhir pekan ini. Mereka punya waktu yang cukup panjang utnuk menghadapi klub besutan Vincenzo Italiano tersebut.

Perlu disadari bahwa Fiorentina tidak mudah ditaklukkan. Pertahanannya lebih mudah dibobol ketimbang Il Toro, tapi barisan penyerang Fiorentina tetap menakutkan meski telah ditinggal Dusan Vlahovic.

Setelah itu, mereka akan menghadapi Juventus. Melawan klub besutan Massimiliano Allegri itu di Allianz Stadium bukanlah perkara mudah. Mereka punya torehan yang bagus belakangan ini dan sudah pasti akan membuat Nerazzurri kerepotan.

4 dari 5 halaman

Bremer, Si Bek Pencetak Gol

Bek Torino, Gleison Bremer (kedua dari kiri), merayakan golnya ke gawang Inter Milan dalam laga lanjutan Serie A hari Senin (14/3/2022). (c) AP Photo

Kualitasnya dalam mengawal pertahanan bukan satu-satunya aspek yang membuat Bremer ramai dibicarakan musim ini. Ia adalah seorang bek dengan mata yang tertuju pada gawang lawan.

Berdasarkan catatan Opta, Bremer telah mengemas 11 gol dalam kurun waktu tiga musim terakhir. Tidak ada bek tengah yang mampu membukukan gol lebih banyak darinya dalam periode tersebut.

Torehan ini disokong oleh kemampuannya berduel udara dengan sangat baik. Menurut catatan Whoscored, Bremer mampu memenangkan duel udara sebanyak lima kali dari sembilan percobaan saat menghadapi Inter Milan.

5 dari 5 halaman

Demi Italia, Belotti Harus Benahi Performa

Penyerang Torino, Andrea Belotti, dikawal ketat oleh bek Inter Milan, Andrea Ranocchia, dalam laga lanjutan Serie A hari Senin (14/3/2022). (c) AP Photo

Torino tidak menyesal karena harus ditinggal Ciro Immobile beberapa tahun yang lalu. Sebab merkea memiliki Andrea Belotti sebagai penggantinya. Keahliannya dalam mencetak gol sangatlah apik.

Masalahnya, Belotti sanggat inkonsisten. Terkadang jumlah golnya bisa mencapai kepala dua, nyaris kepala tiga. Namun ada beberapa musim di mana golnya cuma berjumlah belasan.

Bahkan musim ini, ia baru membukukan empat gol meski telah bermain sebanyak 14 kali. Ia harus memperbaiki ini sesegera mungkin, atau Italia akan kekurangan opsi striker berkualitas untuk menghadapi Makedonia Utara akhir bulan ini.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR