Tersipu Malu Disamakan dengan Van Basten, Donyell Malen: Dia Pemain Spesial!

Tersipu Malu Disamakan dengan Van Basten, Donyell Malen: Dia Pemain Spesial!
Pemain Roma, Donyell Malen merayakan golnya ke gawang Cagliari, 10 Februari 2026. (c) Alfredo Falcone/dpa via AP

Bola.net - Donyell Malen menjalani awal karier yang nyaris sempurna di ibu kota Italia. Tiga gol sukses ia sarangkan hanya dalam empat penampilan perdananya berseragam AS Roma di pentas Serie A.

Terbaru, dua golnya ke gawang Cagliari menjadi penentu kemenangan krusial Giallorossi di Stadio Olimpico.

Performa impresif ini tak pelak memancing perbandingan dengan legenda besar Belanda yang pernah merajai sepak bola Italia, Marco van Basten. Namun, saat nama besar itu disandingkan dengannya, reaksi Malen justru tak terduga.

Wajah penyerang pinjaman dari Aston Villa ini bersemu merah. Ia buru-buru menampik komparasi tersebut dengan penuh kerendahan hati.

Bagi Malen, perjalanan kariernya di Italia baru saja dimulai, dan kemenangan tim jauh lebih penting daripada pujian individu setinggi langit.

Awal Sempurna di Olimpico

Malam itu di Olimpico memang menjadi panggung milik Malen. Sebelumnya, ia sudah mencetak gol debut saat melawan Torino pada 18 Januari, namun laga kontra Cagliari adalah kali pertama ia mencetak brace di hadapan pendukung sendiri.

Gol pertamanya lahir dari skill tingkat tinggi. Dari sudut sempit, ia melepaskan bola cungkil halus yang mengecoh kiper Elia Caprile.

Sementara gol kedua menunjukkan insting membunuhnya sebagai striker, meluncur di antara bek lawan untuk menyambut umpan tarik Zeki Celik.

Kemenangan ini sangat vital mengingat Cagliari datang dengan modal tiga kemenangan beruntun. Poin penuh ini juga sukses membawa Roma menyamai perolehan poin Juventus di peringkat keempat, setelah Si Nyonya Tua tertahan imbang Lazio 2-2 sehari sebelumnya.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 16 Februari 2026
Napoli Napoli
02:45 WIB
AS Roma AS Roma

Reaksi Rendah Hati Malen

Usai laga, Malen dinobatkan sebagai Man of the Match oleh Lega Serie A. Dalam wawancara pasca-pertandingan, pertanyaan soal jejak Marco van Basten pun terlontar.

"Van Basten adalah pemain yang sangat spesial, bukan (saya)!" jawab Malen tersipu malu kepada Sky Sport Italia, menolak disamakan dengan sang legenda AC Milan.

Ia lebih memilih menyoroti kerja keras kolektif timnya yang tampil solid sepanjang laga.

"Saya sangat senang, kemenangan yang bagus, saya senang dengan gol-golnya, assist yang bagus, semua orang bermain dengan baik, jadi ini hari yang baik," tambahnya dengan senyum lebar.

Penampilan gemilang ini tentu membuat manajemen Roma tersenyum lebar. Malen didatangkan dengan biaya peminjaman €2 juta, disertai opsi pembelian €25 juta.

Klausul tersebut bahkan bisa berubah menjadi kewajiban membeli permanen jika Roma berhasil lolos ke kompetisi Eropa akhir musim ini.

Koneksi Erat dengan Pisilli

Tak hanya tajam di depan gawang, Malen juga menunjukkan chemistry yang kuat dengan rekan setimnya. Saat berdiri berdampingan dengan produk akademi Roma, Niccolò Pisilli, Malen tak segan melontarkan pujian.

"Dia luar biasa, saya selalu berbicara dengannya saat latihan, kami membutuhkan pemain dengan energi seperti dia, dan dia membawa itu ke dalam tim," ujar Malen mengapresiasi sang gelandang muda.

Pisilli sendiri merasa kemenangan ini adalah buah dari intensitas tinggi yang diterapkan tim sepanjang laga untuk mengejar target empat besar.

"Itu adalah penampilan yang bagus, saya mencoba memberikan kontribusi saya, kami bermain dengan intensitas tinggi, dan terkadang menampilkan sepak bola berkualitas," kata Pisilli menimpali.

Bagi gelandang muda tersebut, tuntutan sepak bola modern sudah sangat jelas.

"Pemain sepak bola modern harus mampu melakukan segalanya, terutama di lini tengah," pungkas Pisilli menutup sesi wawancara.