
Bola.net - - Mantan presiden Inter Milan Massimo Moratti mengaku menyesal setelah memecat Luigi Simoni. Seandainya bertahan, Simoni dipercaya bisa memberikan gelar lebih banyak pada Inter.
Simoni pernah menangani Inter selama setahun dari 1997 hingga 1998. Meskipun mengantarkan trofi UEFA Cup, ia dipecat dalam 11 laga di musim baru.
"Simoni tak bersama kami dalam waktu lama, tapi standar saya waktu itu adalah usia. Tahun itu kami punya mentalitas pemenang, atmosfer yang ada menyenangkan dan rasanya menjadi tim hebat," ucap Moratta dalam peluncuran buku autobiografi Simone di San Siro seperti dikutip Football Italia.
"Kami punya Ronaldo, yang bermain fantastis, tapi Simoni mengenalkannya pada tim tanpa menimbulkan rasa cemburu pada pemain lain. Semua pemain bahagia bersamanya."
Pada era Simoni, Inter Milan berada di peringkat dua klasemen Serie A dengan jarak lima poin dari Juventus.
"Simone mendapat hasil bagus juga. Saya tak akan membicarakan kesempatan Scudetto yang kami menangkan, dan kegagalan itu karena alasan lainnya, kami tak tak bisa menyabet dua gelar juara."
"Tim ini bisa memenangkan banyak gelar dan menjadi tim tangguh, tapi saya ingin mengubah melihat hasil yang ada. Ini kesalahan saya, saya menyesalinya dan saya harus membayar itu, tiga kali melakukan pergantian pelatih," papar Moratti.
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 15:47Prediksi Venezuela vs Turki 7 Juni 2026
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 15:27Prediksi Inggris vs Selandia Baru 7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 15:00Belanja Rokok Bisa Mengurangi Gizi Anak
-
Liputan6 5 Juni 2026 14:27IHSG Merosot 3,3% pada Awal Sesi Kedua
MOST VIEWED
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Mengkritik Rafael Leao, Meragukan Ralf Rangnick
Juventus Lirik Gonzalo Garcia dengan Formula Transfer Mirip Nico Paz di Como
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7807382/original/058296600_1780624124-diseminasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7770457/original/077150900_1780581684-Debt_collector_keroyok_anggota_Brimob.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337077/original/061981400_1609327524-20201230-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7824588/original/098674800_1780643713-1001330902.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7824444/original/055507100_1780643609-IMG_1975.jpeg)

