FOLLOW US:


Kisah Debut Tanpa Takut Buffon di Parma Vs AC Milan

17-05-2018 01:07

 | Gianluigi Buffon

Kisah Debut Tanpa Takut Buffon di Parma Vs AC Milan
© Bola.net

Bola.net - Gianluigi Buffon mengungkapkan dirinya sama sekali tak merasa takut saat menjalani pertandingan debutnya bersama dengan Parma, meski lawan yang harus dihadapinya adalah AC Milan.

Buffon memulai karir profesionalnya bersama dengan klub legendaris Italia, Parma. Ia pertama kali dipanggil masuk untuk berlatih bersama first team pada tahun 1994.

Setahun berikutnya, ia dipromosikan ke skuat senior Parma. Saat itu usianya masih 17 tahun, 295 hari.

Ia kemudian menjalani debutnya pada 19 November 1995. Nevio Scala memainkannya di pertandingan besar melawan Milan. Pertandingan itu kemudian berakhir dengan skor imbang 0-0.

Di pertandingan itu, Buffon tampil apik. Ia membuat sejumlah aksi penyelamatan dari aksi-aksi para pemain legenda seperti Roberto Baggio, George Weah hingga Marco Simone.



Milan sendiri pada akhirnya menjadi juara liga pada musim itu. Buffon mengingat dengan jelas apa yang terjadi dan apa yang ada di benaknya kala itu. Diakuinya, meski saat itu masih hijau namun ia malah merasa tidak takut sama sekali harus menjalani debut melawan tim sekelas Rossoneri.

“Pada pertengahan 90-an, selama sekitar 10 tahun, Parma adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Dalam 10 tahun, mereka memenangkan Piala UEFA dua kali, Piala Italia dan Piala Super UEFA. Itu adalah tim dengan level tertinggi. Itu adalah pertandingan yang penting," kenangnya pada The Players Tribune.

“Kami adalah pemimpin liga, punya poin sama dengan Milan, yang memiliki beberapa juara hebat: Baggio, Weah, Savicevic, Maldini. Saya baru berusia 17 tahun dan saya harus bermain," seru Buffon.

“Di pagi hari saya diberi tahu bahwa saya akan bermain dan saya bangga mengatakan bahwa saya tidak takut. Saya ingat pada saat itu saya benar-benar bahagia karena ini adalah kesempatan saya untuk menunjukkan kepada dunia siapa Buffon, dan bahwa ia adalah penjaga gawang yang bagus. Saya ingat rasa sukacita mengalahkan ketakutan sebelum pertandingan penting itu,” bebernya. (tpt/dim)