
Bola.net - AC Milan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Torino pada pekan ke-30 Serie A. Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang evolusi taktik.
Rossoneri sempat kesulitan di babak pertama. Struktur 3-5-2 yang digunakan sejak awal musim terlihat mudah dibaca lawan.
Torino mampu menekan dan mengganggu ritme permainan Milan. Dalam 20 menit pertama, pendekatan taktik mereka bahkan membuat Milan kehilangan kontrol.
Namun, segalanya berubah di babak kedua. Massimiliano Allegri melakukan penyesuaian krusial yang menjadi titik balik pertandingan.
Perubahan ke 4-3-3: Kunci Kebangkitan Milan

Massimiliano Allegri memiliki bahan pertimbangan lebih lanjut, setelah perubahan formasi menghasilkan tiga gol dan tiga poin melawan Torino.
Seperti yang diingat Calciomercato, Milan bermain dengan Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers lebih melebar melawan Torino dalam formasi yang lebih menyerupai 4-3-3. Perubahan itu menyulitkan bagi Torino.
Dengan dua winger aktif, Milan mampu membuka ruang di sisi lapangan. Ini membuat struktur bertahan Torino menjadi lebih renggang.
Perubahan ini memberi dampak langsung. Intensitas serangan meningkat dan Milan tampil lebih dinamis di sepertiga akhir.
4-3-3 Mulai Jadi Arah Baru Milan

Milan memang masih mengandalkan formasi 3-5-2 untuk menjaga keseimbangan. Namun, performa tim terlihat lebih hidup saat memakai 4-3-3 dengan dua winger.
Skema ini memberi ruang bagi pemain sayap untuk lebih kreatif. Saelemaekers jadi contoh nyata, karena bisa fokus menyerang tanpa terbebani tugas bertahan berlebih.
Milan juga punya pemain lain yang justru lebih efektif saat bermain sebagai winger seperti Rafael Leao. Sementara, Niclas Fullkrug dan Christopher Nkunku bisa jadi opsi jika Milan butuh penyerang tunggal.
Allegri dan staf memahami potensi ini. Mereka melihat perubahan formasi bukan sekadar opsi, tetapi bagian dari perkembangan tim.
Sering Jadi Pembeda, Bukan Lagi Sekadar Alternatif

Perubahan ke 4-3-3 sudah beberapa kali memberi hasil positif. Milan mampu membalikkan keadaan atau mengunci kemenangan dalam situasi sulit. Bukan hanya pada satu laga, tapi banyak.
Contohnya saat melawan Cremonese, Torino, dan Fiorentina. Pergantian skema langsung berdampak pada hasil akhir pertandingan.
Hal ini menunjukkan bahwa 4-3-3 mulai efektif secara konsisten. Bukan hanya solusi darurat, tetapi senjata taktik yang nyata.
Kini, dengan perkembangan lini belakang dan opsi pemain yang ada, formasi ini berpotensi jadi identitas baru Milan di bawah Allegri.
Sumber: SempreMilan
Klasemen Serie A 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Inter Milan Krisis Kemenangan, Kolarov: Kritik Boleh, Tapi Ingat Siapa Pemuncak Klasemennya!
- Fiorentina vs Inter Milan: Mentalitas dan Kerja Keras jadi Pembeda
- Tembok De Gea Bikin Frustrasi, Pio Esposito Kini Fokus Taruhan Nyawa Bersama Timnas Italia
- Inter Milan 'Mandek' di Bulan Maret, Persaingan Scudetto Serie A Kian Terbuka
- Man of the Match Fiorentina vs Inter Milan: Cher Ndour
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 24 Juni 2026 14:13Luka Modric, Warisan Tak Terbatas bagi Kroasia!
-
Liga Italia 24 Juni 2026 14:07De Gea Mau Tinggalkan Fiorentina, Tapi Hanya untuk Manchester United
-
Piala Dunia 24 Juni 2026 08:31Man of the Match Panama vs Kroasia: Cristian Martinez
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 24 Juni 2026 14:07De Gea Mau Tinggalkan Fiorentina, Tapi Hanya untuk Manchester United
SOROT
-
Liputan6 25 Juni 2026 13:26Duka Tak Menghentikan Roda Usaha Bengkel Neneng
-
Liputan6 25 Juni 2026 12:54Menkes Ungkap Gap Gaji Dokter, Ada Miliaran hingga Setara Tukang Parkir
-
Liputan6 25 Juni 2026 12:49Menkes Bicara Gaji Dokter: Ada yang Miliaran hingga Setara Tukang Parkir
-
Liputan6 25 Juni 2026 12:42Melihat 5 Desain Logo HUT ke-81 RI, Publik Bisa Ikut Pilih
-
Liputan6 25 Juni 2026 12:07Terbongkar Peran Pegawai Bea Cukai di Kasus Impor HP Bekas
-
Liputan6 25 Juni 2026 12:02Kasus Impor HP Bekas, Pegawai Bea Cukai Diduga Terima Setoran
MOST VIEWED
Giovanni Malago Resmi Jadi Presiden Baru FIGC, Era Baru Sepak Bola Italia Dimulai
Aston Villa Tetapkan Harga Emi Martinez 10 Juta Euro, dan Bagi Juventus Masih Kemahalan
Juventus Minta Diskon untuk Randal Kolo Muani, PSG Bertahan di Harga 35 Juta
Bila Ruben Amorim jadi Pelatih AC Milan, Mungkin Rafael Leao Akan Bertahan?
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8467122/original/006179600_1782368763-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_12.32.09__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7605258/original/043665800_1780389546-budi_gunadi__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479339/original/009842300_1768974917-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia__Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464973/original/045276000_1782366156-IMG-20260624-WA0115.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571518/original/019032300_1777628631-Tips_Jual_Beli_HP_Bekas_Aman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4295762/original/070036900_1674104872-ilustrasi_korupsi.jpeg)
