
- Pengadilan Arbitrase untuk olahraga, CAS, membatalkan keputusan UEFA yang melarang AC Milan untuk bermain di kompetisi Eropa.
Sebelumnya, Milan terlilit peraturan Financial Fair Play [FFP]. UEFA menetapkan Milan bersalah setelah adanya investigasi yang digelar oleh Badan Pengendali Keuangan Klub UEFA (CFCB).
CFCB menemukan bukti bahwa Milan memang telah melanggar aturan FFP. Pelanggaran itu terutama terjadi di aspek keharusan untuk mencatatkan break even point (BEP).
Karena pelanggaran itu, Milan akan didepak dari kompetisi Eropa satu kali dalam dua tahun ke depan. Artinya, jika Milan sudah didepak dari Eropa musim depan (2018-19), maka mereka tidak akan didepak lagi pada musim berikutnya (2019-2020). (cas/ft/dim)
Banding

Pihak Milan tak terima dengan keputusan itu. "Kami menganggap putusan UEFA tidak adil," ujar CEO Rossoneri Marco Fassone.
Mereka akhirnya mengajukan banding melalui CAS. Pengajuan banding ini sendiri sudah sesuai dengan aturan yang ada.
Awalnya pengumuman hasil banding akan dilakukan pada hari Kamis (19/07) kemarin. Namun kemudian diundur menjadi hari Jumat (20/07).
Keputusan CAS

Setelah mendengarkan pembelaan dari pihak Milan, CAS akhirnya menerima banding itu dan mencabut sanksi yang sebelumnya dijatuhkan UEFA. Perubahan kepemilikan di mana Elliott Management mengambil alih klub dari tangan Yonghong Li tampaknya juga turut memberikan andil atas putusan tersebut.
“Pada 4 Juli 2018, AC Milan mengajukan banding ke CAS yang meminta pembatalan Keputusan Dewan Ajudikasi CFCB. Prosedur arbitrase dilakukan oleh Panel CAS yang terdiri dari Prof. Dr. Ulrich Haas [Jerman], Presiden, Bapak Pierre Muller [Swiss], dan Mr Mark Hovell [Inggris] yang mengadakan sidang di hadapan para pihak pada 19 Juli 2018 di markas CAS di Lausanne, Swiss."
“Panel CAS yang bertanggung jawab atas arbitrase telah secara parsial menguatkan banding AC Milan dan telah memutuskan sebagai berikut: keputusan Dewan Ajudikasi UEFA CFCB yang diberikan pada 19 Juni 2018 menetapkan bahwa AC Milan telah gagal memenuhi persyaratan impas telah dikonfirmasi."
“Keputusan Dewan Ajudikasi UEFA CFCB pada 19 Juni 2018 untuk mengeluarkan AC Milan dari kompetisi UEFA dalam dua musim berikutnya [yaitu musim 2018/19 dan 2019/20] dibatalkan." Demikian pernyataan dari pihak CAS.
Masih Dihukum

Meski sanksi sudah dianulir, akan tetapi CAS menyatakan bahwa Milan tetap harus dihukum lagi. Namun mereka meminta pihak UEFA untuk memberikan hukuman lain yang lebih proporsional.
“Kasus ini dirujuk kembali kepada Dewan Ajudikasi dari UEFA CFCB untuk mengeluarkan tindakan disipliner yang proporsional."
"Panel CAS menolak permintaan AC Milan untuk memerintahkan UEFA menandatangani perjanjian penyelesaian tetapi mengakui bahwa keputusan Dewan Peradilan UEFA CFCB untuk mengecualikan AC Milan dari Kompetisi UEFA tidak proporsional."
Janji Elliot

Sementara itu, Elliot akan berusaha meyakinkan pihak UEFA bahwa mereka tak akan melego Milan, setidaknya dalam tiga tahun ke depan. Kabar ini dilansir oleh Corriere della Serra.
Dengan demikian, kondisi keuangan Milan nanti akan bisa lebih stabil, ketimbang saat masih dikuasai oleh Li. Selain itu pihak Rossoneri sekarang akan mencoba untuk menegosiasikan kesepakatan penyelesaian dengan UEFA, meskipun karena itu belum diperintahkan oleh CAS itu bisa, secara teori, ditolak.
Sementara itu bagi Fiorentina, kabar ini menjadi kabar buruk. Sebab mereka jadi gagal bermain di Liga Europa musim depan.
[initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Mengkritik Rafael Leao, Meragukan Ralf Rangnick
Juventus Lirik Gonzalo Garcia dengan Formula Transfer Mirip Nico Paz di Como
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)

