AC Milan Kehilangan Ketangguhan, Lini Belakang Kini Jadi Titik Lemah

AC Milan Kehilangan Ketangguhan, Lini Belakang Kini Jadi Titik Lemah
Para pemain AC Milan tampak lesu setelah kemasukan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan mulai kehilangan identitas kuat mereka pada fase akhir musim ini. Tim asuhan Massimiliano Allegri kini justru kesulitan menjaga konsistensi di lini belakang.

Pada paruh pertama musim, AC Milan sempat memiliki pertahanan terbaik kedua di Serie A. Mereka hanya kebobolan 15 gol, setara dengan Inter, Napoli, dan Como.

Catatan itu sempat membawa AC Milan bersaing ketat dalam perebutan gelar Serie A. Jarak mereka bahkan hanya terpaut tiga poin dari puncak klasemen.

Situasi berubah drastis sejak pertengahan Maret lalu. Dalam periode tersebut, Rossoneri hanya mencetak enam gol dan kebobolan 12 kali.

Dalam enam pertandingan terakhir, AC Milan kemasukan sembilan gol. Lima gol bahkan bersarang hanya dalam dua laga terbaru mereka.

Kekalahan dari Lazio Jadi Titik Balik

Tanggal 15 Maret menjadi momen yang sulit dilupakan AC Milan musim ini. Kekalahan dari Lazio di Roma membuat mereka keluar dari jalur persaingan Scudetto.

Pada laga itu, Matteo Gabbia absen akibat cedera. Kehilangan bek bernomor punggung 46 tersebut ternyata memberi dampak besar terhadap kestabilan pertahanan tim.

Awalnya, masalah AC Milan dianggap hanya berkaitan dengan absennya Gabbia. Namun, performa individu para pemain kemudian ikut mengalami penurunan.

Faktor fisik dan mental mulai memengaruhi permainan tim. Tekanan setelah gagal menjaga posisi di papan atas ikut memukul kepercayaan diri skuad.

Penurunan Performa di Banyak Lini

Lini tengah AC Milan ikut mengalami penurunan ketika Luka Modric mulai kehilangan ritme permainan. Kontribusi Adrien Rabiot dalam membantu pertahanan juga tidak lagi sekuat sebelumnya.

Di sektor sayap, keseimbangan permainan dari Alexis Saelemaekers juga terasa hilang. Sementara itu, pengorbanan Davide Bartesaghi di sisi kiri tidak lagi terlihat maksimal.

Masalah yang awalnya hanya muncul di lini serang akhirnya menyebar ke seluruh sektor permainan. AC Milan kini tampak kesulitan menjaga organisasi permainan mereka.

Meski begitu, catatan clean sheet melawan Verona dan Juventus menunjukkan potensi itu masih ada. AC Milan masih mampu tampil disiplin ketika fokus permainan tetap terjaga.

Pavlovic Jadi Pemain yang Paling Konsisten

Di tengah performa tim yang menurun, Strahinja Pavlovic menjadi salah satu pemain yang tetap tampil stabil. Bek asal Serbia itu bahkan telah mencetak lima gol di liga musim ini.

Jumlah tersebut lebih banyak dibanding koleksi gol Santiago Gimenez dan Niclas Fullkrug. Pavlovic juga hanya terpaut satu gol dari Christopher Nkunku.

Sebaliknya, performa Fikayo Tomori, Koni De Winter, hingga Gabbia mengalami penurunan cukup tajam. Kiper Mike Maignan juga tampil kurang meyakinkan dalam laga terakhir kontra Atalanta.

Setelah kemenangan 2-1 atas Napoli pada September lalu, Allegri pernah berkata, “Ketika Anda bertahan dengan cara tertentu, Anda jarang kebobolan.” Kini, AC Milan wajib menemukan kembali cara bertahan tersebut demi mengamankan posisi empat besar Serie A.

Sumber: Sempre Milan