
Bola.net - Como 1907 menjalani laga yang penuh emosi saat menghadapi Inter Milan di Stadio Sinigaglia, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. Mereka kalah tipis 3-4, meski sempat unggul dua gol lebih dulu. Hasil ini memang mengecewakan, tetapi penampilan tim tuan rumah tetap mendapat perhatian.
Gol dari Alex Valle dan Nico Paz sempat membawa Como berada di atas angin sejak awal pertandingan. Namun, Inter menunjukkan kualitasnya sebagai pemuncak klasemen dengan permainan yang lebih efektif. Marcus Thuram dan Denzel Dumfries masing-masing mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan.
Gol penalti Lucas Da Cunha di akhir laga sempat membuka harapan. Sayangnya, peluang terakhir dari Alberto Moreno hanya membentur mistar. Como harus menerima kekalahan, meski performa mereka terlihat lebih berkembang dibanding sebelumnya.
Pelatih Cesc Fabregas tetap melihat sisi positif dari pertandingan ini. Ia menilai para pemainnya sudah menunjukkan sikap yang tepat di lapangan. Baginya, proses yang dijalani Como saat ini masih berjalan ke arah yang benar.
Como yang Berani

Fabregas mengaku tidak terlalu memikirkan posisi tim di klasemen. Ia lebih fokus pada cara bermain yang ingin diterapkan, yaitu berani menyerang tanpa melihat siapa lawannya.
Meski masih ada kesalahan yang berujung gol, ia menganggap hal itu wajar. Timnya dihuni banyak pemain muda yang masih dalam proses belajar. Apalagi lawan yang dihadapi adalah tim dengan kualitas tinggi.
"Saya tidak tahu di posisi mana kami berada di klasemen, karena saya belum memeriksanya sejak awal musim dan saya tidak akan melakukannya sekarang," ujar Cesc Fabregas kepada DAZN Italia.
"Tim saya sekali lagi membuktikan bahwa mereka berani, bersemangat, dan bahkan dalam kekalahan pun menunjukkan karakter. Memang benar kami melakukan kesalahan, tetapi ini adalah tim muda dan kami menghadapi lawan yang akan menghukum Anda untuk setiap kesalahan," lanjutnya.
Performa Apik Melawan Inter
Fabregas cukup puas dengan agresivitas timnya di lini depan. Como mampu mencatat 20 tembakan ke gawang Inter sepanjang pertandingan.
Catatan ini tidak sering terjadi saat menghadapi Inter yang dikenal solid dalam bertahan. Bagi Fabregas, hal tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup jelas dari timnya.
"Saya rasa membicarakan taktik hari ini tidak menarik bagi saya, karena kami sudah menunjukkan semuanya di lapangan. Saya suka melihat statistik, dan tidak banyak tim yang mampu melepaskan 20 tembakan ke gawang melawan Inter," tutur mantan bintang Arsenal itu.
"Jika Anda memberi tahu saya dua tahun lalu bahwa kami akan menantang Inter seperti ini, saya akan berasumsi bahwa kita sedang mengatur pertandingan persahabatan, tetapi kami melawan mereka di lapangan yang setara," tambahnya.
Fokus Menuju Semifinal Coppa Italia
Fabregas menyoroti gol pertama Marcus Thuram jelang turun minum sebagai momen penting. Ia melihat ada masalah komunikasi di lini belakang yang dimanfaatkan lawan.
Meski begitu, ia tetap meminta timnya mempertahankan gaya bermain yang sama. Como akan kembali menghadapi Inter dalam waktu dekat pada leg kedua semifinal Coppa Italia di San Siro.
"Kesalahan adalah bagian dari permainan, itu sering kali membantu Anda tumbuh lebih cepat karena memaksa Anda untuk melihat kenyataan dan tidak hanya berjalan santai. Itu berlaku dalam hidup maupun sepak bola," jelas Fabregas.
"Tim sudah memberikan segalanya, hasilnya sangat disayangkan. Saya hanya mengatakan bahwa itu adalah performa yang bagus dan kami tidak berhenti sekarang, ada enam pekan tersisa ditambah Coppa Italia, dan kita lihat saja di mana kami akan berakhir nanti," pungkas sang pelatih.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 29 Mei 2026 18:26Mantan Pelatih MU Jadi Kandidat Pelatih Baru AC Milan
-
Liga Italia 29 Mei 2026 07:46Dari Conte ke Allegri, Napoli Mengulang Jejak Sejarah Juventus
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 29 Mei 2026 18:26Mantan Pelatih MU Jadi Kandidat Pelatih Baru AC Milan
-
italia 29 Mei 2026 08:11Inter Milan dan Liverpool Semakin Dekat Sepakati Transfer Curtis Jones
-
italia 29 Mei 2026 07:46Dari Conte ke Allegri, Napoli Mengulang Jejak Sejarah Juventus
-
italia 29 Mei 2026 01:00Inter Milan dan Liverpool Sedikit Lagi Sepakati Transfer Curtis Jones
-
italia 28 Mei 2026 23:25Ederson Beres, Manchester United Bakal Beli Gelandang Lagi?
SOROT
-
Liputan6 29 Mei 2026 23:20Prediksi PSG vs Arsenal: Raja Prancis Ditantang Penguasa Inggris
-
Liputan6 29 Mei 2026 21:39Prabowo Kembali ke Jakarta Usai Kunjungan Kenegaraan di Prancis
-
Liputan6 29 Mei 2026 20:45Prabowo Terbitkan Perpres Kereta Cepat, Danantara Masuk Komite
MOST VIEWED
Masterclass Atalanta: Ederson Dibeli Hanya Rp456 Miliar, Dijual ke Manchester United Rp1.09 Trilun
Juventus Fix Bakal Cuci Gudang di Musim Panas, Tapi 2 Pemain Ini Tidak Dijual!
Here We Go! Massimiliano Allegri Jadi Pelatih Baru Napoli Pasca Dipecat Milan!
Kekacauan Besar di AC Milan: Allegri dan Ibrahimovic Dilaporkan Bentrok Fisik usai Rossoneri Gagal ke Liga Champions
HIGHLIGHT
6 Pemain yang Punya Gelar La Liga Lebih Banyak dar...
Xabi Alonso ke Chelsea? Ini 5 Bintang Real Madrid ...
5 Duel El Clasico Paling Gila: Dari Hattrick Bocah...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/7283954/original/045334000_1780070049-IMG-20260529-WA0184.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568950/original/053357800_1777407647-khvicha-kvaratskhelia-psg-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7279720/original/047984000_1780065450-IMG-20260529-WA0182.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7235899/original/026469000_1780020731-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3349413/original/030667000_1610633903-pexels-guilman-5960469.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2830637/original/072724300_1560822535-FOTO_0001.jpg)
