Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan

Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Pelatih AC Milan Ruben Amorim memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam laga Serie A antara Lazio vs Milan di Roma, Italia, Sabtu, 12 September 2026 (c) (AP Photo/Alessandra Tarantino

Bola.net - Ruben Amorim menemukan jawaban atas masalah lini tengah AC Milan saat menghadapi Lazio di Serie A. Rossoneri tertinggal dua gol pada babak pertama, tetapi perubahan setelah jeda mengubah jalannya pertandingan.

Masuknya Yunus Musah menjadi salah satu keputusan penting Milan untuk mengatasi tekanan Lazio. Musah memberikan keseimbangan baru bersama Adrien Rabiot dan membantu Milan keluar dari tekanan dengan lebih efektif.

Perubahan tersebut membuat Milan mampu mencetak dua gol melalui Diego Moreira dalam waktu tiga menit. Rossoneri akhirnya membawa pulang satu poin sekaligus mempertahankan rekor tidak terkalahkan.

Lini Tengah Milan Kehilangan Keseimbangan

Amorim menurunkan Samuel Chukwueze sebagai wing-back kanan dan menempatkan Rabiot lebih dalam sebagai bagian dari double pivot. Ruben Loftus-Cheek dan Alphadjo Cisse kemudian bermain di belakang penyerang.

Milan mencoba menekan Lazio sejak awal dengan pendekatan satu lawan satu. Namun, koordinasi antara Loftus-Cheek, Luka Modric, dan Rabiot belum berjalan baik sehingga ruang di tengah lapangan sering kosong.

Lazio memanfaatkan celah tersebut dengan membentuk struktur 5-2-3 saat kehilangan bola. Mereka juga menjaga kedua winger tetap melebar sehingga pemain Milan kesulitan menutup jalur permainan di area tengah.

Musah Mengubah Struktur Permainan

Masuknya Musah memberikan fungsi berbeda di lini tengah Milan. Ia menjadi pemain yang bertugas memecah tekanan lawan, sementara Rabiot bisa bergerak lebih tinggi untuk mendukung serangan.

Keduanya tidak berdiri sejajar, tetapi bermain secara bertingkat. Struktur ini membuat Milan lebih mudah keluar dari tekanan Lazio dan memiliki opsi umpan tambahan di antara lini.

Milan juga mulai menarik tekanan Lazio ke salah satu sisi sebelum memindahkan bola dengan cepat ke sisi lainnya. Pergerakan Christian Pulisic turut membantu karena ia kerap turun ke ruang antarlini tanpa diikuti bek Lazio.

Rotasi Posisi Membuka Jalan Comeback

Perubahan struktur Milan terlihat jelas pada gol pertama. Chukwueze dan Pulisic turun untuk menarik pemain Lazio, sebelum Chukwueze memainkan kombinasi cepat dan memberikan ruang kepada Rabiot yang bergerak ke posisi penyerang.

Rabiot kemudian meneruskan serangan hingga Milan mampu mencetak gol melalui Moreira. Pola tersebut memperlihatkan bagaimana rotasi posisi dapat membuka celah dalam pertahanan yang sebelumnya sulit ditembus.

Gol kedua lahir dari tekanan balik cepat. Musah membaca gerakan Pinamonti, merebut bola lebih tinggi di lapangan, lalu mengirim umpan yang diteruskan ke Moreira untuk menghasilkan gol penyama kedudukan.

Perubahan di lini tengah menjadi faktor penting dalam kebangkitan Milan. Ruben Amorim berhasil mengubah struktur permainan melalui Musah, rotasi posisi, dan tekanan balik sehingga Rossoneri mampu mengatasi masalah yang muncul pada babak pertama.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen