FOLLOW US:


Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Virus Corona Melanda, Ini Tips untuk Karantina Psikis

26-03-2020 10:11

 | Asad Arifin

Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Virus Corona Melanda, Ini Tips untuk Karantina Psikis
Ilustrasi stres © iStockPhoto

Bola.net - Bukan hanya kesehatan fisik yang perlu dijaga ketika pandemi virus corona melanda. Menjaga kesehatan psikis juga sangat penting apalagi di tengah derasnya arus informasi yang begitu deras.

Di tengah pandemi virus corona atau Covid19 tentu banyak informasi yang kita dapatkan, mulai dari pesan teks hingga video. Banyaknya informasi tersebut justru membuat kecemasan meningkat.

Menurut Psikolog Intan Erlita, M.Psi, kecemasan sebenarnya sesuatu yang alami atau normal yang dirasakan seseorang. Dengan penanganan yang tepat, kecemasan justu menjadi penanda bagi tubuh untuk melakukan hal yang disarankan, seperti dalam keadaan pandemi virus corona.

"Kecemasan merupakan alarm tubuh untuk kita lebih mawas diri seperti ada wabah virus corona. Kita lebih sadar akan kesehatan tubuh, minum vitamin, makan-makanan sehat, dan rajin cuci tangan. Jadi kita tahu harus melakukan apa," ujar Erlita ketika dihubungi Fimela.com, Senin (23/3).

Kecemasan tetap dibutuhkan agar tidak cuek dengan keadaan, namun jangan sampai berlebihan. Sebab kita nantinya malah sulit membedakan mana benar atau salah jika cemas berlebih.

"Jadi kalau berlebih malah jadi stres hingga depresi. Malah nantinya ada masalah psikologis. Cemas boleh untuk alarm diri namun tidak berlebih," tambahnya.

Ia pun membagikan beberapa tips agar kita tetap menjaga kesehatan mental dan tidak kebingungan dalam menerima informasi seperti mengenai virus corona;

1 dari 7

1. Menghidari berita negatif

Setiap hari tentu kita membaca informasi dari media sosial atau grup WhatsApp. Dalam informasi tersebut biasanya didominasi berita-berita negatif seperti update korban virus corona, negara akan lockdown dan bagaimana nasib warga negaranya?

"Bayangkan kalau kita setiap hari mendapatkan berita negatif terus menerus, jadi kita berasumsi dengan hal yang belum tentu benar. Berita negatif tersebut tertanam dalam benak kita, akhirnya stres dan daya tubuh menurun karena cemas dan takut berlebih," papar Intan.

2 dari 7

2. Memilih media sosial

Intan mengatakan, media sosial dapat membantu kita jika digunakan secara bijak, namun juga dapat 'membunuh'. Jadi ada baiknya menyortir akun-akun apa yang harus kita follow atau unfollow. Atau mute teman-teman atau akun-akun yang selalu menyebarkan berita negatif.

"Tujuannya untuk mengkarantina dari fisik dan psikis agar pikiran tidak negatif," tambah Intan.

3 dari 7

3. Cek kebenaran berita

Jika di grup WhatsApp tersebar berita-berita negatif, ada baiknya cek kebenarannya. Bisa melihat dari media terpercaya atau akun-akun Instagram pemerintah.

"Informasi benar kita bisa cek Instagram presiden, gubernur, dan akun pemerintah lainnya. Kunci di tangan kita, masa karantina bukan hanya fisik tapi bagaimana psikis kita dikaratina agar tidak membuat diri ini jauh lebih sakit hanya karena informasi yang tidak benar dan memengaruhi psikis," sambungnya.

4 dari 7

4. Bersilahturami

Social distancing bukan kita menutup diri untuk bersilahturahmi. Kita bisa menyambung pertemuan dengan cara online seperti menggunakan aplikasi. Hal ini dibutuhkan agar kita tidak merasa sendirian menghadapi permasalahan wabah ini.

"Jadi kita tidak merasa cemas, bisa sharing sama teman mengenai apapun seperti resep masakan," timpalnya.

5 dari 7

5. Aktif bergerak

Bukan berarti di rumah hanya bisa tidur-tiduran atau menonton TV. Tapi kita tetap olahraga dengan melakukan gerakan ringan atau membersihkan rumah.

6 dari 7

6. Bukan akhir dari segalanya

Wabah virus corona bukan akhir dari segalanya, kita tetap bisa berkarya melalui online. Hanya saja kita membutuhkan adaptasi, jika biasanya berkarya harus keluar rumah, saat ini bisa via online.

7 dari 7

7. Berdoa

Jika kita sudah melakukan segala hal, berdoa tidak boleh dilupakan. Kita berdoa agar selalu dilindungi dan dijauhakan dari wabah yang sedang melanda dunia.

"Dengan menjalankan langkah-langkah tersebut, kita pun tidak akan merasakan cemas yang berlebih," tutup Intan.

Sumber: Fimela - 23 Maret 2020

Penulis: Anisha Saktian Putri/Editor: Novi Nadya