FOLLOW US:


Deretan Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Stay at Home saat Pandemi Virus Corona

26-03-2020 12:43

 | Aga Deta

Deretan Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Stay at Home saat Pandemi Virus Corona
Ilustrasi Karantina. © Bola.com/Pixabay

Bola.net - Merebaknya kasus virus Corona di seluruh dunia membuat semua orang dihimbau untuk tetap berada di rumah. Hal merupakan langkah antisipasi agar penyebaran virus Corona tidak semakin meluas.

Pandemi virus Corona bisa saja makin parah, namun bisa jadi segera mereda. Namun, hingga kini, penyebaran virus ini diprediksi belum akan berhenti menjangkiti warga dunia.

Dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona, pemerintah di banyak negara menerapkan kebijakan 'stay at home' atau bertahan diri di rumah selama pandemi virus ini, atau setidaknya selama 14 hari.

Kampanye stay at home juga bertujuan meminimalisasi kegiatan di luar.

Imbauan ini berlaku bagi sekolah, universitas, hingga dunia usaha.

Menurut penelitian medis, angka 14 hari terkait dengan masa inkubasi dari virus yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Sangat disarankan untuk mematuhi peraturan tersebut dan tidak keluar rumah jika tidak penting. Partisipasi dari semua pihak sangat diperlukan guna menekan angka penyebaran secara global.

Dirangkum dari Healthline, berikut ini beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan seputar kampanye stay at home ketika pandemi virus Corona penyebab COVID-19 melanda dunia, termasuk Indonesia.

1 dari 6

1. Apa yang Dimaksud dengan Stay at Home?

Stay at home atau harus tetap di rumah merupakan antisipasi pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Perintah yang mengharuskan setiap orang untuk tidak keluar rumah demi keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

2 dari 6

2. Apa Tujuan Melakukan Stay at Home?

Menahan diri di rumah ketika pandemi virus Corona bertujuan agar Anda tidak terpapar virus ini. Dengan membatasi jumlah aktivitas yang ada di luar ruangan mampu mencegah penyebaran virus Corona.

3 dari 6

3. Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Perintah yang mengharuskan setiap warganya untuk menetap di rumah adalah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di rumah, termasuk berolahraga.

Saat ini pemerintah telah melakukan gerakan work from home yang berguna untuk sebagian pekerja di Indonesia. Tak hanya itu, kegiatan mengajar juga bisa jadi aktivitas rutin saat stay at home.

Sebagian besar sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya menerapkan pembelajaran berbasis daring atau online.

4 dari 6

4.Adakah Larangan saat Stay at Home?

Ketika Anda telah diperintahkan untuk melakukan pekerjaan dan berdiam diri di rumah, jangan sekali-kali untuk mengambil kesempatan, seperti berlibur atau mengadakan pesta.

5 dari 6

5. Berapa Lama Harus Melakukan Stay at Home

Saat ini semua negara di dunia sedang memfokuskan diri tidak hanya mengobati, tetapi juga mencegah penyebaran virus ini. Imbauan stay at home berlaku bagi sekolah, universitas, dan dunia usaha.

Melihat jumlah kasus yang terus naik, sementara butuh waktu bagi penderita untuk terindikasi sakit. Ini berarti bahwa respons yang efektif saat ini tetap tinggal di rumah hingga aman.

Pemerintah Indonesia mengimbau untuk bertahan diri selama 14 hari terhitung mulai 16 Maret hingga 31 Maret 2020 selama pandemi virus Corona.

6 dari 6

6. Apakah di Rumah Harus Menerapkan Jaga Jarak?

Anda tidak perlu terlalu menjaga jarak dengan orang yang tinggal bersama. Perlu diperhatikan, untuk menjaga kebersihan tidak hanya tubuh, tetapi kebersihan rumah, termasuk peralatan yang ada di dalamnya.

Ketika Anda tinggal bersama orang tua, menjadi perhatian khusus karena orang tua memiliki risiko terinfeksi virus Corona. Virus Corona dapat menginfeksi dengan cepat ke orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Sumber: Healthline
Disadur dari: Bola.com/Penulis Alfi Yuda/Editor Aning Jati
Published: 26 Maret 2020