Kritik Brutal Di Canio Pada Rafael Leao: Milan Lebih Baik Tanpa Dirinya

Kritik Brutal Di Canio Pada Rafael Leao: Milan Lebih Baik Tanpa Dirinya
Rafael Leao berebut bola dengan Oliver Provstgaard dan Mario Gila dalam laga Serie A antara Lazio vs AC Milan di Stadio Olimpico, 16 Maret 2026 (c) AP Photo/Andrew Medichini

Bola.net - Penampilan Rafael Leao bersama AC Milan kembali menjadi sorotan tajam. Bukan karena aksi gemilang, melainkan inkonsistensi yang terus menghantui performanya di lapangan.

Sejak bergabung pada 2019, Leao memang sempat menjelma jadi salah satu pemain paling berbahaya di Serie A. Ia bahkan berperan besar dalam kesuksesan Milan meraih Scudetto beberapa musim lalu.

Namun, ekspektasi tinggi yang disematkan kepadanya tak selalu berbanding lurus dengan performa. Dalam satu laga ia bisa tampil memukau, tapi di laga berikutnya ia justru tenggelam tanpa kontribusi berarti.

Kondisi ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan statusnya sebagai bintang utama Rossoneri. Termasuk legenda kontroversial Italia, Paolo Di Canio, yang melontarkan kritik sangat tajam.

Di Canio Anggap Leao Sudah Bukan Proyek Masa Depan Milan

Di Canio Anggap Leao Sudah Bukan Proyek Masa Depan Milan

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Kritik pedas Di Canio muncul dalam sebuah acara di Milan yang mempertemukan para legenda sepak bola. Dalam kesempatan itu, ia menilai Leao tak lagi layak dianggap sebagai masa depan klub.

Menurutnya, pemain dengan potensi besar seperti Leao seharusnya sudah menunjukkan kematangan di usia sekarang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, dengan performa yang masih naik turun.

Di Canio juga menyoroti kebiasaan publik Italia yang terlalu toleran terhadap pemain inkonsisten. Ia menilai kondisi ini membuat standar kualitas menjadi kabur.

"Di Italia, jika kita ingin berkembang, kita perlu melihat bukan ke Inggris – yang merupakan dunia yang berbeda – tetapi ke Spanyol dan Jerman, di mana tidak ada satu pun pemain yang opini publiknya terus-menerus terpecah: 'ya, tetapi jika ia melakukan ini…', 'ya, tetapi ia telah mencetak golnya…'. Satu 'tetapi' dalam sepak bola yang penting sudah terlalu banyak," serunya seperti dilansir MilanNews.

"Dengan Leao, Anda selalu menggunakan lima atau enam: itu tidak dapat diterima. Hanya di Italia kita terbiasa dengan hal itu, mungkin karena kita memiliki sedikit talenta, untuk menerima atau menoleransinya. Jika Milan ingin membangun tim dan lingkungan kelas dunia, Anda tidak dapat memiliki pemain yang Anda tidak tahu bagaimana ia bangun di pagi hari atau bagaimana ia akan menampilkan permainannya," ketus Di Canio.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 7 April 2026
Napoli Napoli
01:45 WIB
AC Milan AC Milan

Milan Disebut Lebih Solid Tanpa Leao

Milan Disebut Lebih Solid Tanpa Leao

Selebrasi Rafael Leao dalam laga Serie A antara AC Milan vs Como, Kamis (19/2/2026). (c) La Presse via AP Photo/Fabio Ferrari

Tak berhenti sampai di situ, Di Canio juga mengungkapkan pandangan yang lebih kontroversial. Ia menyebut Milan justru tampil lebih solid ketika Leao tidak bermain.

Pernyataan ini tentu menjadi tamparan keras bagi sang pemain Portugal. Pasalnya, ia selama ini digadang-gadang sebagai pusat permainan tim.

Di Canio menilai masalah utama bukan sekadar performa teknis, melainkan sikap dan konsistensi. Ia bahkan mempertanyakan perkembangan Leao yang dinilai stagnan di usia emasnya.

“Sedikit goyah tidak apa-apa, tetapi masalahnya adalah perilaku keseluruhan seorang pemain yang memiliki semua potensi, tetapi berusia 27 tahun. Jika ia lebih baik pada usia 22 daripada pada usia 27, itu berarti nilainya lebih rendah," tegasnya.

"Saya tidak melihat angka-angka, saya memikirkan gol-gol yang penting. Jika Anda bisa melihat perbedaannya tanpa Leao, itu lain ceritanya, tetapi jika ia tidak bermain, Milan lebih solid: dalam delapan pertandingan, mereka mencetak dua puluh satu gol dan kebobolan dua gol," klaimnya.