
Bola.net - Kasus rasisme telah berulang kali terjadi di tanah Italia. Gelandang Manchester United, Paul Pogba, menceritakan bagaimana dirinya menghadapi perlakuan rasis dari lawan saat masih membela klub lamanya, Juventus.
Moise Kean adalah pemain kesekian yang mendapatkan perlakuan rasis dari penggemar lawan. Ia mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan itu saat membela Juventus kala menghadapi Cagliari di ajang Serie A beberapa waktu lalu.
Di sepanjang pertandingan itu, ia bersama rekan setimnya, Blaise Matuidi, disoraki dengan nada-nada yang buruk. Setelah mencetak gol kedua Juventus, pemain berumur 19 tahun itu berselebrasi yang kemudian membuat sorakan kian parah.
Itu baru satu kasus. Pada bulan Desember 2018 lalu, Serie A sudah mendapatkan sorotan karena kasus rasisme yang menimpa bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Seperti Kean, ia juga diteriaki dengan nada-nada yang kurang menyenangkan dari penggemar Inter Milan.
Bek berumur 27 tahun itu sampai kesulitan membendung amarahnya. Ia lalu melampiaskannya ke salah satu pemain Inter Milan dengan memberikan ganjalan keras dan memancing wasit mengeluarkan kartu merah untuknya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Mengutuk Keras Rasisme
Moise Kean, Kalidou Koulibaly, dan Blaise Matuidi, hanya sedikit dari korban rasisme di Italia. Paul Pogba pun pernah merasakannya saat masih membela Juventus dulu. Dengan tegas, ia menyebut kelakuan fans tersebut memalukan.
Kepada The Times, Pogba berkisah: "Saya mengalami itu, dan sangat menyedihkan jika melihat hal seperti itu di atas lapangan. Fans yang melakukan itu, mereka bahkan punya pemain berkulit hitam di dalam timnya, jadi itu terlihat sangat rendah,".
"Mereka tidak menghormati para pemain, dan mereka bahkan tidak menghormati pemain yang berada di dalam timnya. Saya tak tahu apakah mereka rasis, bodoh, atau tidak ingin anda tampil apik. Saya mendengar banyak tapi tidak bereaksi, hanya tersenyum," lanjutnya.
Balas dengan Kebaikan
Tidak seperti Kean yang membalas api dengan api, Pogba justru meladeni tindakan rasisme dari penggemar lawan dengan kebaikan. Salah satunya adalah dengan memberikan seragam miliknya kepada mereka.
"Saya punya cerita: pernah kami menghadapi Fiorentina dan saya baru masuk dari bangku cadangan, dan beberapa orang menirukan suara monyet. Saya berkata 'kenapa?'," tambahnya.
"Lalu saya memberi mereka seragam saya, dan mereka sangat senang. Di akhir pertandingan, mereka memberikan saya tepuk tangan. Reaksi saya? Saya hanya mendoakan mereka dan membuat orang paham bahwa kami hanya menikmati olahraga dan sepak bola," lanjutnya lagi.
Pogba sendiri, sampai sekarang, masih belum mengerti mengapa fans lawan harus melakukan bersikap rasis untuk menggangu konsentrasi pemain di lapangan. Tapi, ia tetap tak bisa berbuat apa-apa karena mengubah pemikiran orang tidaklah mudah.
"Saya paham mereka ingin timnya menang, tapi ada banyak cara yang berbeda untuk mengundang perhatian. Untuk melakukan hal seperti itu, di tahun 2019, sangat memalukan. Dan anda tak bisa mengubah itu karena sudah ada sejak lama," tandasnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 13:49Erupsi Gunung Lewotobi, Bandara Maumere Tutup 2 Hari
-
Liputan6 6 Juni 2026 13:23Bima Arya: Masa Depan Jakarta Bergantung pada Kawasan Aglomerasi
-
Liputan6 6 Juni 2026 12:54Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Ganti Menkeu dan Gubernur BI
-
Liputan6 6 Juni 2026 11:46Bahas Rupiah 18.000 per Dolar AS, ini Hasil Rapat DPR dan Pemerintah
MOST VIEWED
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Mengapa Kenan Yildiz Mau Tinggalkan Bayern Munchen dan Memilih Juventus?
Dusan Vlahovic Pergi Gratis, Juventus Jajaki Alexander Sorloth jadi Pengganti
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898852/original/049583200_1780728555-1002133434.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7897788/original/059664800_1780727172-WhatsApp_Image_2026-06-06_at_11.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7896475/original/043029700_1780725740-IMG_2910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7888802/original/088640200_1780717331-IMG_4763.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7892431/original/049079500_1780721186-IMG_2956.jpg)
