
Bola.net - Stadio Diego Armando Maradona menjadi saksi bisu pertarungan mental yang luar biasa. Napoli, yang sempat dua kali tertinggal, berhasil bangkit untuk mengamankan hasil imbang 2-2 melawan AS Roma, Senin (16/2/2026) dalam lanjutan Liga Italia.
Giallorossi sejatinya tampil menyengat lewat dua gol Donyell Malen yang sempat membungkam publik tuan rumah. Namun, Napoli menolak mengibarkan bendera putih lewat gol pantulan Leonardo Spinazzola dan tembakan mendatar Alisson Santos yang dramatis di penghujung laga.
Sorotan khusus tertuju pada sosok Alisson Santos. Masuk sebagai pemain pengganti, rekrutan anyar bursa Januari ini memberikan dampak instan lewat agresivitasnya menekan lawan di setiap jengkal lapangan.
Emosi sang pemain pun pecah saat merayakan gol perdananya dalam balutan jersey Napoli di hadapan tribun yang bergemuruh. Ia bahkan terus berjuang memburu kemenangan hingga masa injury time, sebuah performa yang akhirnya mendaulatnya sebagai Man of the Match Serie A malam itu.
Usai laga yang menegangkan, dua penggawa Napoli, Santos dan Alessandro Buongiorno, angkat bicara soal mentalitas tim yang menolak tunduk.
Debut Manis Santos

Bagi Santos, gol penyeimbang ini terasa spesial namun belum sepenuhnya memuaskan dahaganya akan kemenangan. Ia mengakui perasaannya campur aduk antara kebanggaan mencetak gol debut dan keinginan kuat meraih tiga poin penuh.
"Saya sangat senang bisa mencetak gol dan membantu tim. Tentu saya akan lebih bahagia jika kami memenangkan pertandingan, tapi saya merasa sangat baik dan menikmati momen mencetak gol di Stadio Diego Armando Maradona," ungkap Alisson Santos kepada DAZN Italia.
Pemain muda ini juga menegaskan bahwa proses adaptasinya di Naples berjalan mulus. Koneksi harmonis dengan internal skuad Napoli menjadi kunci di balik performa eksplosifnya malam itu.
"Hubungan saya dengan rekan setim, pelatih, dan seluruh staf sangat baik," imbuhnya.
Kebangkitan Buongiorno dari Mimpi Buruk
Di sisi lain pertahanan, Alessandro Buongiorno menjalani misi penebusan dosa pribadi yang tak kalah emosional. Sang bek kembali dipercaya tampil di starting XI setelah performa horornya saat melawan Genoa, di mana ia menjadi biang kerok dua gol lawan dan ditarik keluar paksa oleh Antonio Conte.
Laga melawan Roma menjadi panggung pembuktian mentalitas bajanya. Ia mengakui perlunya reaksi keras untuk bangkit dari krisis kepercayaan diri yang sempat menghantuinya.
"Kami bertarung layaknya singa hingga akhir pertandingan, jadi kami harus berterima kasih kepada semua orang di sini, karena kami memberikan segalanya," tegas Buongiorno kepada awak media.
Ia pun tak segan membuka diri mengenai masa-masa sulit yang dihadapinya belakangan ini. Kerja keras tanpa henti di sesi latihan menjadi satu-satunya jalan keluar yang ia pilih untuk memperbaiki kesalahan.
"Saya menghadapi masalah saya dan mencoba menyelesaikannya, saya melakukan banyak pekerjaan dalam latihan dan tahu bahwa jika Anda tidak pernah menyerah, Anda dapat mencapai impian Anda," lanjutnnya.
Dukungan orang-orang terdekat ternyata menjadi bensin utama bagi Buongiorno untuk kembali berdiri tegak. Ia mendedikasikan performa solidnya malam itu untuk mereka yang setia mendampingi saat ia terpuruk.
"Saya harus berterima kasih kepada para penggemar, keluarga saya, dan pasangan saya karena telah dekat dengan saya selama masa sulit ini. Ada saat-saat di mana Anda jatuh dan Anda harus bangkit kembali," ujarnya dengan nada emosional.
Fokus Mengunci Empat Besar
Hasil imbang ini menempatkan Napoli di posisi ketiga klasemen sementara Serie A, unggul di atas Roma dan Juventus. Dengan tersingkirnya mereka dari panggung Liga Champions dan Coppa Italia, fokus Partenopei kini sepenuhnya tertuju pada liga domestik.
Target tim pun kini semakin mengerucut dan realistis. Konsistensi permainan menjadi harga mati yang harus dijaga di sisa musim kompetisi.
"Satu-satunya tujuan yang benar-benar kami miliki adalah masuk ke empat besar, tetapi kami harus menjalaninya satu per satu dan melihat apa yang terjadi," pungkas Buongiorno menutup pembicaraan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 3 April 2026 16:10Juventus Incar Bernardo Silva, Gaji Jadi Hambatan Utama Transfer
-
Liga Italia 3 April 2026 09:30Dusan Vlahovic Ingin Bertahan di Juventus, Negosiasi Masih Tersendat
-
Liga Italia 3 April 2026 01:00 -
Liga Italia 2 April 2026 21:45 -
Liga Italia 2 April 2026 21:28
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 April 2026 04:43 -
Bola Indonesia 4 April 2026 04:33 -
Bola Indonesia 4 April 2026 04:23 -
Voli 3 April 2026 22:58 -
Liga Inggris 3 April 2026 21:31 -
Bola Indonesia 3 April 2026 21:10
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545937/original/068205400_1775223417-Mark14-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545914/original/022255900_1775220174-Mark-5.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5536824/original/003447700_1774344317-Oppo_Find_X9_Ultra_02.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5545840/original/073829300_1775213487-IWN_3513.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/8586/original/siram-air-keras-iluts-131006c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538656/original/061438600_1774543468-1000272855.jpg)

