FOLLOW US:


Pahami Alur Penanganan Pasien Covid-19 demi Bantu Tenaga Medis

27-03-2020 11:23

 | Anindhya Danartikanya

Pahami Alur Penanganan Pasien Covid-19 demi Bantu Tenaga Medis
Stetoskop © Pixabay/StockSnap

Bola.net - Kasus warga Indonesia positif terpapar Covid-19 masih bertambah. Kasus penyebaran virus Corona penyebab Covid-19 tak bisa dianggap enteng. Penyebaran virus Corona telah menjadi persoalan tingkat dunia. Virus ini menyebar hampir di seluruh negara di dunia dan bisa menjangkiti masyarakat dengan jumlah yang besar.

Di Indonesia, Pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Covid-19 di Indonesia.

Pedoman yang diterbitkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini bertujuan memberikan panduan panduan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat umum dalam mencegah dan menangani kasus Covid-19. Pedoman ini telah disesuaikan oleh Kementerian Kesehatan yang diperuntukkan kepada tenaga medis dengan perkembangan penyakit Covid-19 yang terjadi.

Penyusunan Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Covid-19 adalah satu di antara respons cepat Gugus Tugas Covid-19 terhadap munculnya pandemi global Covid-19 di Indonesia, yang telah menjadi perhatian dunia.

Berikut alur penanganan Covid-19 dari sisi tenaga medis dari Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Masyarakat diharapkan mengetahui prosedur ini sehingga bisa turut membantu para tenaga medis yang sekarang berjuang di baris terdepan memerangi virus Corona, meski tidak secara langsung.

1 dari 4

Langkah-Langkah Cek Status Kesehatan

Masyarakat yang ingin mengetahui tentang virus Corona atau penyakit Covid-19 bisa menghubungi call center yang telah disediakan, yakni BNPB di 117, Kemenkes ke 119 ext 9, kanal info digital lainnya.

Jika memiliki riwayat kontak dengan terduga pasien Covid-19 atau memiliki gejala, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas, Anda akan mendapatkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Kemenkes.

Jika Anda termasuk golongan tidak terindikasi terpapar virus Corona, dapat melakukan berbagai pencegahan, seperti melakukan PHBS, dilarang berdekatan atau jaga jarak (social distancing), dan dilarang berkumpul dengan jumlah banyak dikarenakan akan membuat Anda memiliki risiko terpapar virus Corona.

Anda yang telah terindikasi terpapar virus Corona, akan ada jadwal untuk pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. Fasilitas kesehatan dibagi sesuai dengan kategori gejala yang dialami.

Ada tiga istilah yang telah ditentukan oleh pemerintah Indonesia bagi terduga Covid-19, yakni OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Pembagian status pasien ini berguna untuk memantau kondisi kesehatan dengan bantuan fasilitas kesehatan.

2 dari 4

Protokol Rapid Test

Sebelum terduga dibagi sesuai kategori, ada protokol kesehatan dengan melakukan rapid test (tes cepat) untuk mengetahui kondisi terduga apakah positif atau negatif terinfeksi virus Corona. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Jika terduga terindikasi negatif akan diarahkan untuk mengisolasi diri selama 10 hari.
  2. Jika selama menjalani isolasi diri mengalami gejala berat, segera ke FKTP lakukan rapid test ulang untuk memastikan statusnya.
  3. Jika hasilnya positif pada tahap tes cepat ulang, namun tanpa gejala, direkomendasikan menjalani masa isolasi di rumah.
3 dari 4

Penanganan OTG, ODP, dan PDP dengan Hasil Rapid Test Positif

Sementara bagi OTG, ODP, dan PDP yang memiliki hasil tes cepat positif atau terkonfirmasi Covid-19, akan dibagi dalam tiga kategori, yakni ringan, sedang, berat. Berikut langkah-langkah pengotakannya:

  • Jika ringan, tenaga medis akan merekomendasikan isolasi diri di rumah.
  • Jika sedang, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit darurat.
  • Jika berat, pasien akan langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Alfi Yuda/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 26 Maret 2020

4 dari 4

Video: Tips Hidup Sehat dan Terhindar dari Virus Corona