
Bola.net - - Salah satu pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi, meyakini bahwa Juventus tak akan mampu menjadi juara di Liga Champions. Terutama jika klub raksasa Serie A tersebut masih dilatih oleh Massimiliano Allegri.
Selama di bawah Allegri, Juventus berhasil menjadi penguasa kompetisi domestik. Dalam empat musim, sejak kedatangannya, Bianconeri menjadi juara di dua pagelaran tertinggi Italia, Serie A dan Coppa Italia.
Bahkan, Allegri juga sempat membawa klub asuhannya mencapai babak final Liga Champions dua kali. Sayangnya, Juventus tumbang di tangan dua klub raksasa Spanyol dan Eropa, Barcelona dan juga Real Madrid.
Melirik hal tersebut, Sacchi pun meyakini bahwa Juventus tak akan bisa menjadi juara di ajang bergengsi itu. Menurutnya, gaya sepakbola Italia yang diterapkan oleh sang pelatih tak cocok untuk menghadapi klub-klub Eropa lainnya.
"Juventus memainkan gaya sepakbola Italia," ujar Sacchi kepada Radio 24.
"Allegri tak bisa ditantang, gaya bermainnya bukanlah cara untuk menang di Eropa," pungkasnya.
Pada musim ini, kiprah Juventus di Liga Champions kembali terhadang oleh Real Madrid pada babak perempat final. Paulo Dybala dkk kalah dalam torehan agregat 3-4 atas klub asuhan Zinedine Zidane tersebut, meskipun sempat menang dengan skor 3-1 di leg kedua.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 16 April 2026 16:08Juventus, Tiket Liga Champions, dan Potensi Pemasukan Rp1 Triliun
-
Liga Italia 16 April 2026 16:04Juventus Harus Rombak Skuad Jika Ingin Membangun Fondasi Tim yang Kuat
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 17 April 2026 05:45 -
Liga Champions 17 April 2026 05:35 -
Liga Eropa UEFA 17 April 2026 05:30 -
Liga Inggris 17 April 2026 05:29 -
Liga Eropa UEFA 17 April 2026 05:22 -
Liga Eropa UEFA 17 April 2026 05:12
MOST VIEWED
- Harga Turun dan Status Rafael Leao Tak Lagi Not For Sale: Man United dan Chelsea Antri?
- Kalahkan Como, Dekati Scudetto, Bos Inter Milan Sindir Rival: Takut Juara Bukan DNA Nerazzurri
- Juventus Tetap Jadi Magnet Pemain Top Walau Tanpa Liga Champions, Klaim Bos Bianconeri
- Juventus Takkan Ambil Risiko dengan Kenan Yildiz
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084581/original/080157900_1736332469-20250108-Sidang_MK-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556708/original/016268100_1776299237-2.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/3445666/original/006882000_1619937312-ilustrasi-narkoba-140623-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557688/original/072588300_1776359741-IMG_4836.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/872288/original/064828400_1431083545-helikopter_jatuh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557639/original/024019500_1776348411-WhatsApp_Image_2026-04-16_at_21.03.29.jpeg)

