Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim

Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Pemain Juventus Pierre Kalulu (kiri) berebut bola dengan pemain AC Milan Luka Modric dalam laga Serie A di Turin, Italia, Minggu, 6 September 2026 (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Bola.net - Luka Modric menghadapi situasi baru di AC Milan setelah kesulitan mengikuti tuntutan permainan Ruben Amorim. Kondisi itu terlihat jelas saat Milan menghadapi Lazio di Serie A.

Gelandang asal Kroasia tersebut hanya bermain selama 45 menit dalam pertandingan itu. Performa yang tidak maksimal membuat keputusan terkait menit bermainnya mulai menjadi persoalan bagi Milan.

Sebelumnya, Milan hampir selalu mengandalkan pengalaman dan kualitas Modric. Kini, pemain yang baru berusia 41 tahun itu harus menyesuaikan diri dengan sistem yang menuntut intensitas lebih tinggi.

Sistem Amorim Membuat Modric Kesulitan

Menurut Gazzetta dello Sport, perubahan sistem menjadi faktor penting di balik penurunan performa Modric. Formasi 3-5-2 yang digunakan Massimiliano Allegri sebelumnya memberikan perlindungan lebih kepada sang gelandang.

Modric memiliki ruang untuk mengatur permainan sesuai ritmenya sendiri. Kehadiran pemain lain di sekitarnya juga membuat tugas bertahan dan pergerakannya tidak terlalu berat.

Situasinya berbeda di bawah Amorim. Sistem yang diterapkan pelatih asal Portugal tersebut menuntut setiap pemain mampu bergerak dengan intensitas tinggi. Alhasil, kelemahan Modric dalam mengikuti tempo permainan menjadi lebih mudah terlihat.

Menit Bermain Modric Bisa Berubah

Amorim juga memahami bahwa kondisi tersebut bukan semata persoalan kualitas. Pada usia 41 tahun, kemampuan Modric dalam membaca permainan masih berharga, tetapi tuntutan fisik menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Pertandingan melawan Lazio menjadi gambaran nyata. Sistem Milan justru membuat Modric lebih rentan ketika permainan berlangsung dengan tempo tinggi, kondisi yang pada akhirnya dapat merugikan tim.

Oleh karena itu, mencadangkan Modric secara permanen bukan pilihan utama. Milan lebih mungkin menggunakannya secara situasional, terutama dalam pertandingan yang membutuhkan penguasaan bola, kontrol tempo, dan pengalaman.

Amorim menilai Modric tidak lagi ideal untuk pertandingan yang berlangsung seperti perlombaan. Pengalaman dan kualitasnya tetap dibutuhkan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan karakter pertandingan dan kebutuhan tim.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen