Emil Audero dan Ketidakberuntungannya: 2 Kali Degradasi dari Serie A, Nasib Tragis Kiper Timnas Indonesia

Emil Audero dan Ketidakberuntungannya: 2 Kali Degradasi dari Serie A, Nasib Tragis Kiper Timnas Indonesia
Aks Emil Audero dalam laga Lazio vs Cremonese di Serie A, Minggu (21/12/2025). (c) US Cremonese Official

Bola.net - Musim 2025/2026 menjadi babak pahit lain dalam karier Emil Audero di Serie A. Kiper Timnas Indonesia itu kembali harus menerima kenyataan pahit setelah Cremonese dipastikan terdegradasi ke Serie B.

Cremonese gagal bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia usai finis di peringkat ke-18 klasemen akhir Serie A. Klub promosi tersebut hanya mampu mengoleksi 34 poin dan tertinggal empat angka dari Lecce yang berada di zona aman.

Bagi Emil Audero, ini menjadi pengalaman degradasi kedua dalam kariernya di Serie A. Sebelumnya, penjaga gawang kelahiran Mataram itu juga pernah merasakan nasib serupa ketika membela Sampdoria pada musim 2022/2023.

Situasi ini tentu menjadi ironi tersendiri bagi Emil Audero. Sebab, secara individu performanya tidak terlalu buruk, tetapi ia tetap gagal menyelamatkan klub yang dibelanya dari jurang degradasi.

Cremonese dan Musim Sulit Emil Audero

Cremonese dan Musim Sulit Emil Audero

Pemain Cagliari Sebastiano Esposito (tengah) mencetak gol ke gawang kiper Cremonese Emil Audero pada laga Serie A Italia antara Cagliari vs Cremonese, Sabtu, 11 April 2026 (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Emil Audero bergabung dengan Cremonese pada awal musim 2025/2026 dengan status pinjaman dari Como. Ia langsung dipercaya menjadi kiper utama klub promosi tersebut sepanjang musim berjalan.

Kiper berusia 29 tahun itu tampil pada 34 pertandingan Serie A musim ini. Emil hanya absen dalam empat laga dan menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Cremonese.

Secara statistik, performa Emil Audero sebenarnya cukup kompetitif. Ia mencatat 124 penyelamatan dan membukukan 11 clean sheet sepanjang musim, sebuah catatan yang menunjukkan kualitasnya di bawah mistar.

Namun, pertahanan Cremonese tetap kesulitan menjaga konsistensi sepanjang musim. Emil Audero harus memungut bola dari gawangnya sebanyak 50 kali dan gagal membawa tim keluar dari zona degradasi.

Deja Vu Pahit Setelah Sampdoria

Deja Vu Pahit Setelah Sampdoria

Emil Audero menerima penghargaan Save of the Year di acara PSSI Awards 2026, Sabtu (28/3/2026). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Sebelum bersama Cremonese, Emil Audero juga pernah mengalami pengalaman pahit bersama Sampdoria pada musim 2022/2023. Saat itu, ia bermain sebagai pemain pinjaman dari Inter Milan dan menjadi pilihan utama di bawah mistar.

Pada musim tersebut, Emil Audero tampil dalam 25 pertandingan Serie A bersama Sampdoria. Ia mencatat empat clean sheet, tetapi harus kebobolan 39 gol sepanjang musim berjalan.

Performa Sampdoria kala itu memang sangat buruk sejak awal musim. Il Samp menutup kompetisi sebagai juru kunci klasemen dengan hanya meraih 19 poin dari 34 pertandingan.

Sampdoria juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling buruk di Serie A musim itu. Total 71 gol bersarang di gawang mereka, sementara Emil Audero kembali harus merasakan pahitnya degradasi untuk pertama kali dalam karier profesionalnya.