
Bola.net - Pertandingan antara Inter Milan dan Fiorentina berakhir dengan kontroversi besar. Gol pembuka Inter berasal dari sepak pojok yang seharusnya tidak diberikan karena bola sudah keluar setidaknya 20 sentimeter.
Sayangnya, VAR tidak bisa mengoreksi keputusan ini karena keterbatasan protokol. Alhasil Inter memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 di Giuseppe Meazza.
Kesalahan ini menimbulkan kemarahan luas, terutama setelah insiden kontroversial lainnya di Serie A pekan ini, termasuk dalam laga Empoli vs Milan dan Torino vs Genoa. Beberapa pengamat bahkan menyebut insiden ini sebagai 'kematian sepak bola' di Italia.
Jurnalis Dario Baldini mengusulkan tindakan drastis. "Fiorentina seharusnya keluar lapangan sebagai bentuk protes. Lebih baik kalah 0-3 daripada menerima ketidakadilan ini," katanya kepada Calciomercato.it.
Pengaruh Terhadap Perebutan Scudetto

Kesalahan ini semakin panas karena Inter kini hanya berjarak satu poin dari puncak klasemen. Hal ini membuat klub lain, termasuk Napoli, merasa dirugikan. Jurnalis Carlo Alvino bahkan menyebut hasil ini sebagai skandal besar yang mencoreng sepak bola Italia.
"Pertandingan ini tidak hanya mencurangi Fiorentina, tetapi juga memengaruhi perburuan gelar. Jika seseorang ingin menjaga gairah terhadap sepak bola, apa yang terjadi di laga ini justru menghancurkannya," kata Alvino.
Menurutnya, ada klub yang memiliki lebih banyak pengaruh di Serie A dibanding yang lain. "Saya sudah terlalu lama mengikuti sepak bola untuk tidak memahami bahwa ada klub dan direktur yang lebih berkuasa. Ini adalah kenyataan yang tak terbantahkan," tambahnya.
Kritik terhadap VAR dan Media

Perdebatan mengenai VAR juga menjadi sorotan. Banyak keputusan musim ini dianggap tidak konsisten, seperti yang terjadi dalam laga Como vs Juventus, di mana wasit VAR dan AVAR memiliki pendapat berbeda soal handball Federico Gatti.
Alvino juga mengkritik media yang menurutnya tidak transparan dalam membahas isu ini. "Setelah Inter vs Napoli, Inzaghi mengatakan tidak ingin bicara soal wasit. Tapi setelah derby, dia berubah sikap. Ini bukan hanya kesalahan VAR atau wasit, tetapi juga para pelaku sepak bola itu sendiri," ujarnya.
Dengan berbagai kontroversi ini, kepercayaan terhadap keadilan di Serie A semakin dipertanyakan. Jika hal seperti ini terus terjadi, sepak bola Italia bisa kehilangan daya tariknya di mata penggemar.
Sumber: Football Italia
Klasemen Serie A
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 3 April 2026 16:10Juventus Incar Bernardo Silva, Gaji Jadi Hambatan Utama Transfer
-
Liga Spanyol 3 April 2026 15:40Cari Alternatif Rashford, Barcelona Lirik Mantan Pemainnya Sendiri
LATEST UPDATE
-
Otomotif 4 April 2026 11:54 -
Bola Indonesia 4 April 2026 11:49 -
Bola Indonesia 4 April 2026 11:44 -
Tim Nasional 4 April 2026 11:43 -
Bola Indonesia 4 April 2026 11:40 -
Bola Indonesia 4 April 2026 11:37
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546153/original/074692100_1775276053-Goggle_Gemma_4_01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3956353/original/028693500_1646741050-20220308-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jabodetabek_Hingga_April_2022-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546016/original/020424100_1775267827-Jadwal_MPL_ID_S17_Hari_Ini_01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545984/original/058171300_1775255774-BMKG_Bandung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545937/original/068205400_1775223417-Mark14-1.jpeg)

