Pelatih Roma: Andai Saja Donyell Malen Datang Lebih Awal

Pelatih Roma: Andai Saja Donyell Malen Datang Lebih Awal
Selebrasi Donyell Malen usai mencetak gol di laga Napoli vs AS Roma pada lanjutan Serie A 2025-2026. (c) Alessandro Garofalo/LaPresse via AP

Bola.net - Gian Piero Gasperini terang-terangan mengungkapkan penyesalannya usai AS Roma ditahan imbang Napoli. Sang pelatih merasa Giallorossi seharusnya bisa meraih poin penuh.

Hasil seri 2-2 di markas Napoli memang menyisakan cerita pahit. Keunggulan Roma dua kali buyar akibat gol balasan lawan.

Tambahan satu poin dari lawatan ke markas Napoli ini membuat Giallorossi gagal mendekati poin Napoli di tiga besar. Roma kini mengoleki 47 poin, sementara Napoli 50 poin.

Gasperini berandai-andai jika Donyell Malen datang lebih awal musim ini. Posisi Roma di klasemen pasti akan jauh lebih baik.

Bomber anyar tersebut tampil ganas dengan mencetak dua gol. Sayang, performa apiknya belum cukup untuk mengunci kemenangan.

Dilema Gasperini

Dilema Gasperini

Selebrasi Donyell Malen bersama pemain AS Roma di laga Liga Italia melawan Napoli, 16 Februari 2026. (c) Alessandro Garofalo/LaPresse via AP

Roma terpaksa menurunkan banyak pemain muda di akhir laga. Mereka butuh kaki-kaki segar untuk meladeni intensitas permainan Napoli.

Namun, keputusan ini memiliki risiko tersendiri di lapangan. Kurangnya pengalaman membuat mereka gagal mempertahankan keunggulan di momen krusial.

"Kami sering mengakhiri pertandingan seperti ini dengan pemain muda yang perlu berkembang, serta mendapatkan pengalaman dan karakter," ujar Gasperini kepada DAZN Italia.

"Ini adalah menit-menit fundamental dalam pertandingan di mana kami membutuhkan kaki yang segar, yang dimiliki oleh para pemain muda, tetapi itu juga berarti kehilangan pengalaman," imbuhnya.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 23 Februari 2026
AS Roma AS Roma
02:45 WIB
Cremonese Cremonese
Serie A Serie A | 22 Februari 2026
Atalanta Atalanta
21:00 WIB
Napoli Napoli

Striker Ideal yang Didambakan

Kedatangan Malen di bursa Januari benar-benar mengubah wajah serangan Roma. Ia dinilai sebagai kepingan puzzle yang selama ini hilang.

Gasperini memuji setinggi langit karakteristik permainan sang striker. Malen dianggap sangat cocok dengan filosofi sepak bola yang diusungnya.

"Saya selalu yakin Malen memiliki karakteristik ideal untuk gaya sepak bola saya, karena ia adalah striker yang lengkap, ia bisa melepaskan tembakan dengan cepat, lincah, dan bisa berkombinasi dengan rekan setimnya," tegas Gasperini.

"Dia baru bersama kami selama lima pertandingan, jadi saya rasa kami bisa terus berkembang, terutama jika Dybala, Soule, atau El Shaarawy kembali bugar sepenuhnya, kami bisa lebih kompetitif," tambahnya.

Eksekusi Dingin di Tengah Badai Cedera

Momen penalti Roma lahir dari pengorbanan Wesley yang mengalami cedera engkel. Pemain tersebut terlihat pincang dan harus dikompres es usai dilanggar.

Malen lantas maju sebagai eksekutor meski bukan penendang utama. Ia harus menaklukkan kiper yang dikenal jago menepis penalti.

"Itu adalah penalti yang sangat penting, tetapi saya sudah melihatnya dalam latihan, dia mengambil tendangan bebas yang bagus serta penalti," ungkap Gasperini.

"Milinkovic-Savic telah menyelamatkan banyak penalti, jadi itu sulit, tetapi dia (Malen) menendangnya dengan keras dan tepat. Kerja bagus," puji sang pelatih.

Andai Saja Datang Lebih Cepat

Tambahan satu poin membuat Roma kini duduk di peringkat empat klasemen. Mereka berhasil menyalip Juventus di papan atas Serie A.

Meski begitu, Gasperini tetap merasa ada yang kurang dari paruh pertama musim. Ketiadaan striker tajam di awal kompetisi menjadi faktor pembeda.

"Kami memiliki sikap positif sepanjang musim, itulah sebabnya kami berada di urutan keempat dalam tabel. Saya tidak takut untuk mengatakan bahwa jika kami memiliki Malen di paruh pertama musim, kami akan memiliki beberapa poin lebih banyak sekarang," aku Gasperini.

"Kami nyaris mendapatkan hasil melawan tim-tim besar dan tersandung di rintangan terakhir dalam banyak pertandingan itu. Ini lebih baik di paruh kedua musim, karena kami menahan imbang Milan dan sekarang Napoli, meninggalkan kedua pertandingan dengan penyesalan bahwa kami begitu dekat dengan kemenangan," pungkasnya.