
Bola.net - Gian Piero Gasperini buka suara terkait kekalahan pahit AS Roma dari Napoli, Senin (1/12/2025) dini hari. Sang pelatih menyoroti proses terjadinya gol tunggal lawan yang memicu perdebatan.
Gasperini terpaksa menonton laga dari tribun Stadio Olimpico karena sanksi larangan mendampingi tim. Ia melihat timnya gagal bermain sesuai rencana dalam perburuan Scudetto ini.
Momen krusial terjadi saat Manu Kone terlibat duel dengan Amir Rrahmani di tepi kotak penalti. Wasit membiarkan laga terus berjalan hingga Napoli mencetak gol lewat serangan balik kilat.
Rekaman ulang menunjukkan adanya kontak, namun Gasperini mencoba objektif melihat situasi tersebut. Ia menilai insiden itu memang bisa menimbulkan banyak persepsi berbeda.
Analisis Insiden Manu Kone

Gasperini tidak sepenuhnya menyalahkan wasit meski terlihat kesal dari tribun penonton. Ia menyadari bahwa keputusan dalam situasi tekel seperti itu seringkali subjektif.
Pelatih veteran ini melihat adanya gerakan kaki lawan yang mengenai pemainnya setelah menyentuh bola. Namun, hal tersebut kerap dianggap wajar dalam duel perebutan bola.
"Insiden seperti ini bisa dilihat dari banyak cara berbeda, saya tidak akan mengatakan itu sangat jelas, karena pemain mengangkat kakinya setelah menyentuh bola dan mengenai kaki Kone," kata Gasperini kepada DAZN Italia.
"Kami melihat banyak tekel meluncur seperti itu yang akhirnya diberikan sebagai pelanggaran," lanjut Gasperini.
Blunder Fatal Lini Belakang
Terlepas dari kontroversi wasit, Gasperini lebih menyesalkan respons pertahanan timnya. Ia mengakui para pemain bertahan Roma kehilangan fokus saat transisi serangan balik.
Posisi Mario Hermoso dan Gianluca Mancini dinilai sudah tidak ideal saat serangan itu terjadi. Kesalahan penempatan posisi inilah yang menurutnya menjadi biang kerok utama kebobolan.
"Bagaimanapun juga, posisi kami masih sangat tidak seimbang dalam situasi itu dengan Hermoso dan Mancini yang keluar dari posisinya, begitu juga dengan bek sayap, jadi ada kesalahan kami sendiri dalam situasi ini yang seharusnya tidak kami biarkan," ujar Gasperini.
"Itu adalah kesalahan kami, satu-satunya momen kami benar-benar membiarkan serangan balik itu, bahkan di babak kedua ketika kami sedang mengejar ketertinggalan," tegasnya.
Filosofi Menyerang vs Bertahan
Kelemahan Roma dalam mengantisipasi serangan balik kembali terekspos di laga ini. Masalah serupa juga kerap terjadi di era pelatih sebelumnya, Ivan Juric dan De Rossi.
Namun, Gasperini menolak mengubah filosofinya menjadi lebih bertahan seperti Claudio Ranieri. Ia percaya gaya main menyerang adalah alasan Roma bisa bersaing di papan atas.
"Kami memiliki banyak pertandingan di mana kami kebobolan sangat sedikit gol. Selain itu, dengan bertahan lebih dalam, Anda membiarkan diri Anda terbuka untuk kebobolan berbagai jenis gol," jelas Gasperini.
"Kami memasuki pertandingan ini sebagai pemimpin Serie A karena gaya sepak bola kami, tetapi tentu saja harus ada keseimbangan dan perlindungan, yang tidak kami lakukan pada kesempatan itu," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 18:44AC Milan Bisa Meledak Bersama Ruben Amorim: Bukan Pelatih Biasa!
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 12:19AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 09:57Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 09:11Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 23:34Link Siaran Streaming Real Madrid vs Sociedad - 27 Agustus 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 26 Agustus 2026 18:44AC Milan Bisa Meledak Bersama Ruben Amorim: Bukan Pelatih Biasa!
-
italia 26 Agustus 2026 12:19AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
-
italia 26 Agustus 2026 11:50Mario Gila Langsung Tak Tergantikan di AC Milan, tapi Ketergantungan Bisa Jadi Masalah
-
italia 26 Agustus 2026 11:24AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
-
italia 26 Agustus 2026 09:57Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
-
italia 26 Agustus 2026 09:11Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
SOROT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 23:20Rem Blong, Truk Terjun ke Jurang Palabuhanratu
-
Liputan6 26 Agustus 2026 23:19Baru 3 Bulan Menikah, Istri Dibunuh Suami
-
Liputan6 26 Agustus 2026 22:46Alasan Staf Khusus Raja Juli Antoni Mangkir Pemeriksaan KPK
-
Liputan6 26 Agustus 2026 22:16Ditahan KPK, Gatot Heroe Diduga Terima Suap Rp 3,25 Miliar
-
Liputan6 26 Agustus 2026 21:41Rumah di Pluit Kebakaran
-
Liputan6 26 Agustus 2026 20:24Rabu Malam, Massa Mulai Padati DPR dan Bikin Posko
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333450/original/034824200_1787761245-437597.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333413/original/057415000_1787754659-1001040623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333446/original/054582200_1787759207-1000435163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333443/original/074340000_1787757372-IMG-20260826-WA0230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256535/original/073242500_1750241429-kebakaran5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333387/original/081299000_1787750999-85650.jpg)

