
Bola.net - Start sempurna Juventus di Serie A 2025/26 harus berakhir di tangan Hellas Verona. Laga pekan keempat tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 yang diwarnai kontroversi.
Hasil ini tidak hanya menodai rekor 100% kemenangan Bianconeri, tetapi juga menyisakan amarah besar. Pelatih Juventus, Igor Tudor, menjadi sosok yang paling vokal menyuarakan kekecewaannya.
Tudor sama sekali tidak bisa menahan emosinya dalam wawancara pasca-pertandingan. Ia secara terbuka menyemprot kepemimpinan wasit Antonio Rapuano.
Menurutnya, ada dua keputusan kunci yang sangat merugikan timnya. Ia bahkan tak segan melabeli keputusan-keputusan tersebut sebagai sesuatu yang "memalukan" dan sebuah "aib".
Penalti 'Memalukan' untuk Verona

Kemarahan Igor Tudor pertama kali meledak saat membahas hadiah penalti untuk Verona. Penalti itu diberikan setelah bola dianggap mengenai tangan Joao Mario di kotak terlarang.
Tudor menganggap keputusan itu sama sekali tidak masuk akal. Menurutnya, hanya orang yang tidak mengerti sepak bola yang akan memberikan penalti seperti itu.
"Penalti yang diberikan itu memalukan," kata Tudor mengawali konferensi persnya kepada DAZN.
"Bagaimana bisa Anda... jika seseorang tidak melihat bola, apa yang seharusnya dia lakukan? Penalti semacam ini tidak ada. Hanya orang yang tidak pernah bermain sepak bola yang bisa memberikannya. Itu aturan yang memalukan," semprotnya.
Sikut Horor yang Lolos dari Kartu Merah
Tidak berhenti di situ, Tudor juga sangat murka karena ada satu pelanggaran keras yang lolos dari hukuman. Insiden ini menimpa beknya, Federico Gatti.
Pencetak gol Verona, Gift Orban, tertangkap kamera menyikut wajah Gatti dengan keras. Anehnya, wasit dan VAR tidak memberikan kartu merah untuk insiden tersebut.
"Lalu ada kartu merah untuk pelanggaran terhadap Gatti. Saya berada tepat di sana, saya melihatnya sendiri," kata sang pelatih.
"Maksud saya, jika Anda tidak memberikan kartu merah untuk itu, saya tidak tahu pelanggaran apa yang Anda beri kartu merah. Jika itu bukan kartu merah, jujur saja, itu adalah sebuah aib," tegasnya.
'Aib' dengan Bantuan VAR
Tudor semakin tidak habis pikir karena kedua insiden kontroversial ini terjadi di era penggunaan VAR. Menurutnya, teknologi seharusnya bisa mencegah kesalahan fatal seperti ini.
Meskipun ia mencoba untuk tidak mencari-cari alasan, Tudor merasa pada akhirnya keputusan wasitlah yang menentukan hasil akhir. Ia merasa sangat dirugikan malam itu.
"Sebuah aib. Dengan VAR, hari ini, dua keputusan ini – tidak," ujar Tudor.
"Saya tidak ingin membuat alasan, tetapi pada akhirnya pertandingan-pertandingan ditentukan seperti ini," tambahnya.
Akui Juventus Kehabisan Energi
Di samping amarahnya yang meluap-luap kepada wasit, Tudor tetap bersikap jantan. Ia juga mengakui bahwa performa timnya memang tidak berada di level maksimal.
Menurutnya, jadwal padat dalam sepekan terakhir telah menguras energi para pemain. Namun, ia sama sekali tidak marah kepada skuadnya karena mereka telah memberikan segalanya.
"Kami mengerahkan banyak hal dalam tiga pertandingan ini, jadi energinya akhirnya kurang," kata Tudor, merujuk pada laga vs Inter, Dortmund, dan Verona.
"Para pemain memberikan segalanya, mereka ingin menekan. Dalam beberapa situasi kami bisa melakukan lebih baik tetapi saya tidak marah: kami memiliki kekuatan dan kelemahan, Anda tidak bisa memenangkan setiap pertandingan," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 15 Mei 2026 23:24Unai Emery Dianggap Layak Latih Real Madrid, Ini Alasannya
-
Liga Italia 15 Mei 2026 22:58Prediksi Roma vs Lazio 17 Mei 2026
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 16 Mei 2026 07:30Prediksi Persis vs Dewa United 16 Mei 2026
-
Bola Indonesia 16 Mei 2026 06:30Prediksi Persik vs Persija Jakarta 16 Mei 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 15 Mei 2026 22:58Prediksi Roma vs Lazio 17 Mei 2026
-
italia 15 Mei 2026 22:57Prediksi Juventus vs Fiorentina 17 Mei 2026
-
italia 15 Mei 2026 21:30Prediksi Genoa vs Milan 17 Mei 2026
-
italia 15 Mei 2026 18:08Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 17-18 Mei 2026
-
italia 15 Mei 2026 17:27Juventus Ngebet Datangkan Alisson Becker
-
italia 15 Mei 2026 16:12Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
SOROT
-
Liputan6 16 Mei 2026 04:42Aston Villa vs Liverpool: Ollie Watkins Menggila, The Reds Merana
-
Liputan6 15 Mei 2026 19:25Kapolda Lampung Ancam Tembak Begal: Silakan Kalau Mau Coba-Coba
-
Liputan6 15 Mei 2026 17:10Penyesalan Anggota DPRD Jember Merokok dan Main Game saat Rapat
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Inter Salip MU dan Liverpool! Ini Daftar Klub deng...
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musi...
Trio Ganas Bayern Munchen Tembus 100 Gol, Ini 10 L...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5987209/original/056935200_1778881322-ollie_watkins_lawan_liverpool.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5951116/original/026513200_1778847925-1001258226.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5942993/original/030966300_1778840043-Screenshot_2026-05-15_171105.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5942330/original/050512000_1778839384-Screenshot_2026-05-15_170050.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5940472/original/091525000_1778837697-1001333589.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5937676/original/046138700_1778834954-momen-nadiem-emosi-dituntut-kejaksaan-27-tahun-penjara-lebih-besar-dari-teroris-93770b.jpg)
