
Bola.net - Juventus akhirnya memperkenalkan Maurizio Sarri sebagai pelatih baru musim depan. Banyak pertanyaan mengiringi kedatangan Sarri, mampukah pelatih 60 tahun tersebut sukses di Juventus?
Sarri meninggalkan Chelsea pada musim panas ini. Eks nakhoda Napoli itu kembali ke Italia setelah satu musim berkarir di Premier League.
Kiprah Sarri bersama The Blues sejatinya tidak buruk. Dia berhasil mengantarkan klub meraih gelar Liga Europa dan finis di peringkat ketiga di Premier League.
Sayangnya, hal itu tidak bisa menjadi alasan bagi Sarri untuk bertahan lebih lama di Stamford Bridge. Juventus pun bergerak cepat merekrut Sarri dengan kontrak tiga tahun.
Sarri tentu saja punya tugas yang tidak mudah di Juventus. Ia pastinya dituntut untuk meraih kesuksesan yang sama seperti Allegri. Selain itu sang nakhoda anyar bakal dibebani target tinggi, juara Liga Champions.
Liga Champions jadi idaman petinggi Juventus. Klub raja kompetisi Serie A, baru tercatat dua kali juara Liga Champions.
Delapan tahun terakhir klub satu ini sudah cukup puas jadi juara beruntun kompetisi elite Negeri Pizza. Sarri harus memberi lebih.
Dilansir Bola.com, berikut tiga alasan kenapa Maurizio Sarri bisa kesulitan di Juventus. Scroll yuk!.
Butuh Waktu buat Adaptasi Sistem Sarri-Ball
Maurizio Sarri dikenal dengan metode style bermain Sarri-Ball. Konsep ini mengedepankan permainan kombinasi cepat yang amat ofensif.
Metode ini sukses diterapkan di Napoli, namun belum tentu sukses diterapkan di klub lain. Lihat saja bagaimana pemain Chelsea tergopoh-gopoh memainkan Sarri-Ball.
Stabilitas permainan The Blues baru terbentuk jelang akhir musim. Gelar Liga Europa adalah buah strategi permainan yang diyakini Sarri.
Pertanyaannya Juventus cukup sabar dengan waktu adaptasi itu? Petinggi klub sudah barang tentu tak ingin adaptasi memengaruhi pencapaian prestasi. Mereka menuntut Sarri bisa cepat nyetel dengan pemainnya.
Itu pekerjaan rumah sulit, karena sebagian besar pemain Juventus saat ini peninggalan Massimiliano Allegri, yang dikenal dengan style permainan cenderung bertahan.
Belum Siap Terhadap Tekanan Tinggi
Maurizio Sarri dikenal sebagai pelatih yang teguh pada prinsip yang ia yakini. Itu bagus untuk menciptakan karakter tim yang ditukangi. Hanya saja tentu ada konsekuensinya.
Permainan cantik ala Sarri belum tentu menyajikan gelar. Rekam jejak karier Sarri menunjukkan kalau pelatih yang satu ini minim gelar juara.
Satu-satunya pencapaian tertingginya adalah membawa Chelsea jadi juara Liga Europa musim lalu. Selebihnya di Napoli, Empoli, Perugia, Sarri puasa gelar.
Bisa dibilang kepindahan Maurizio Sarri ke Juventus sebuah langkah besar di karier kepelatihannya. Ia naik kelas masuk jajaran elite.
Cuma konsekuensinya, tekanan yang dirasakannya bakal bertambah berat. Ia tidak bisa santai menukangi klub, gelar merupakan sebuah kewajiban.
Kondisi itu sudah Sarri rasakan saat melatih Chelsea. Nakhoda kelahiran 10 Januari 1959 itu jadi bulan-bulanan kritik sepanjang musim. Bahkan saat ia mempersembahkan trofi juara sekalipun.
Sekukuh apa Sarri menghadapi kerasnya tekanan di Juventus?.
Kesulitan Mengendalikan Bintang
Saat menukangi Napoli dan Empoli, Maurizio Sarri dengan mudah mengendalikan pemain-pemainnya. Hal wajar, karena kedua klub tak memiliki banyak pemain level top.
Kini situasinya berbeda, Sarri bakal menghadapi banyak pemain bintang yang memiliki ego besar di Juventus.
Pelatih berusia 60 tahun tersebut agaknya masih belum terbiasa menangani pemain nama besar. Hal itu terlihat di Chelsea. Ia beberapa kali terlibat percekcokan dengan pemain The Blues.
Kasus paling fenomenal saat kiper, Kepa Arrizabalaga, menolak diganti di final Piala Liga Inggris musim lalu.
Walau pernyataan resmi Chelsea menyebut hal itu terjadi karena salah paham kecil, namun rumor berhembus kalau kasus itu karena rendahnya respeks pemain ke sang mentor.
Di Juventus, Sarri akan menghadapi pemain-pemain yang susah-susah gampang buat ditaklukkan. Sebut saja sang superstar, Cristiano Ronaldo. Sarri agaknya bakal sering menghadapi keruwetan dengan pemain-pemain Juventus.
Sumber: bola.com
BACA JUGA
- Sarri Diyakini Bisa Bangkitkan Higuain di Juventus
- Diincar Manchester United, Jawaban Douglas Costa Ini Bikin Patah Hati
- Menebak Formasi Maurizio Sarri Bersama Juventus Dengan Ronaldo, Ramsey dan Pogba
- Eden Hazard dan Cristiano Ronaldo Bisa Memengaruhi Sarriball di Juventus
- Punya Sarri dan Ronaldo, Juventus Jangan Sombong karena Inter Punya Conte
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:23Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:16Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 07:50AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 07:36Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 07:03Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 12:03Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:23Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:16Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:32Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 31 Oktober 2026 11:23Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
-
italia 31 Oktober 2026 11:16Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
-
italia 31 Oktober 2026 07:50AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
-
italia 31 Oktober 2026 07:03Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
-
italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
italia 30 Oktober 2026 17:28Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
5 Kandidat Pelatih Baru Juventus Pengganti Luciano Spalletti: Didier Deschamps hingga Eks AC Milan
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Hasil Milan vs Bologna: Rossoneri Dipermalukan di Kandang Sendiri, Hattrick Mbangula Jadi Mimpi Buruk
Hasil Genoa vs Juventus: Dua Gol Babak Pertama Bikin Bianconeri Pulang dengan Tangan Hampa
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

