
Bola.net - Luka mendalam masih dirasakan kubu Juventus usai tersingkir secara tragis dari ajang Champions League musim ini. CEO Juventus, Damien Comolli, akhirnya buka suara terkait kegagalan menyakitkan di tangan Galatasaray tersebut.
Comolli tampak sangat terpukul saat berbicara dalam ajang Financial Times Football Summit baru-baru ini. Ia mengakui bahwa kekalahan malam itu akan menghantuinya hingga bertahun-tahun ke depan.
Inti kemarahan Comolli tertuju pada keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Lloyd Kelly. Keputusan krusial tersebut dianggap sebagai faktor utama hancurnya mimpi comeback Si Nyonya Tua.
Laskar asal Turin ini merasa dirugikan karena wasit yang memimpin laga dianggap belum layak memegang tensi sebesar itu. Comolli menilai otoritas wasit menjadi titik lemah yang merugikan klub sebesar Juventus.
Wasit Minim Pengalaman Jadi Biang Kerok?
Damien Comolli tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap penunjukan pengadil lapangan di laga hidup mati tersebut. Ia mempertanyakan kualitas wasit yang ditugaskan dalam laga sebesar itu.
Ia menilai wasit tersebut melakukan blunder besar yang mengakhiri harapan juara raksasa Italia itu di panggung Eropa. Keputusan kartu merah kepada Kelly dianggap sebagai keputusan yang sangat tidak masuk akal.
"Saya tidak mengerti bagaimana, untuk pertandingan sebesar ini, mereka mengirim wasit yang baru memimpin sepuluh laga Champions League sepanjang kariernya," ujar Damien Comolli.
Kekecewaan ini begitu membekas karena Juventus merasa sudah berada di jalur yang benar sebelum insiden tersebut terjadi.
"Kartu merah frustrasi lainnya yang sebenarnya tidak pernah layak menjadi kartu merah, dan akhirnya kami tersingkir dari Champions League," lanjutnya dengan nada getir.
Luka Juventus yang Sulit Sembuh
Kekalahan ini dipastikan meninggalkan trauma mendalam bagi seluruh elemen di Juventus. Comolli secara terbuka menyatakan bahwa proses penyembuhan mental akibat laga ini akan memakan waktu sangat lama.
Ia bahkan menyindir situasi ini dengan merujuk pada rivalitas mereka di liga domestik. Namun, fokus utamanya tetap pada rasa sakit yang diderita timnya akibat keputusan non-teknis.
"Pertandingan itu akan terasa menyakitkan untuk bertahun-tahun, tanpa keraguan sedikit pun," ucap Comolli lugas.
Bagi Comolli, memproses kegagalan ini bukanlah perkara mudah mengingat besarnya ekspektasi fans global.
"Akan butuh bertahun-tahun bagi saya untuk bisa melupakannya," tegasnya lagi.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 3 Juni 2026 10:19Manchester United CLBK dengan Victor Osimhen?
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 3 Juni 2026 17:05Bursa Pelatih Milan Memanas, Glasner Ungguli Pochettino dan Slot
-
italia 3 Juni 2026 16:34AC Milan Mulai Ubah Sikap, Christopher Nkunku Kini Berpeluang Bertahan
-
italia 3 Juni 2026 15:27Gattuso Minta Lazio Datangkan 4 Pemain Baru, Ini Posisi yang Diburu
-
italia 3 Juni 2026 09:16Pochettino Tak Membantah Ada Kontak dengan Milan, Begini Katanya
SOROT
-
Liputan6 3 Juni 2026 21:30Ada Tilang Manual di Operasi Patuh Jaya, Simak Sasarannya
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694852/original/038402100_1780492891-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_20.16.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7632888/original/091705200_1780421506-IMG-20260602-WA0042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188079/original/061603500_1595483842-20200723-Operasi-Patuh-Jaya-2020-di-Jalan-Letjen-Suprapto-Jakpus-FANANI-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554271/original/056398400_1776064966-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_14.16.52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694253/original/097513700_1780492245-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_19.54.26.jpeg)

