
Bola.net - Musim 2025/2026 menjadi periode yang sulit bagi Liverpool di berbagai ajang kompetisi. Tim yang sebelumnya digadang-gadang kembali berjaya justru tampil inkonsisten sepanjang musim.
Harapan besar sempat mengiringi langkah The Reds setelah investasi besar di bursa transfer. Namun, performa di lapangan tidak mampu mencerminkan ambisi tinggi tersebut.
Liverpool mencatatkan hasil buruk dengan kekalahan demi kekalahan di berbagai kompetisi. Hingga saat ini, mereka bahkan kesulitan menembus empat besar klasemen Liga Inggris.
Puncak kekecewaan terjadi saat mereka tersingkir dari Liga Champions usai kalah dari PSG di Anfield. Kekalahan itu seolah menjadi simbol runtuhnya musim Liverpool yang penuh harapan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kekalahan dari PSG Jadi Pukulan Telak

Liverpool kembali menelan hasil pahit saat menjamu PSG di leg kedua perempat final Liga Champions. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka justru tak mampu membalikkan keadaan.
Kekalahan 0-2 di Anfield memastikan langkah Liverpool terhenti dengan agregat telak 0-4. Hasil ini sekaligus mengubur mimpi mereka meraih trofi Eropa musim ini.
Penampilan Liverpool sebenarnya menunjukkan usaha lebih agresif dibanding leg pertama. Namun, efektivitas dan kualitas PSG membuat perbedaan yang sangat jelas.
“Kami lebih agresif, kami mencoba menekan, kami memiliki peluang, tetapi kami bermain melawan tim terbaik di dunia. Hasilnya memang seperti itu, dan kami harus mengucapkan selamat kepada lawan," ujar Alexis Mac Allister pada Sport TV, via Liverpool Echo.
Mac Allister Tak Menyangka Liverpool Terpuruk

Gelandang andalan Alexis Mac Allister mengakui bahwa performa tim musim ini jauh dari ekspektasi. Ia tidak menyangka Liverpool akan mengalami musim seberat ini.
Padahal, di awal musim, optimisme tinggi menyelimuti skuad asuhan Arne Slot. Status juara bertahan Liga Inggris serta belanja besar membuat mereka difavoritkan kembali bersaing di papan atas.
Namun kenyataan berkata lain, Liverpool justru kesulitan menjaga konsistensi. Mereka bahkan kalah dalam 17 pertandingan di semua kompetisi dan kini tercecer di posisi kelima.
“Jelas bahwa ini adalah musim yang sulit dan menantang. Jika Anda bertanya kepada saya di awal musim apa yang saya harapkan, saya akan mengatakan bahwa tim ini akan berjuang dan memenangkan berbagai kompetisi, tetapi sayangnya, itu tidak terjadi," ucap Mac Allister.
Tragedi Jota Bukan Alasan Keterpurukan

Di tengah musim yang berat, Liverpool juga harus menghadapi kehilangan tragis penyerang mereka, Diogo Jota. Peristiwa tersebut tentu memberikan dampak emosional besar bagi tim.
Meski begitu, Mac Allister menegaskan bahwa situasi tersebut bukan alasan utama menurunnya performa Liverpool. Ia menilai tim tetap harus bertanggung jawab atas hasil di lapangan.
Menurutnya, banyak faktor lain yang membuat Liverpool gagal tampil maksimal musim ini. Oleh karena itu, tim harus segera bangkit dan memperbaiki diri.
“Kita harus terus bekerja, karena tahun ini tidak adil bagi klub. Tentu saja, kita ingat Diogo Jota, dan itu adalah periode yang rumit, tetapi kita tidak bisa menjadikannya alasan. Saya tidak percaya itu sebabnya tahun ini begitu rumit bagi kami.”
Klasemen Liga Champions
(Liverpool Echo)
Baca Juga:
- Kabar Duka: Eks Kiper Arsenal dan Juventus Alex Manninger Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan
- Liverpool Hancur, Arne Slot Malah Bicara Jual Pemain, Van der Vaart: Ini Konyol, Gak Masuk Akal
- PSG vs Bayern: Duel 2 Lini Serang Mematikan di Semifinal Liga Champions
- Kabar Buruk Untuk Liverpool, Hugo Ekitike Dikabarkan Bakal Absen 9 Bulan!
- Usai Duel Liverpool vs PSG, Ini Kata Arne Slot Soal Cedera Hugo Ekitike
- Bekuk Liverpool, PSG Pede Bisa Back to Back Juara Liga Champions
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 3 Juni 2026 21:30Ada Tilang Manual di Operasi Patuh Jaya, Simak Sasarannya
-
Liputan6 3 Juni 2026 19:45Ada Pesan Sang Ayah di Balik Keputusan Prabowo Copot 3 Pimpinan BGN
MOST VIEWED
Bawa PSG Juara Liga Champions, Luis Enrique Masuk Daftar Pelatih Elit yang Sir Alex Ferguson-pun Tidak Masuk!
Tim Terbaik Liga Champions 2025/2026: PSG Dominasi dengan 5 Pemain, Arsenal Sumbang 3
Mikel Arteta Bongkar Alasan Pilih Gabriel sebagai Penendang Penalti ke-5 Arsenal di Final Liga Champions: Dia yang Minta!
Harga Mahal Strategi Ultradefensif Arteta di Final Liga Champions
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188079/original/061603500_1595483842-20200723-Operasi-Patuh-Jaya-2020-di-Jalan-Letjen-Suprapto-Jakpus-FANANI-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554271/original/056398400_1776064966-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_14.16.52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694852/original/038402100_1780492891-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_20.16.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694253/original/097513700_1780492245-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_19.54.26.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7692805/original/025039900_1780490478-unnamed__16_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7521598/original/080834400_1780294430-IMG-20260601-WA0042.jpg)
