
Bola.net - Jika di Bundesliga ada Bayer Leverkusen, maka di Serie A adalah Bologna. I Rossoblu memang tidak meraih gelar juara, akan tetapi apa yang mereka capai sangat luar biasa.
Bologna membuat kejutan besar di Serie A musim 2023/2024. Tidak diperhitungkan pada awal musim, Bologna berada di posisi ke-3 klasemen pada pekan ke-37. Mereka sudah pasti finis di empat besar.
Posisi itu membuat Bologna bakal menjadi salah satu wakil Italia di Liga Champions musim 2023/2024. Ini adalah cerita yang indah. Sebab, setelah 59 tahun absen, Bologna akan kembali berlaga di pentas Liga Champions.
Di balik cerita indah yang diukir Bologna, ada nama Thiago Motta sebagai figur penting. Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada September 2022, Thiago Motta membawa banyak perubahan.
Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Karier Terjal Thiago Motta

Thiago Motta pensiun dari karier sebagai pemain sepak bola pada 2018. Dia lantas memulai karier sebagai pelatih di PSG U-19. Pada Oktober 2019, Thiago Motta ditunjuk sebagai pelatih Genoa, klub yang pernah dibela sebagai pemain.
Di Genoa, karier Thiago Motta tidak bisa dibilang sukses. Dia dipecat dua bulan usai ditunjuk sebagai pelatih. Dia hanya bekerja selama 67 hari, dengan dua kemenangan dari 10 laga.
Thiago Motta lalu bekerja di Spezia pada musim 2021/2022. Ini adalah yang sangat sulit, bagi Spezia maupun Thiago Motta. Namun, mereka cukup beruntung karena mampu lolos dari degradasi dengan berada di posisi ke-16 klasemen akhir Serie A.
Musim 2022/2023 jadi titik balik bagi Motta. Pada September 2022, Motta ditunjuk sebagai pelatih Bologna menggantikan Luca Vigiani. Dari sini, secara perlahan, kisah sukses Motta mulai diukir.
Terbukanya Potensi Thiago Motta

Bologna bukan tim yang diunggulkan untuk bersaing di papan atas. Namun, dengan sentuhan 'sulap' dari Thiago Motta, mereka mampu tampil bagus. Joshua Zirkzee, Lewis Ferguson, dan Victor Kristiansen berubah jadi pemain bintang.
Di tangan Thiago Motta, Bologna hanya 17 kali kalah dari 74 laga yang sudah dimainkan di semua ajang. Thiago Motta meraih 35 kemenangan dan 22 kali imbang pada periode itu.
Pada musim 2022/2023 lalu, Bologna finis di posisi ke-9 klasemen. Capaian ini lebih baik dari musim sebelumnya (posisi ke-13). Dan, pada musim 2023/2024, kemajuan besar dibuat oleh Thiago Motta dan Bologna dengan finis empat besar. Pada usia yang masih 41 tahun, Motta punya potensi sangat besar.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 24 Maret 2026 14:06Luciano Spalletti Minta Juventus Datangkan Alisson dan Bernardo Silva
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 24 Maret 2026 23:21 -
Liga Inggris 24 Maret 2026 22:13 -
Liga Inggris 24 Maret 2026 22:07 -
Tim Nasional 24 Maret 2026 21:58 -
Liga Inggris 24 Maret 2026 21:40 -
Liga Spanyol 24 Maret 2026 21:19
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Michael Carrick Buka Sinyal Transfer, Ini 8 Winger...
- Rodrygo Masuk Daftar, Ini Starting XI Pemain yang ...
- Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Si...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453888/original/084225300_1766537228-000_88XU83K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426450/original/037517400_1764306006-Screenshot_2025-11-28_113148.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535998/original/078520100_1774216716-AP26081779221027.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5536000/original/088077800_1774216716-AP26081784651046.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5536919/original/063495200_1774350214-8804.jpg)

